
Tablet kini semakin jauh dari sekadar perangkat untuk menonton video, membaca berita, atau berselancar di media sosial. Di tangan pengguna yang tepat, tablet dapat berubah menjadi perangkat kerja yang cukup serius, terutama ketika dibekali keyboard, stylus, aplikasi produktivitas, serta dukungan kecerdasan buatan atau AI. Pendekatan inilah yang terlihat jelas pada Huawei MatePad Air (2026), tablet terbaru Huawei yang resmi hadir di Indonesia pada 18 September 2026.
Huawei MatePad Air datang dengan konsep perangkat yang memadukan mobilitas tablet dengan pengalaman kerja yang mendekati PC. Bukan hanya menawarkan bodi yang tipis dan ringan, Huawei juga membekalinya dengan layar OLED PaperMatte, dukungan M-Pencil Pro, Smart Magnetic Keyboard, aplikasi produktivitas berbasis AI, serta kemampuan multitasking yang dirancang untuk kebutuhan kerja, belajar hingga kreasi konten.
Tipis, Ringan, tetapi Tetap Terasa Premium
Salah satu hal yang langsung menarik perhatian dari Huawei MatePad Air adalah dimensinya. Tablet ini memiliki ketebalan hanya 5,3 mm dengan bobot sekitar 509 gram, sehingga relatif mudah dimasukkan ke dalam tas dan dibawa berpindah dari kantor, kampus, kafe hingga lokasi kerja lainnya.
Menariknya, ketika dipasangkan dengan Smart Magnetic Keyboard, bobot keseluruhannya berada di kisaran 817 gram. Angka tersebut membuat MatePad Air tetap membawa karakter perangkat mobile, tetapi pada saat yang sama dapat digunakan untuk kebutuhan mengetik dan pekerjaan berbasis dokumen.
Desainnya juga dibuat untuk memberikan kesan premium melalui Pearlescent Sheen E-Coating Process 2.0 dan desain modul kamera Star Orbit DECO. Huawei menyediakan pilihan warna White dan Airy Blue, sementara varian Sakura Pink juga disiapkan untuk pasar Indonesia.
Layar OLED PaperMatte 2.8K Jadi Salah Satu Daya Tarik Utama
Untuk sebuah tablet yang diposisikan sebagai perangkat kerja sekaligus hiburan, kualitas layar menjadi bagian penting. Huawei MatePad Air menggunakan layar OLED PaperMatte berukuran 12 inci dengan resolusi 2.800 x 1.840 piksel dan refresh rate hingga 144Hz.
Layar tersebut memiliki rasio screen-to-body hingga 92 persen, dukungan 1,07 miliar warna dan wide colour gamut P3. Tingkat kecerahannya dapat mencapai 1.200 nits dalam kondisi tertentu, sehingga tampilan tetap memiliki tingkat visibilitas yang baik ketika digunakan pada lingkungan dengan pencahayaan tinggi.
Teknologi PaperMatte menjadi bagian yang menarik karena Huawei tidak hanya mengejar ketajaman dan warna layar, tetapi juga berusaha mengurangi pantulan cahaya. Pada MatePad Air generasi 2026, Huawei menggunakan teknologi First Nanoscale Anti-glare with Etching Technology untuk membantu mengurangi glare dan reflection.
Pendekatan ini terasa relevan bagi pengguna yang tidak selalu bekerja di ruangan dengan pencahayaan ideal. Menggunakan tablet di dekat jendela, di kafe atau di luar ruangan sering kali membuat pantulan cahaya menjadi gangguan, terutama ketika layar digunakan untuk membaca dokumen atau menulis. Teknologi PaperMatte dirancang untuk mengurangi persoalan tersebut sekaligus memberikan sensasi permukaan layar yang lebih menyerupai kertas ketika digunakan bersama stylus.
M-Pencil Pro Bukan Sekadar Stylus untuk Menulis
Huawei MatePad Air juga menunjukkan bahwa stylus kini memiliki fungsi yang semakin luas. HUAWEI M-Pencil Pro tidak hanya digunakan untuk membuat catatan, menggambar, atau memberikan anotasi pada dokumen, tetapi juga dapat menjadi alat navigasi.
Salah satu fitur yang menarik adalah Air Mouse Mode. Melalui fitur ini, M-Pencil Pro dapat digunakan seperti mouse untuk mengendalikan pointer maupun melakukan scrolling pada layar. Fungsi tersebut dapat terasa praktis ketika pengguna sedang melakukan presentasi atau mengoperasikan tablet tanpa harus terus berpindah antara stylus dan mouse.
Pada aktivitas mencatat, kombinasi PaperMatte Display dan M-Pencil Pro juga memberikan pengalaman yang lebih mendekati penggunaan pena di atas kertas. Bagi mahasiswa, pekerja profesional, desainer maupun pengguna yang terbiasa mencatat ide secara manual, pendekatan seperti ini membuat tablet terasa lebih fleksibel.
Huawei Notes Dibekali AI untuk Membantu Mencatat
Salah satu perubahan paling menarik pada MatePad Air adalah bagaimana AI mulai masuk ke dalam aktivitas yang sebelumnya sangat sederhana, seperti mencatat.
Huawei Notes kini menawarkan sejumlah fitur berbasis AI, termasuk Speech-to-Text yang dapat mengubah percakapan menjadi teks. Fitur ini menjadi relevan ketika tablet digunakan untuk mengikuti rapat, kuliah, wawancara atau diskusi karena pengguna tidak harus terus-menerus mengetik seluruh percakapan secara manual.
Fitur tersebut juga mendukung pengenalan beberapa pembicara, sehingga pencatatan percakapan menjadi lebih terstruktur. Selain itu terdapat AI Handwriting Enhancement yang membantu membuat tulisan tangan menjadi lebih mudah dibaca.
Huawei juga menyertakan AI Tutor yang dapat membantu pengguna menyelesaikan persoalan matematika dan perhitungan. Dengan demikian, kemampuan AI pada MatePad Air tidak hanya diarahkan untuk pekerja kantoran, tetapi juga menyasar kebutuhan belajar.
WPS Office AI Membawa Pengalaman Kerja Lebih Dekat ke PC
Produktivitas menjadi salah satu alasan utama mengapa MatePad Air menarik untuk diperhatikan. Huawei membekali tablet ini dengan WPS Office yang didukung fitur AI untuk membantu berbagai pekerjaan dokumen.
Pengguna dapat memanfaatkan AI untuk merangkum PDF, menerjemahkan dokumen, menyempurnakan tulisan hingga membuat presentasi berdasarkan perintah atau prompt. Bahkan, dokumen yang dibuat melalui WPS Office dapat dikembangkan menjadi materi PowerPoint dengan bantuan AI.
Untuk pekerjaan yang berhubungan dengan spreadsheet, AI Sheet Assistant dapat membantu membuat formula, chart hingga menghasilkan insight dari data. Fitur seperti ini menunjukkan bahwa AI pada MatePad Air tidak ditempatkan sebagai gimmick semata, tetapi diarahkan untuk mengurangi pekerjaan repetitif yang biasanya membutuhkan beberapa langkah manual.
Bagi pengguna yang sering berpindah antara tablet dan laptop, kemampuan seperti ini menjadi penting karena produktivitas tidak hanya ditentukan oleh kecepatan hardware, tetapi juga seberapa cepat sebuah perangkat dapat membantu menyelesaikan pekerjaan.
Multitasking untuk Pengguna dengan Banyak Pekerjaan
MatePad Air juga menawarkan fitur Split Screen, Multi-Window dan Floating Window. Ketiganya membuat layar 12 inci lebih optimal ketika pengguna harus membuka beberapa aplikasi secara bersamaan.
Misalnya, pengguna dapat membuka dokumen di satu sisi layar sambil mencatat menggunakan Huawei Notes, atau membuka materi referensi sembari mengerjakan dokumen. Pola penggunaan semacam ini membuat tablet tidak terasa seperti perangkat yang hanya digunakan untuk satu aktivitas pada satu waktu.
Untuk pekerja mobile, kemampuan multitasking tersebut dapat menjadi salah satu alasan mengapa tablet mulai dipertimbangkan sebagai perangkat kerja tambahan, bahkan untuk aktivitas yang sebelumnya lebih sering dilakukan menggunakan laptop.
Performa Didukung Kirin T93C dan RAM 8GB
Di sisi hardware, Huawei MatePad Air menggunakan chipset Kirin T93C yang dipadukan dengan RAM 8GB dan penyimpanan internal 256GB. Huawei juga menggunakan sistem pendinginan yang memadukan material grafit berkonduktivitas tinggi dan vapor chamber untuk membantu menjaga performa perangkat.
Konfigurasi tersebut diarahkan untuk menangani aktivitas produktivitas sehari-hari, multitasking, konsumsi multimedia hingga kebutuhan kreatif. Dengan dukungan aplikasi seperti WPS Office, Filmora dan GoPaint, MatePad Air tidak hanya diposisikan sebagai perangkat untuk pekerjaan administratif, tetapi juga sebagai perangkat kreatif.
GoPaint, misalnya, menawarkan berbagai tools untuk menggambar dan membuat karya digital. Sementara Filmora dapat digunakan untuk kebutuhan editing video. Huawei juga menghadirkan AI Creative Studio dengan sejumlah fitur seperti AI Color Card, Rotation Brush dan animasi.
Baterai 10.100 mAh dan Fast Charging 66W
Mobilitas tentu membutuhkan daya tahan baterai yang memadai. MatePad Air membawa baterai dengan kapasitas tipikal 10.100 mAh dan mendukung pengisian daya hingga 66W. Huawei mengklaim perangkat ini dapat digunakan untuk menonton video offline hingga 16 jam dalam sekali pengisian, meskipun daya tahan aktual tentu akan bergantung pada pola penggunaan, tingkat kecerahan layar, koneksi jaringan dan aplikasi yang dijalankan.
Kombinasi kapasitas baterai besar dan pengisian cepat membuat MatePad Air lebih sesuai untuk pola kerja mobile, terutama bagi pengguna yang membutuhkan perangkat untuk menemani aktivitas sepanjang hari.
Kamera 50 MP dan Enam Speaker
Meski kamera bukan fitur utama sebuah tablet produktivitas, Huawei tetap memberikan perhatian pada sektor ini. MatePad Air memiliki kamera belakang 50 MP dengan autofocus dan LED flash, sedangkan kamera depannya menggunakan sensor 12 MP.
Kamera depan tentu lebih relevan untuk kebutuhan video conference, sementara kamera belakang dapat dimanfaatkan untuk memotret dokumen, objek atau kebutuhan visual lainnya.
Untuk multimedia, tablet ini dibekali enam speaker dan dua mikrofon dengan dukungan HUAWEI SOUND. Konfigurasi tersebut membuat pengalaman menonton film, mendengarkan musik maupun mengikuti konferensi video terasa lebih lengkap dibandingkan tablet yang hanya mengandalkan sistem audio sederhana.
Konektivitas Wi-Fi 7 dan USB Type-C
Dari sisi konektivitas, MatePad Air sudah mendukung Wi-Fi 7, Bluetooth 5.2, NearLink serta USB Type-C 3.1 Gen 1. Dukungan konektivitas tersebut membuat tablet lebih fleksibel ketika digunakan bersama perangkat tambahan maupun aksesori produktivitas.
Huawei juga membekali perangkat ini dengan HarmonyOS 4.3. Kombinasi sistem operasi dan ekosistem perangkat Huawei menjadi bagian penting dari pengalaman penggunaan, khususnya bagi pengguna yang sudah memiliki perangkat lain dalam ekosistem Huawei.
Tablet yang Mencoba Mengubah Cara Bekerja
Huawei MatePad Air (2026) memperlihatkan bagaimana tablet kelas premium mulai bergerak ke arah yang lebih serius sebagai perangkat produktivitas. Daya tariknya bukan hanya terletak pada bodi 5,3 mm atau bobot 509 gram, tetapi pada kombinasi layar PaperMatte, M-Pencil Pro, keyboard, aplikasi produktivitas dan berbagai fitur AI yang dirancang untuk menyederhanakan pekerjaan.
AI Handwriting Enhancement, Speech-to-Text, AI Tutor, WPS Office AI, AI Sheet Assistant hingga AI Creative Studio menunjukkan bahwa Huawei mencoba menempatkan AI di berbagai tahap aktivitas pengguna, mulai dari mencatat, mengolah dokumen, belajar hingga membuat konten.
Di Indonesia, Huawei MatePad Air dibanderol Rp13.999.000 untuk konfigurasi 8GB RAM dan 256GB penyimpanan. Pada periode promosi 18 September hingga 17 Oktober 2026, Huawei menawarkan benefit hingga Rp9,3 juta yang mencakup aksesori seperti M-Pencil Pro, Smart Magnetic Keyboard dan Bluetooth Mouse, serta sejumlah benefit tambahan dan cashback hingga Rp2 juta.
Pada akhirnya, MatePad Air menarik bukan karena berusaha menjadi laptop dalam bentuk tablet, melainkan karena mencoba menawarkan cara kerja yang lebih fleksibel. Pengguna dapat membawa perangkat dengan bobot sekitar setengah kilogram, menggunakannya sebagai tablet ketika dibutuhkan, memasangkan keyboard ketika harus mengetik, menggunakan stylus ketika mencatat atau menggambar, kemudian memanfaatkan AI ketika pekerjaan mulai membutuhkan pengolahan dokumen dan data.
Dengan pendekatan tersebut, Huawei MatePad Air menjadi salah satu contoh bagaimana tablet modern mulai mengambil peran yang semakin luas dalam aktivitas kerja, belajar dan kreativitas digital.
(CS)
