
Pernah membayangkan turun dari mobil di depan mal, lalu membiarkan mobil mencari tempat parkir sendiri? Teknologi seperti ini bukan lagi sekadar adegan dalam film futuristik. Di GIIAS 2026, pengunjung diperlihatkan teknologi Super Intelligent Valet Parking (SIVP) yang membuat kemampuan mobil semakin mendekati konsep kendaraan pintar.
Teknologi tersebut menjadi salah satu perhatian menarik dari JAECOO J7 SHS-P yang diperkenalkan di GIIAS 2026. Mobil ini membawa konsep “Come to You. Park For You.”, yang menggambarkan kemampuan kendaraan untuk melakukan parkir secara mandiri dan kemudian menghampiri pemilik ketika dipanggil.
Sebenarnya, apakah itu SIVP?
SIVP merupakan teknologi intelligent driving yang menggabungkan kemampuan Smart Parking dan Smart Summon.
Sederhananya, pengemudi tidak harus selalu berada di balik kemudi ketika mobil melakukan proses parkir. Mobil dapat melakukan manuver secara otomatis untuk mencari dan masuk ke ruang parkir yang tersedia.
Yang menarik, kemampuan tersebut tidak berhenti setelah mobil berhasil parkir.
Ketika pemilik ingin menggunakan mobil kembali, kendaraan dapat dipanggil untuk menghampiri pemilik. Jadi, bukan pengemudi yang harus berjalan jauh mencari mobil di area parkir, tetapi mobil yang datang menghampiri.
Untuk masyarakat perkotaan, konsep seperti ini cukup menarik. Bayangkan situasi di pusat perbelanjaan dengan area parkir yang luas dan penuh. Setelah menurunkan keluarga di pintu masuk, mobil dapat diarahkan untuk mencari tempat parkir.
Saat ingin pulang, mobil dapat dipanggil kembali.
JAECOO J7 SHS-P Jadi Sorotan di GIIAS 2026
Di GIIAS 2026, JAECOO J7 SHS-P menjadi model yang dikaitkan langsung dengan implementasi teknologi SIVP di Indonesia.
Sebelum tampil di GIIAS, JAECOO juga telah melakukan pengujian teknologi tersebut di Indonesia. Dalam pengujian, J7 SHS-P terlihat mampu bermanuver dan masuk ke ruang parkir tanpa pengemudi berada di balik kemudi.
Bagi pengguna mobil di kawasan urban seperti Bintaro, Jakarta Selatan, BSD dan sekitarnya, teknologi ini terasa relevan. Area parkir mal, gedung perkantoran, rumah sakit maupun apartemen sering kali memiliki ruang yang terbatas dan membutuhkan manuver presisi.
Di sinilah SIVP mulai terasa bukan sekadar fitur untuk pamer teknologi.
Bukan Sekadar “Parkir Otomatis”
Parkir otomatis sebenarnya bukan teknologi baru. Banyak mobil modern sudah memiliki fitur seperti Auto Parking yang membantu pengemudi menemukan posisi parkir dan mengendalikan setir secara otomatis.
SIVP mencoba melangkah lebih jauh.
Teknologi ini dirancang untuk mengotomatisasi pengalaman parkir secara lebih menyeluruh. Mobil bukan hanya membantu memasukkan kendaraan ke slot parkir, tetapi dapat melakukan proses parkir secara mandiri dan kemudian dipanggil kembali.
Perbedaannya bisa dibayangkan seperti ini:
Auto Parking:
Pengemudi berada di dalam mobil → sistem membantu melakukan manuver parkir.
SIVP:
Pengemudi turun → mobil melakukan proses parkir → mobil dapat dipanggil kembali.
Inilah yang membuat SIVP terasa lebih futuristis.
Sangat Berguna di Area Perkotaan
Buat pengendara di kawasan Bintaro dan sekitarnya, persoalan parkir mungkin lebih sering terasa daripada yang dibayangkan.
Pergi ke mal saat akhir pekan, misalnya. Setelah berkeliling beberapa lantai, menemukan slot parkir yang kosong belum tentu berarti masalah selesai. Ruang parkir yang sempit terkadang membuat pengemudi harus maju-mundur berkali-kali.
Dengan teknologi seperti SIVP, proses tersebut berpotensi menjadi jauh lebih praktis.
Pengemudi bisa menurunkan penumpang di lokasi yang nyaman terlebih dahulu. Setelah itu kendaraan dapat melakukan proses parkir secara mandiri.
Saat waktunya pulang, mobil dapat dipanggil kembali.
Konsep ini juga menarik untuk orang tua yang membawa anak, pengguna dengan barang bawaan banyak, atau siapa pun yang tidak ingin berjalan jauh dari area parkir menuju pintu masuk mal.
Bagaimana dengan Keamanannya?
Di sinilah konsumen perlu memahami satu hal penting.
SIVP bukan berarti mobil sudah sepenuhnya otonom dan bisa ditinggalkan tanpa pengawasan.
Teknologi ini masih merupakan driver assistance. Pengemudi tetap memiliki tanggung jawab untuk memperhatikan kondisi sekitar dan siap mengambil alih kendali apabila diperlukan.
Ini penting karena lingkungan parkir bukan ruang yang sepenuhnya terkontrol.
Ada pejalan kaki, anak-anak, kendaraan lain yang keluar-masuk, troli belanja, motor, hingga kondisi pencahayaan yang berbeda antara area outdoor dan basement.
Karena itu, kecanggihan teknologi tetap harus dibarengi dengan tanggung jawab pengemudi.
Apakah SIVP akan menjadi fitur wajib di mobil masa depan? Mungkin belum. Namun kehadiran SIVP menunjukkan arah perkembangan mobil modern yang semakin jelas: mobil tidak hanya semakin pintar saat dikendarai, tetapi juga semakin pintar ketika diparkir.
Jika sebelumnya fitur keselamatan seperti blind spot monitoring, adaptive cruise control dan kamera 360 derajat terasa mewah, bukan tidak mungkin kemampuan parkir otomatis tingkat lanjut nantinya menjadi fitur yang semakin umum. Terutama di kota-kota besar dengan masalah keterbatasan lahan parkir.
Mobil Apa Saja yang Sudah Mengaplikasikan SIVP di GIIAS 2026?
Berdasarkan informasi yang terkonfirmasi dari pemberitaan GIIAS 2026, model yang diperkenalkan dengan teknologi Super Intelligent Valet Parking (SIVP) adalah:
Simak video review JAECOO J7 SHS-P
Jadi, jika muncul anggapan bahwa sudah banyak mobil berbeda yang membawa teknologi SIVP di GIIAS 2026, perlu diluruskan bahwa J7 SHS-P merupakan model yang secara jelas dipamerkan dengan teknologi SIVP tersebut di ajang ini.
Menariknya, teknologi SIVP juga tidak hanya dikembangkan untuk pasar Indonesia. Chery Group sebelumnya memperkenalkan SIVP pada FREELANDER 8 di pasar global. Namun, FREELANDER 8 tersebut bukan model yang perlu dimasukkan sebagai kendaraan SIVP yang dipamerkan di GIIAS 2026.
Parkir Mungkin Jadi Babak Berikutnya dari Mobil Pintar
Selama ini kita sering membicarakan mobil pintar dari sisi tenaga listrik, fitur ADAS, konektivitas, hingga kemampuan mengemudi semi-otonom. SIVP memberikan sudut pandang yang berbeda.
Bagaimana jika mobil juga bisa mengurus dirinya sendiri ketika kita sudah turun?
Untuk kehidupan perkotaan yang semakin padat, kemampuan seperti ini bukan sekadar gimmick. Ia bisa menghemat waktu, mengurangi kerepotan mencari parkir dan membuat pengalaman menggunakan mobil menjadi lebih nyaman.
GIIAS 2026 akhirnya memperlihatkan bahwa masa depan kendaraan pintar mungkin tidak selalu dimulai dari bagaimana mobil membawa kita pergi. Bisa jadi, masa depan justru dimulai dari bagaimana mobil bisa mencari tempat parkir sendiri setelah kita sampai tujuan.*****(EV)
