
Sakit kepala saat bekerja menjadi keluhan yang cukup sering dialami, terutama bagi mereka yang menghabiskan banyak waktu di depan komputer, bekerja dalam posisi duduk, atau menghadapi rutinitas yang menuntut konsentrasi tinggi. Keluhan ini terkadang dianggap sepele karena bisa hilang setelah beristirahat, tetapi jika terjadi berulang kali, ada baiknya mulai memperhatikan kebiasaan sehari-hari.
Lingkungan dan pola kerja memang dapat memengaruhi kondisi tubuh. Mulai dari terlalu lama menatap layar, kurang minum, melewatkan waktu makan, hingga posisi duduk yang kurang tepat dapat membuat tubuh lebih mudah lelah dan memicu sakit kepala.
Berikut sejumlah kebiasaan saat bekerja yang sebaiknya diperhatikan.
Terlalu Lama Menatap Layar
Bekerja menggunakan laptop atau komputer selama berjam-jam membuat mata terus menerus bekerja dalam jarak dekat. Jika tidak diselingi istirahat, mata dapat mengalami kelelahan yang kemudian disertai rasa tidak nyaman di sekitar mata, dahi, atau kepala.
Kebiasaan menatap layar tanpa jeda juga dapat membuat seseorang lebih jarang berkedip. Akibatnya, mata menjadi lebih kering dan terasa lelah.
Salah satu kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan adalah aturan 20-20-20. Setelah melihat layar selama sekitar 20 menit, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter selama 20 detik.
Selain itu, atur posisi dan tingkat kecerahan layar agar nyaman bagi mata. Jarak monitor juga sebaiknya tidak terlalu dekat dengan wajah.
Kurang Minum Air
Kesibukan pekerjaan terkadang membuat seseorang lupa minum. Padahal, kebutuhan cairan tetap perlu diperhatikan sepanjang hari.
Kurang cairan dapat membuat tubuh terasa lelah dan pada sebagian orang dapat berkaitan dengan munculnya sakit kepala. Karena itu, menyediakan botol air di meja kerja dapat menjadi pengingat sederhana agar lebih rutin minum.
Tidak perlu menunggu sampai merasa sangat haus. Biasakan minum secara berkala, terutama ketika bekerja di ruangan ber-AC atau melakukan aktivitas yang membuat tubuh lebih banyak kehilangan cairan.
Sering Melewatkan Waktu Makan
Pekerjaan yang menumpuk sering membuat jam makan bergeser, bahkan dilewatkan. Padahal, pola makan yang tidak teratur dapat membuat tubuh lebih mudah lemas dan kurang bertenaga.
Bagi sebagian orang, terlambat makan juga dapat menjadi salah satu pemicu sakit kepala. Karena itu, usahakan tetap memiliki jadwal makan yang relatif teratur meskipun pekerjaan sedang padat.
Jika tidak sempat makan besar, siapkan camilan yang lebih mengenyangkan untuk membantu menjaga energi sampai waktu makan berikutnya.
Posisi Duduk Kurang Tepat
Sakit kepala tidak selalu berhubungan langsung dengan mata atau kurang tidur. Posisi tubuh saat bekerja juga patut diperhatikan.
Duduk terlalu membungkuk, terlalu sering menundukkan kepala, atau bekerja dengan posisi leher yang tidak nyaman dapat membuat otot leher dan bahu mengalami ketegangan. Kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap munculnya sakit kepala pada sebagian orang.
Atur posisi kursi dan meja agar tubuh terasa nyaman. Usahakan punggung mendapatkan dukungan, telapak kaki menapak dengan baik, dan layar berada pada posisi yang tidak membuat kepala terus menunduk.
Jarang Bergerak
Duduk di depan komputer dalam waktu lama membuat tubuh berada pada posisi yang sama selama berjam-jam. Selain membuat tubuh kaku, kurang bergerak juga dapat meningkatkan rasa lelah setelah bekerja.
Tidak perlu menunggu waktu olahraga untuk mulai bergerak. Bangun dari kursi setiap beberapa waktu, berjalan sebentar, melakukan peregangan ringan, atau sekadar mengubah posisi dapat membantu membuat tubuh lebih rileks.
Kebiasaan kecil tersebut juga dapat menjadi jeda mental ketika pekerjaan mulai terasa monoton atau membuat konsentrasi menurun.
Beban Pekerjaan dan Stres
Deadline, rapat yang padat, pekerjaan yang menumpuk, atau tekanan untuk menyelesaikan target dapat membuat tubuh berada dalam kondisi tegang. Stres menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika sakit kepala sering muncul saat bekerja.
Ketika menghadapi pekerjaan yang berat, cobalah mengatur prioritas dan membagi pekerjaan menjadi beberapa bagian. Istirahat singkat di antara pekerjaan juga dapat membantu memberikan kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat.
Jika memungkinkan, hindari bekerja tanpa jeda selama berjam-jam hanya karena ingin menyelesaikan pekerjaan lebih cepat.
Kurang Tidur
Kebiasaan bekerja hingga larut malam dan mengurangi waktu tidur juga bisa berdampak pada kondisi tubuh keesokan harinya. Kurang tidur dapat membuat seseorang merasa lelah, sulit berkonsentrasi, dan lebih mudah mengalami berbagai keluhan fisik, termasuk sakit kepala pada sebagian orang.
Karena itu, menjaga jadwal tidur yang cukup dan teratur menjadi bagian penting dari kebiasaan kerja yang sehat. Jangan sampai pekerjaan kantor yang belum selesai terus-menerus mengorbankan waktu tidur.
Perhatikan Kapan Sakit Kepala Muncul
Jika sakit kepala terjadi berulang kali, jangan hanya mengandalkan obat pereda nyeri setiap kali keluhan muncul. Cobalah memperhatikan kapan sakit kepala biasanya terjadi.
Catat apakah keluhan muncul setelah bekerja di depan komputer terlalu lama, ketika terlambat makan, setelah tidur kurang, saat sedang stres, atau ketika kurang minum. Catatan sederhana tersebut dapat membantu mengenali pola dan kebiasaan yang mungkin berkaitan dengan keluhan.
Jika sakit kepala semakin sering, terasa berat, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan pemeriksaan yang sesuai.
Mulai dari Kebiasaan Kecil
Sakit kepala saat bekerja tidak selalu berarti ada masalah serius. Namun, keluhan yang berulang layak menjadi pengingat untuk mengevaluasi kembali kebiasaan selama bekerja.
Mengurangi waktu menatap layar tanpa jeda, menjaga asupan cairan, makan secara teratur, memperbaiki posisi duduk, bergerak lebih sering, mengelola stres, dan menjaga waktu tidur merupakan beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan.
Pada akhirnya, produktivitas bukan hanya soal menyelesaikan sebanyak mungkin pekerjaan. Kondisi tubuh juga perlu diperhatikan agar aktivitas bekerja dapat dilakukan dengan lebih nyaman dan berkelanjutan.
Jika sakit kepala terus berulang atau memiliki karakter yang berbeda dari biasanya, jangan ragu untuk mencari bantuan medis. Mengenali penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat jauh lebih baik daripada terus membiarkan keluhan mengganggu aktivitas sehari-hari.
(EGA)
