
Setelah sebelumnya membahas beberapa permainan sederhana yang bisa membuat suasana lomba 17 Agustusan anak semakin meriah, masih ada banyak ide permainan lain yang tidak kalah seru untuk dicoba. Tidak perlu perlengkapan mahal atau arena khusus, beberapa permainan justru mengandalkan benda-benda yang mudah ditemukan di rumah.
Baca Juga :
Ide Permainan Seru untuk Lomba 17 Agustusan Anak, Sederhana tapi Bikin Ramai (Bag 1)
Untuk lingkungan perumahan, sekolah, maupun acara warga, permainan seperti ini bisa menjadi cara sederhana untuk membuat anak-anak lebih aktif bergerak sekaligus menikmati suasana perayaan kemerdekaan bersama teman-temannya.
Berikut empat permainan yang bisa menjadi pilihan untuk melengkapi lomba 17 Agustusan anak tahun ini.
1. Memasukkan Paku ke Dalam Botol
Permainan memasukkan paku ke dalam botol menjadi salah satu lomba yang sederhana, tetapi cukup mengundang tawa. Tantangannya terlihat mudah, tetapi ketika dimainkan, anak perlu memiliki keseimbangan dan konsentrasi yang cukup baik.
Cara bermainnya cukup sederhana. Sebuah botol kosong diletakkan di belakang peserta, sementara sebuah paku diikat menggunakan tali yang kemudian dipasang pada bagian pinggang atau tubuh peserta. Posisi paku dibuat menggantung di bagian belakang sehingga peserta tidak bisa melihatnya secara langsung.

Ketika aba-aba dimulai, peserta harus bergerak dan mengatur posisi tubuh agar paku yang menggantung tepat masuk ke dalam lubang botol. Peserta yang berhasil memasukkan paku paling cepat menjadi pemenangnya.
Bagian paling menarik biasanya terjadi ketika anak mencoba memperkirakan posisi paku dengan menggerakkan tubuh ke kanan dan kiri. Ada yang berhasil dalam waktu singkat, tetapi tidak sedikit pula yang justru semakin kesulitan karena terlalu banyak bergerak.
Agar aman, gunakan paku dengan ukuran yang sesuai dan pastikan area perlombaan bebas dari benda yang dapat membuat anak tersandung. Pendamping juga sebaiknya berada di sekitar arena selama permainan berlangsung.
2. Estafet Memindahkan Hanger Baju
Kalau ingin permainan kelompok yang membutuhkan kerja sama dan koordinasi, estafet memindahkan hanger baju bisa menjadi pilihan menarik. Peralatannya pun sangat sederhana karena hanya membutuhkan beberapa hanger baju.
Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan berdiri dalam satu barisan. Setiap peserta memasukkan hanger pada bagian lengan atau tangan sesuai aturan yang ditentukan panitia. Hanger kemudian harus dipindahkan dari satu peserta ke peserta berikutnya tanpa menggunakan tangan secara langsung, misalnya dengan mengaitkan hanger dari satu lengan ke lengan peserta di sebelahnya.

Begitu aba-aba dimulai, peserta pertama harus memindahkan hanger kepada peserta kedua, kemudian diteruskan hingga peserta terakhir. Kelompok yang paling cepat menyelesaikan estafet menjadi pemenangnya.
Permainan ini akan semakin menarik apabila panitia membuat jarak antarpeserta tidak terlalu jauh dan menentukan aturan yang mudah dipahami anak. Selain menguji kecepatan, permainan ini juga membutuhkan koordinasi karena peserta harus menyesuaikan gerakan dengan teman satu tim.
Di sinilah keseruannya muncul. Ketika satu peserta bergerak terlalu cepat sementara temannya belum siap, hanger bisa saja terlepas dan permainan harus diulang dari posisi tertentu sesuai aturan yang telah disepakati.
3. Estafet Membawa Balon Berpasangan
Permainan balon hampir selalu cocok untuk lomba anak karena sederhana dan mudah membuat suasana menjadi ramai. Salah satu variasinya adalah estafet membawa balon secara berpasangan.
Dalam permainan ini, anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap pasangan mendapatkan satu buah balon yang harus dibawa dari garis start menuju titik tertentu, kemudian kembali ke garis awal untuk dilanjutkan oleh pasangan berikutnya.

Agar lebih menantang, balon tidak boleh dibawa menggunakan tangan. Pasangan peserta dapat diminta menjepit balon di antara tubuh, misalnya di antara dada atau punggung, kemudian berjalan bersama menuju garis yang telah ditentukan.
Tantangan utamanya adalah menjaga agar balon tidak jatuh atau pecah selama perjalanan. Pasangan harus bergerak dengan kecepatan yang sama dan saling berkomunikasi supaya balon tetap berada di posisi yang tepat.
Jika balon jatuh, peserta dapat diminta kembali ke titik tertentu atau mengulang bagian permainan sesuai aturan panitia. Kelompok yang seluruh anggotanya berhasil menyelesaikan estafet paling cepat menjadi pemenang.
Permainan ini tidak hanya menguji kecepatan, tetapi juga kerja sama. Anak-anak harus belajar menyesuaikan langkah dengan pasangan dan tidak bisa berjalan sesuka hati. Justru momen ketika mereka berusaha berjalan sambil mempertahankan posisi balon biasanya menjadi salah satu bagian yang paling menghibur bagi penonton.
Untuk anak-anak yang masih kecil, sebaiknya gunakan balon berukuran cukup besar dan jangan membuat lintasan terlalu panjang. Pastikan juga area bermain tidak licin agar anak dapat bergerak dengan aman.
4. Estafet Memindahkan Balon dari Kepala
Masih menggunakan balon, permainan berikutnya bisa dibuat sedikit berbeda dengan memindahkan balon dari kepala. Permainan ini cocok untuk lomba beregu karena membutuhkan koordinasi antara satu peserta dengan peserta berikutnya.
Peserta berdiri dalam satu barisan. Balon ditempatkan di atas kepala peserta pertama. Setelah aba-aba dimulai, balon harus dipindahkan ke kepala peserta berikutnya tanpa menggunakan tangan. Peserta dapat menyesuaikan posisi tubuh agar balon bisa berpindah dari satu kepala ke kepala lainnya.

Setelah balon berhasil berpindah, peserta berikutnya melakukan hal yang sama hingga balon sampai ke peserta terakhir. Kelompok yang paling cepat menyelesaikan proses pemindahan menjadi pemenang.
Permainan ini terlihat sederhana, tetapi justru di situlah keseruannya. Balon yang ringan mudah bergerak dan sulit dikendalikan, apalagi ketika anak-anak mulai terburu-buru mengejar waktu. Tidak jarang balon jatuh sebelum sampai ke peserta berikutnya sehingga seluruh tim harus mengatur strategi kembali.
Panitia dapat membuat permainan semakin menarik dengan memberikan batas waktu atau menentukan jumlah balon yang harus dipindahkan. Namun, untuk anak-anak usia lebih kecil, aturan sebaiknya dibuat sesederhana mungkin agar mereka tetap menikmati permainan tanpa merasa terlalu terbebani.
Bukan Sekadar Menentukan Pemenang
Lomba 17 Agustusan anak pada dasarnya bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan hadiah atau menjadi juara. Momen seperti ini juga menjadi kesempatan bagi anak untuk bermain bersama teman-teman, belajar mengikuti aturan, bekerja sama, sekaligus mengenal suasana perayaan kemerdekaan di lingkungan tempat tinggalnya.
Empat permainan di atas juga relatif mudah disiapkan karena menggunakan benda-benda sederhana seperti botol, paku, hanger dan balon. Panitia tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk menciptakan permainan yang menarik selama aturan dibuat jelas dan pelaksanaannya dikemas dengan suasana yang menyenangkan.
Agar lomba berjalan lebih seru, panitia bisa membagi peserta berdasarkan kelompok usia sehingga permainan terasa lebih adil. Durasi setiap permainan juga sebaiknya tidak terlalu panjang agar anak-anak tidak kehilangan minat dan seluruh peserta mendapat kesempatan untuk bermain.
Yang tidak kalah penting, faktor keamanan tetap harus menjadi perhatian. Area lomba sebaiknya cukup luas, tidak licin, dan bebas dari benda yang dapat menyebabkan anak tersandung atau terluka. Untuk permainan yang menggunakan paku, orang dewasa perlu memberikan pengawasan lebih ketat.
Dengan sedikit kreativitas, benda-benda sederhana di sekitar rumah bisa diubah menjadi permainan yang menghibur. Suara anak-anak yang tertawa, dukungan orang tua, dan sorak-sorai warga justru menjadi bagian yang membuat lomba 17 Agustusan terasa lebih hidup.
Jadi, jika lingkungan Anda sedang menyiapkan acara kemerdekaan, empat permainan ini bisa masuk dalam daftar lomba anak. Sederhana, murah, mudah dipersiapkan, tetapi cukup untuk membuat suasana perayaan 17 Agustus menjadi semakin ramai.
(EGS)
