Share This
Dari kiri ke kanan: Ir. Jua Permata Adie, MBA, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor Kadin, Ayodhia G. L. Kalake Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Sarah Sadiqa Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Andi Zabur Rahman Ketua Umum IAPI, Kukrit Suryo Wicaksono Wakil Ketua Umum Kadin serta Ketua Pelaksana ICEF

Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF) 2026 yang telah diselenggarakan ke-4 kalinya bersamaan dengan Indonesia Procurement Forum & Expo (IPFE) 2026 siap menjadi ajang strategis yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, asosiasi profesi, serta pemangku kepentingan dalam mempercepat transformasi sistem pengadaan barang dan jasa nasional.

Mengusung tema “Dari Digitalisasi Menuju Pengadaan Modern: Transformasi Berbasis Data untuk Indonesia Emas”, ICEF–IPFE 2026 berlangsung pada 29–31 Juli 2026 di Grand Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP),  Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Lembaga, dan Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI) sebagai upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam membangun sistem pengadaan yang semakin modern, transparan, efisien, dan berbasis data.

Selama tiga hari penyelenggaraan, ICEF–IPFE menghadirkan beragam agenda, mulai dari talkshow, temu bisnis, bimbingan teknis (bimtek), hingga sertifikasi profesi yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi pelaku pengadaan sekaligus membuka peluang bisnis baru bagi sektor swasta.

 

Menjadi Titik Temu Pemerintah dan Dunia Usaha

ICEF–IPFE 2026 menargetkan kehadiran 15.000 pengunjung yang berasal dari berbagai instansi pemerintah, antara lain Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pengadaan (PP), Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ), serta Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

Kehadiran instansi pemerintah seluruh Indonesia pengambil keputusan tersebut menjadikan ICEF–IPFE sebagai salah satu platform paling strategis bagi perusahaan untuk memperkenalkan produk dan jasa kepada pasar pengadaan pemerintah.

 

Suasana pameran

 

Menampilkan Inovasi dari Empat Sektor Strategis

Pameran menempati gross area seluas 1.800 meter persegi dengan area pameran 1.023 meter persegi.

Sebanyak 50 booth diisi oleh 39 peserta pameran, terdiri atas 29 perusahaan dan 10 lembaga, yang menampilkan berbagai inovasi. Berbagai produk, layanan, dan solusi teknologi akan diperkenalkan sebagai bagian dari upaya mendukung transformasi pengadaan barang dan jasa pemerintah menuju sistem yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Baca Juga  Big Bad Wolf Books Hadir Pertama Kali di Mall Alam Sutera Berkonsep Bookish Wonderland

 

Peluang Bertemu Buyer Pemerintah dan BUMN

Salah satu daya tarik utama ICEF–IPFE adalah kesempatan bagi pelaku usaha untuk bertemu langsung dengan buyer dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Melalui forum temu bisnis, peserta dapat mempresentasikan produk dan jasa secara langsung kepada para pengguna anggaran serta pejabat pengadaan dari berbagai daerah di Indonesia.

Ajang ini juga membuka peluang bagi perusahaan untuk memperluas akses ke e-Katalog Pemerintah maupun sistem pengadaan BUMN yang terus berkembang.

 

Etalase Nasional Produk Dalam Negeri

ICEF–IPFE menjadi panggung bagi produk-produk unggulan nasional untuk tampil di hadapan ribuan pengambil keputusan sektor publik.

Selain ruang pameran fisik, penyelenggara juga menghadirkan etalase digital yang memungkinkan peserta memperkenalkan inovasi produk dan solusi jasa secara lebih luas.

Produk dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tinggi memperoleh perhatian khusus sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri.

 

Memahami e-Katalog

Sebagai bagian dari transformasi digital pengadaan nasional, ICEF–IPFE menghadirkan berbagai sesi edukasi mengenai implementasi e-Katalog. 

Melalui program bimbingan teknis, peserta akan memperoleh pemahaman mengenai proses kurasi produk, mekanisme pendaftaran, hingga strategi pemasaran produk di lingkungan katalog elektronik pemerintah.

Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah pelaku usaha yang siap berpartisipasi dalam sistem pengadaan elektronik pemerintah.

 

Membangun Kolaborasi Lintas Sektor

Selain pameran, ICEF–IPFE juga menghadirkan seminar nasional, diskusi tematik, konsultasi teknis, serta forum sertifikasi profesi.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk menciptakan ekosistem kolaboratif yang mempertemukan regulator, pelaku usaha, akademisi, asosiasi profesi, dan praktisi pengadaan.

Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong inovasi, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta memperkuat tata kelola pengadaan nasional.

Baca Juga  Telkomsel Umumkan Para Peraih Telkomsel Awards 2023

 

Memperkuat Reputasi dan Kepercayaan

Berpartisipasi dalam ICEF–IPFE bukan sekadar membuka peluang penjualan produk dan jasa.

Keikutsertaan dalam forum nasional ini juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat reputasi perusahaan di hadapan pemerintah maupun publik.

Melalui eksposur yang luas, pelaku usaha dapat meningkatkan kepercayaan calon pengguna, memperluas jaringan kemitraan, serta menunjukkan kesiapan menjadi bagian dari transformasi pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Dengan mempertemukan ribuan pengambil keputusan, penyedia barang dan jasa, serta berbagai pemangku kepentingan, ICEF–IPFE 2026 diharapkan menjadi katalisator lahirnya kolaborasi baru, memperluas pemanfaatan produk dalam negeri, sekaligus mempercepat terwujudnya sistem pengadaan modern yang mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF) & Indonesia Procurement Forum & Expo (IPFE) 2026 menggandeng PT Pegadaian sebagai official partner kegiatan tersebut.

Melalui berbagai kegiatan seperti pameran, konferensi, temu bisnis, forum investasi, dan program edukasi, PT. Satu Tujuan Event berupaya menjadi mitra strategis dalam mempertemukan pemangku kepentingan lintas sektor. Didukung jaringan yang luas dengan kementerian, lembaga pemerintah, BUMN, asosiasi profesi, serta pelaku industri, perusahaan terus mendorong terciptanya ekosistem bisnis yang produktif, berkelanjutan, dan mampu memberikan nilai tambah bagi pembangunan ekonomi Indonesia. *****(EGS)