
Kehadiran artificial intelligence (AI) semakin memudahkan berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari mencari informasi, membuat tulisan, merangkum dokumen, menerjemahkan bahasa, hingga membantu pekerjaan profesional. Namun, kemudahan tersebut juga perlu diimbangi dengan perhatian terhadap keamanan data, terutama ketika pengguna memasukkan informasi pribadi ke dalam layanan AI.
Tanpa disadari, seseorang dapat memasukkan nama lengkap, nomor telepon, alamat rumah, dokumen pekerjaan, data keuangan, percakapan pribadi, hingga informasi pelanggan ketika sedang meminta bantuan AI. Padahal, tidak semua informasi perlu diberikan secara lengkap agar AI dapat menghasilkan jawaban yang bermanfaat.
Karena itu, memahami cara menggunakan AI dengan prinsip minimisasi data menjadi langkah penting bagi pengguna, baik untuk kebutuhan pribadi maupun pekerjaan.
Jangan Memasukkan Data yang Tidak Dibutuhkan
Langkah paling sederhana adalah memastikan bahwa informasi yang diberikan kepada AI memang diperlukan untuk menyelesaikan tugas. Jika ingin meminta bantuan membuat surat, misalnya, pengguna tidak harus memasukkan nomor identitas, alamat lengkap, nomor rekening, atau informasi pribadi lain yang tidak berkaitan dengan isi surat.
Sebagai gantinya, data tersebut dapat diganti dengan penanda seperti “[NAMA]“, “[ALAMAT]” atau “[NOMOR TELEPON]“. Setelah mendapatkan hasil dari AI, informasi sebenarnya dapat dimasukkan secara manual pada bagian yang sesuai.
Pendekatan ini membuat AI tetap memahami konteks tanpa harus menerima seluruh informasi pribadi pengguna.
Gunakan Data yang Sudah Disamarkan
Jika AI digunakan untuk menganalisis dokumen, laporan atau percakapan, sebaiknya data sensitif disamarkan terlebih dahulu. Nama pelanggan dapat diganti dengan kode, nomor telepon dapat dihapus, sementara informasi rekening atau identitas dapat ditutup sebelum dokumen diberikan kepada AI.
Untuk pekerjaan perusahaan, metode ini semakin penting karena sebuah dokumen bisa mengandung informasi mengenai pelanggan, karyawan, pemasok maupun strategi bisnis yang tidak ditujukan untuk konsumsi publik.
Hindari Mengunggah Dokumen Sensitif Sembarangan
Fitur unggah dokumen membuat AI mampu membaca PDF, spreadsheet, gambar dan berbagai jenis file lainnya. Namun, kemudahan tersebut bukan berarti setiap dokumen aman untuk langsung diunggah.
Sebelum mengunggah file, periksa terlebih dahulu isinya. Dokumen yang mengandung KTP, paspor, rekening bank, data kartu pembayaran, kontrak rahasia, data kesehatan, kredensial login atau informasi pelanggan sebaiknya tidak dimasukkan ke layanan AI kecuali pengguna benar-benar memahami kebijakan keamanan dan privasinya serta memiliki kewenangan untuk melakukannya.
Jika hanya membutuhkan analisis terhadap bagian tertentu, lebih baik mengambil bagian yang relevan daripada memberikan seluruh dokumen.
Jangan Membagikan Password dan Kode Keamanan
Password, PIN, kode OTP, recovery code dan API key merupakan informasi yang seharusnya tidak diberikan kepada AI. Bahkan ketika pengguna sedang meminta bantuan memperbaiki masalah teknis, kredensial tersebut tidak diperlukan untuk menjelaskan sebagian besar persoalan.
Jika ingin meminta AI membantu menganalisis konfigurasi atau kode program, hapus terlebih dahulu password, token, API key dan credential lainnya. Gunakan placeholder seperti YOUR_API_KEY agar struktur informasi tetap dapat dipahami tanpa membocorkan akses sebenarnya.
Perhatikan Pengaturan Privasi Layanan AI
Setiap layanan AI dapat memiliki kebijakan dan pengaturan privasi yang berbeda. Karena itu, pengguna sebaiknya memahami bagaimana layanan tersebut menangani percakapan, file yang diunggah, serta informasi yang diberikan.
Periksa pengaturan terkait penggunaan data untuk peningkatan layanan, riwayat percakapan, penyimpanan data dan fitur lainnya yang berkaitan dengan privasi. Untuk penggunaan di lingkungan perusahaan, administrator juga sebaiknya menentukan layanan AI mana yang diperbolehkan dan jenis data apa yang boleh diproses.
Dengan memahami pengaturan tersebut, pengguna dapat membuat keputusan yang lebih tepat sebelum memasukkan informasi ke dalam sebuah layanan AI.
Gunakan Prinsip “Data Secukupnya”
Salah satu kebiasaan yang dapat diterapkan adalah memberikan AI data seminimal mungkin untuk menyelesaikan tugas. Prinsip ini sering disebut sebagai data minimization.
Misalnya, jika ingin mengetahui apakah sebuah kendaraan membutuhkan perawatan berdasarkan jarak tempuh, pengguna mungkin cukup memberikan jenis kendaraan, tahun penggunaan dan jarak tempuh. Tidak ada alasan untuk menyertakan nomor polisi, nama pemilik, alamat rumah atau dokumen kepemilikan jika informasi tersebut tidak dibutuhkan untuk analisis.
Semakin sedikit data sensitif yang diberikan, semakin kecil pula risiko informasi tersebut tersebar atau digunakan di luar tujuan yang diinginkan.
Pisahkan Informasi Pribadi dan Informasi Umum
Pengguna juga dapat membiasakan diri memisahkan informasi pribadi dari konteks yang ingin dianalisis AI. Sebagai contoh, ketika meminta bantuan membuat CV, seseorang dapat memberikan pengalaman kerja, keterampilan dan pendidikan tanpa harus mencantumkan nomor telepon, alamat lengkap atau nomor identitas.
Begitu pula ketika meminta bantuan menganalisis sebuah masalah bisnis. Data perusahaan yang bersifat sensitif dapat diganti dengan angka atau nama samaran selama perubahan tersebut tidak menghilangkan konteks yang diperlukan untuk analisis.
Hati-Hati Saat Menggunakan AI untuk Pekerjaan
Penggunaan AI di lingkungan kerja membutuhkan perhatian tambahan karena data yang diproses bukan hanya milik pengguna, tetapi bisa juga merupakan milik perusahaan, pelanggan atau pihak ketiga.
Sebelum memasukkan informasi pekerjaan ke layanan AI, pastikan terlebih dahulu bahwa pengguna memiliki izin untuk memproses dan membagikan informasi tersebut. Perusahaan juga sebaiknya memiliki aturan internal mengenai penggunaan AI, termasuk jenis dokumen yang boleh diproses dan jenis data yang harus tetap berada di dalam sistem perusahaan.
AI dapat menjadi alat produktivitas yang sangat berguna, tetapi pengguna tetap perlu memperlakukan data perusahaan sebagaimana mereka memperlakukan informasi rahasia lainnya.
AI Tetap Berguna Tanpa Mengetahui Identitas Anda
Menggunakan AI secara aman bukan berarti harus menghindari teknologi tersebut. Kuncinya adalah memahami informasi apa yang benar-benar dibutuhkan untuk menghasilkan jawaban.
Daripada memberikan dokumen lengkap yang berisi berbagai informasi sensitif, pengguna dapat memberikan potongan informasi yang relevan. Daripada mencantumkan identitas pelanggan, gunakan kode. Daripada memasukkan password asli, gunakan placeholder.
Kebiasaan sederhana tersebut memungkinkan pengguna tetap mendapatkan manfaat AI sekaligus mengurangi jumlah data pribadi yang dibagikan.
Pada akhirnya, keamanan data saat menggunakan AI tidak hanya bergantung pada teknologi penyedia layanan, tetapi juga pada cara pengguna berinteraksi dengan teknologi tersebut. Semakin sadar pengguna terhadap jenis informasi yang dimasukkan, semakin mudah pula menjaga privasi di tengah semakin luasnya penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari.
(CS)
