
Di tengah semakin banyaknya pilihan camilan yang memenuhi rak toko dan marketplace, NGEKREZ FOOD mencoba mengambil jalur yang sedikit berbeda. Alih-alih mengandalkan keripik berbahan singkong, kentang, atau tepung, UMKM asal Tangerang Selatan ini memilih kulit ayam sebagai bahan utama dan mengolahnya menjadi camilan renyah dengan rasa gurih yang cukup menggoda.
Produk tersebut dikenal sebagai NGEKREZ Chicken Skin atau keripik kulit ayam. Menariknya, di balik camilan yang terlihat sederhana ini terdapat perjalanan sebuah usaha lokal yang berkembang dari lingkungan Tangerang Selatan dan kemudian mulai memperluas jangkauan pasarnya.
NGEKREZ FOOD tercatat beralamat di Perumahan Citra Prima Serpong 1 Blok A2 No. 11, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten. Alamat tersebut sekaligus menunjukkan bahwa produk yang kini dapat ditemukan melalui berbagai kanal penjualan ini tumbuh dari lingkungan permukiman di salah satu kawasan Tangsel.
Berawal dari UMKM Kuliner di Setu
Perjalanan NGEKREZ FOOD tidak muncul begitu saja sebagai produk keripik kulit ayam. Berdasarkan data Kementerian UMKM, NGEKREZ merupakan usaha kuliner yang mengembangkan sejumlah produk berbahan dasar ayam, termasuk kulit ayam krispi, kedai fried chicken dengan berbagai varian, serta minuman dengan nama CLAK. Usaha ini juga tercatat mengikuti masa inkubasi pada 26 Februari hingga 2 Juli 2024.
Perkembangan tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah usaha kuliner lokal mencoba menemukan produk yang memiliki identitas lebih kuat. Kulit ayam yang selama ini lebih sering menjadi bagian dari lauk atau dianggap sebagai bagian yang kurang bernilai kemudian diolah menjadi produk camilan yang dapat dikemas, dipasarkan, dan dikonsumsi secara praktis.
Dalam perkembangannya, NGEKREZ tidak hanya mengandalkan penjualan di lingkungan sekitar. Produk ini mulai masuk ke berbagai kanal pemasaran digital dan tercatat memiliki jangkauan pasar lokal, nasional, hingga internasional.
Ketika Kulit Ayam Diubah Menjadi Camilan
Daya tarik utama NGEKREZ tentu berada pada produk keripik kulit ayamnya. Bahan yang digunakan bukan sekadar dibuat kering lalu digoreng, tetapi melalui proses pengolahan yang menurut NGEKREZ mencakup pembersihan lemak agar menghasilkan tekstur yang lebih renyah dan tidak terlalu berminyak.
Pada varian original, karakter gurih kulit ayam menjadi rasa utama yang langsung terasa sejak gigitan pertama. Teksturnya menjadi bagian penting dari pengalaman menikmati produk ini karena kulit ayam diolah hingga menghasilkan sensasi krispi yang berbeda dari keripik berbahan tepung maupun umbi-umbian.
Bagi pencinta camilan gurih, karakter seperti ini menjadi daya tarik tersendiri. Keripik kulit ayam NGEKREZ dapat disantap begitu saja sebagai snack, tetapi juga cukup fleksibel untuk dijadikan pelengkap nasi, mi, bubur, atau makanan lainnya yang membutuhkan tambahan tekstur renyah.
Tidak Berhenti di Rasa Original
Menariknya, NGEKREZ tidak hanya menawarkan satu pilihan rasa. Data produk yang dipasarkan menunjukkan adanya empat varian, yaitu Original, Spicy, Salted Egg, dan Rendang. Keberadaan beberapa pilihan rasa ini menunjukkan upaya NGEKREZ untuk menjangkau selera konsumen yang lebih luas tanpa meninggalkan karakter utama produk berupa kulit ayam krispi.
Varian Original menjadi produk yang paling banyak terjual di kanal SMEXPO Pertamina, dengan catatan 472 produk terjual pada saat data tersebut diakses. Sementara itu, varian Salted Egg, Spicy, dan Rendang memberikan alternatif bagi konsumen yang ingin mencoba rasa berbeda.
Dari sisi harga, produk NGEKREZ juga menyasar segmen camilan yang cukup terjangkau. Produk 75 gram tercatat dipasarkan sekitar Rp22.000 di kanal SMEXPO Pertamina, meskipun harga dapat berbeda tergantung kanal penjualan dan periode promosi.
Dari Rumah Produksi Tangsel Menuju Pasar yang Lebih Luas
Salah satu hal yang menarik dari perjalanan NGEKREZ adalah bagaimana usaha yang beralamat di Setu, Tangerang Selatan, tersebut mulai beradaptasi dengan perkembangan pemasaran digital.
NGEKREZ tercatat bergabung di SMEXPO sejak 2025 dan memasarkan produknya melalui platform tersebut. Selain itu, data Kementerian UMKM mencatat Instagram, WhatsApp, dan TikTok sebagai media promosi yang digunakan usaha ini.
Perkembangan tersebut menjadi gambaran bagaimana UMKM Tangsel memiliki peluang untuk tidak lagi bergantung pada pasar di sekitar lokasi produksinya. Produk makanan yang dibuat dari lingkungan permukiman dapat dipasarkan melalui kanal digital dan menjangkau konsumen yang jauh lebih luas.

Bahkan, pada 2025 NGEKREZ mendapatkan pendampingan dari mahasiswa Universitas Pamulang dalam proses digitalisasi manajemen stok. Pendampingan tersebut dilakukan di Kecamatan Setu dan membantu usaha ini beralih dari pencatatan manual menuju sistem pengelolaan stok secara digital.
Ada Cerita Keberlanjutan di Balik Keripiknya
Yang membuat perjalanan NGEKREZ semakin menarik bukan hanya produk dan pemasarannya, tetapi juga perhatian terhadap sisa produksi.
Dalam sebuah kegiatan SMEXPO, pemilik NGEKREZ Ayu Febrina Damayanti menjelaskan bahwa usaha tersebut berupaya meminimalkan limbah produksi. Sisa tepung ayakan ayam dimanfaatkan untuk pakan maggot, sementara minyak jelantah dikumpulkan dan disetorkan ke titik UCollect Box di SPBU Pertamina. Dalam satu bulan, jumlah minyak jelantah yang disetorkan disebut mencapai sekitar 30 liter.
Langkah tersebut memberikan cerita tambahan pada sebuah produk yang pada dasarnya hanya terlihat sebagai camilan. Ada upaya untuk membuat proses produksi tidak berhenti pada bagaimana menghasilkan produk yang enak dan laku, tetapi juga bagaimana mengelola sisa proses produksinya.
Wajah UMKM Tangsel yang Berani Mengolah Ide Sederhana
NGEKREZ FOOD pada akhirnya bukan hanya soal keripik kulit ayam. Produk ini menjadi contoh bagaimana UMKM di Tangerang Selatan dapat berangkat dari bahan yang sederhana, kemudian mengolahnya menjadi produk dengan identitas dan nilai jual yang lebih tinggi.
Dari Setu, produk tersebut berkembang dengan berbagai varian rasa, masuk ke kanal pemasaran digital, mengikuti program pemberdayaan UMKM, hingga mulai memperluas jangkauan pasar. Pemerintah Kota Tangerang Selatan sendiri juga mencatat produk NGEKREZ Chicken Skin dalam platform Rumah Kurasi sebagai produk pangan dengan jenis pasar lokal Tangsel.
Bagi warga Tangsel yang gemar mencoba produk UMKM lokal, NGEKREZ menarik bukan hanya karena sensasi renyah dan gurihnya, tetapi juga karena ada cerita usaha lokal yang ikut menyertainya. Keripik kulit ayam ini memperlihatkan bahwa produk UMKM tidak selalu harus lahir dari bahan yang eksklusif atau konsep yang rumit; terkadang, justru kemampuan mengolah sesuatu yang sederhana menjadi produk yang berbeda adalah kekuatan utamanya.
Jika sedang berada di kawasan Setu dan ingin mengenal lebih dekat produk kuliner lokal Tangsel, NGEKREZ FOOD bisa menjadi salah satu nama yang layak masuk daftar. Lokasinya berada di Perumahan Citra Prima Serpong 1 Blok A2 No. 11, Muncul, Setu, Tangerang Selatan, dan tercatat sebagai lokasi usaha NGEKREZ.
(EV)
