
Memilih sekolah bukan sekadar mempertimbangkan lokasi, fasilitas, atau reputasi akademik. Orang tua juga perlu memperhatikan metode pembelajaran, pembentukan karakter, serta kemampuan sekolah dalam mempersiapkan anak menghadapi tantangan masa depan. Di kawasan Bintaro dan sekitarnya, salah satu institusi pendidikan yang menawarkan pendekatan tersebut adalah Veritas Intercultural School (VIS) Bintaro.
Veritas Intercultural School merupakan institusi pendidikan yang mengembangkan pendekatan pembelajaran berorientasi global dengan menempatkan siswa sebagai pusat kegiatan belajar. Melalui metode pembelajaran berbasis inkuiri atau inquiry-based learning, sekolah ini mendorong peserta didik untuk aktif bertanya, mengeksplorasi pengetahuan, mengembangkan pemikiran kritis, serta memahami berbagai persoalan melalui pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
VIS Bintaro memiliki perjalanan panjang dalam dunia pendidikan. Sekolah ini didirikan pada tahun 2000 di bawah naungan Yayasan Belajar Aktif Bersama Jaya. Sebelumnya, institusi pendidikan tersebut dikenal dengan pendekatan kurikulum berbasis Amerika melalui identitas HighScope Indonesia. Memasuki tahun ajaran 2026/2027, sekolah ini mengembangkan identitas baru sebagai Veritas Intercultural School dengan orientasi pendidikan yang mengacu pada kerangka International Baccalaureate (IB).
Perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman belajar yang semakin relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini, terutama dalam membangun kemampuan akademik, karakter, kemandirian, dan wawasan internasional.
Mengembangkan Pembelajaran Berbasis Inkuiri
Salah satu pendekatan yang menjadi karakteristik VIS adalah pembelajaran berbasis inkuiri. Dalam metode ini, siswa tidak hanya menerima materi pelajaran dari guru, tetapi juga didorong untuk mencari jawaban melalui proses bertanya, mengamati, berdiskusi, melakukan eksplorasi, hingga menyusun kesimpulan.
Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada anak untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa memahami konsep, menghubungkan berbagai informasi, serta mengembangkan kemampuan berpikir secara mandiri.
Sebagai contoh, ketika mempelajari suatu fenomena alam, siswa tidak hanya menghafalkan teori yang terdapat dalam buku pelajaran. Mereka juga dapat diajak melakukan pengamatan, mengidentifikasi permasalahan, berdiskusi, dan memahami hubungan antara teori dengan kondisi nyata di lingkungan sekitar.
Metode ini diharapkan dapat membangun rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, serta keterampilan memecahkan masalah sejak usia dini.
Program Pendidikan dari Usia Dini hingga Sekolah Menengah
VIS Bintaro menyediakan jenjang pendidikan yang dirancang untuk mendukung perkembangan anak secara bertahap. Program yang ditawarkan mencakup Early Years Programme (EYP), Primary Years Programme (PYP), dan Middle Years Programme (MYP).
Early Years Programme diperuntukkan bagi anak usia dini, mulai dari tingkat prasekolah hingga taman kanak-kanak. Pada tahap ini, pembelajaran diarahkan untuk membangun fondasi perkembangan anak melalui aktivitas bermain, eksplorasi, interaksi sosial, dan pengalaman belajar yang menyenangkan.
Selanjutnya, Primary Years Programme ditujukan bagi siswa kelas 1 hingga kelas 5. Pada jenjang ini, siswa mulai mengembangkan pemahaman konseptual, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan menghubungkan berbagai bidang pengetahuan melalui pembelajaran berbasis inkuiri.
Sementara itu, Middle Years Programme mencakup siswa kelas 6 hingga kelas 10. Program ini dirancang untuk memperkuat kemampuan analitis, pemahaman lintas disiplin ilmu, serta kesadaran terhadap berbagai persoalan global.
Melalui tahapan pembelajaran tersebut, VIS berupaya menciptakan kesinambungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga perkembangan sosial, emosional, dan karakter peserta didik.
Mengacu pada Kerangka International Baccalaureate
Salah satu aspek yang menarik dari pendekatan pendidikan VIS adalah penggunaan kerangka International Baccalaureate (IB). IB dikenal sebagai pendekatan pendidikan internasional yang menekankan pengembangan kemampuan intelektual, wawasan lintas budaya, pemikiran kritis, dan tanggung jawab sosial.
VIS Bintaro saat ini berstatus sebagai IB Candidate School. Artinya, sekolah tersebut sedang menjalani proses menuju otorisasi untuk menyelenggarakan program IB sesuai standar organisasi International Baccalaureate.
Melalui pendekatan ini, siswa diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga mampu memahami keberagaman perspektif, beradaptasi dengan perubahan, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Pembelajaran juga diarahkan pada pengembangan keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan modern, seperti komunikasi, kolaborasi, kreativitas, penelitian, dan kemampuan berpikir reflektif.
Pembentukan Karakter sebagai Bagian dari Pendidikan
Selain pengembangan akademik, VIS juga memberikan perhatian terhadap pembentukan karakter melalui nilai-nilai RISE, yaitu Respect, Integrity, Strong Leadership, dan Excellence.

Respect menekankan pentingnya menghargai orang lain, termasuk perbedaan pendapat, latar belakang, dan budaya. Integrity mengajarkan siswa untuk menjunjung kejujuran serta bertanggung jawab terhadap tindakan yang dilakukan.
Sementara itu, Strong Leadership diarahkan pada pengembangan kemampuan kepemimpinan, inisiatif, dan keberanian mengambil keputusan. Adapun Excellence mendorong siswa untuk terus mengembangkan kemampuan dan memberikan hasil terbaik dalam setiap aktivitas.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang mendukung pertumbuhan anak secara menyeluruh. Dengan demikian, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur berdasarkan nilai akademik, tetapi juga bagaimana siswa mengembangkan sikap, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap orang lain.
Mendukung Minat dan Bakat melalui Kegiatan Ekstrakurikuler
Pengembangan potensi anak juga membutuhkan ruang di luar kegiatan akademik. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, VIS menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler atau Extra-Curricular Activities (ECA).
Beberapa kegiatan yang diperkenalkan antara lain badminton, basket, sepak bola, coding, robotik, musik, renang, dan seni visual.
Keberagaman aktivitas tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan minat, mengembangkan bakat, sekaligus belajar bekerja sama dengan teman-temannya.
Kegiatan olahraga, misalnya, dapat membantu membangun kedisiplinan, sportivitas, dan kerja sama tim. Sementara itu, aktivitas coding dan robotik memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas serta kemampuan menyelesaikan persoalan melalui pendekatan teknologi.
Pilihan Pendidikan bagi Keluarga di Bintaro
Berlokasi di Jalan Tegal Rotan Raya No. 100, Sawah Baru, Ciputat, Tangerang Selatan, Veritas Intercultural School Bintaro menjadi salah satu alternatif pendidikan bagi keluarga yang tinggal di kawasan Bintaro dan sekitarnya.
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di dunia pendidikan, VIS membawa pendekatan pembelajaran yang menggabungkan pengembangan akademik, karakter, serta wawasan global.

Bagi orang tua yang sedang mencari sekolah, memahami filosofi dan metode pembelajaran merupakan langkah penting sebelum menentukan pilihan. Selain mempertimbangkan kurikulum, orang tua juga dapat mengunjungi sekolah, berdiskusi dengan tim penerimaan siswa, serta mengenal lebih jauh lingkungan belajar yang ditawarkan.
Pada akhirnya, pendidikan yang baik bukan hanya tentang seberapa banyak pengetahuan yang diperoleh anak di ruang kelas, melainkan juga bagaimana mereka tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, memiliki rasa ingin tahu, mampu menghargai perbedaan, dan siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Dengan semangat We Learn, We Rise, We Lead, Veritas Intercultural School Bintaro menempatkan proses belajar sebagai fondasi untuk membangun generasi yang percaya diri, berkarakter, dan memiliki perspektif global.
(VL)
