
Teknologi mobil semakin berkembang dan mulai menghadirkan cara baru untuk mengenali pengemudi. Salah satunya adalah biometric authentication, yaitu sistem yang menggunakan karakteristik unik manusia seperti sidik jari atau wajah sebagai metode identifikasi.
Teknologi ini sudah mulai diterapkan pada sejumlah mobil modern. Di Indonesia, salah satu contoh menarik adalah Hyundai Palisade Hybrid.
Hyundai Palisade Hybrid Gunakan Sidik Jari
Hyundai Palisade Hybrid menjadi salah satu mobil yang sudah menawarkan teknologi Fingerprint Authentication System pada varian tertentu, termasuk Calligraphy.
Fitur ini memungkinkan pengguna menggunakan sidik jari untuk melakukan autentikasi, termasuk menyalakan kendaraan. Sistem juga dapat dikaitkan dengan profil pengguna sehingga pengaturan seperti posisi kursi, spion, dan infotainment dapat disesuaikan. (Hyundai Indonesia)
Namun, perlu diluruskan bahwa fitur sidik jari pada Palisade Hybrid bukan berarti pintu mobil dapat dibuka dari luar hanya dengan menempelkan jari pada handle. Fungsinya lebih kepada autentikasi pengguna di dalam kabin.
Ada Juga Mobil yang Bisa Mengenali Wajah
Teknologi biometric pada mobil sudah berkembang lebih jauh. Salah satu contohnya adalah Genesis GV60 yang memiliki fitur Face Connect.
Teknologi tersebut menggunakan kamera untuk mengenali wajah pemilik dan dapat digunakan untuk membuka pintu kendaraan tanpa key fob. Setelah masuk ke dalam kabin, sidik jari dapat digunakan untuk autentikasi dan mengaktifkan kendaraan. (Genesis)
Dengan sistem seperti ini, mobil bukan hanya mengetahui apakah seseorang memiliki kunci, tetapi juga dapat mengenali siapa penggunanya.
Bukan Sekadar Menggantikan Kunci
Biometric pada mobil memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar membuka pintu. Sistem dapat digunakan untuk mengaktifkan profil pengemudi secara otomatis.
Misalnya, ketika mobil mengenali pemiliknya, pengaturan jok, spion, infotainment, dan sejumlah preferensi lainnya dapat langsung disesuaikan.
Teknologi ini juga berpotensi meningkatkan keamanan karena identitas pengguna tidak hanya bergantung pada benda seperti kunci atau remote.
Meski demikian, biometric bukan berarti mobil otomatis tidak dapat dibobol. Sistem keamanan kendaraan tetap membutuhkan immobilizer, smart key, digital key, serta perlindungan software dan data.
Apakah Kunci Mobil Akan Hilang?
Kemungkinan besar belum dalam waktu dekat. Smart key dan digital key masih menjadi sistem utama pada banyak kendaraan.
Namun, biometric bisa menjadi lapisan keamanan tambahan yang semakin umum digunakan. Kombinasi wajah, sidik jari, smartphone, dan digital key bahkan dapat membuat kendaraan semakin personal dan sulit diakses oleh orang yang tidak memiliki izin.
Kehadiran Fingerprint Authentication pada Hyundai Palisade Hybrid menunjukkan bahwa teknologi tersebut sudah mulai masuk ke kendaraan yang dipasarkan di Indonesia. Sementara Genesis GV60 memberikan gambaran lebih jauh tentang masa depan mobil yang dapat mengenali pemilik melalui wajah dan sidik jari.
Jadi, mobil yang bisa mengenali wajah atau sidik jari bukan lagi sekadar konsep masa depan. Teknologinya sudah mulai hadir, dan kemungkinan penggunaannya akan semakin luas seiring perkembangan kendaraan pintar.
(EV)
