
Tekanan darah tinggi atau hipertensi sering disebut sebagai salah satu masalah kesehatan yang perlu diwaspadai karena dapat berkembang tanpa menimbulkan keluhan yang jelas. Seseorang bisa merasa sehat, tetap aktif bekerja, dan tidak mengalami pusing atau sakit kepala, tetapi tekanan darahnya ternyata sudah berada di atas batas normal.
Kondisi inilah yang membuat pemeriksaan tekanan darah secara berkala menjadi penting. Jangan menunggu tubuh memberikan tanda terlebih dahulu, karena hipertensi justru kerap tidak menunjukkan gejala yang spesifik.
Kenapa tekanan darah tinggi sering tidak terasa?
Banyak orang menganggap tekanan darah tinggi pasti ditandai dengan sakit kepala, pusing, mudah lelah, atau rasa tidak nyaman di tubuh. Padahal, gejala-gejala tersebut tidak selalu muncul pada orang dengan hipertensi.
Tekanan darah yang meningkat dapat berlangsung dalam waktu lama tanpa keluhan berarti. Seseorang baru mengetahui dirinya memiliki hipertensi ketika melakukan pemeriksaan kesehatan rutin atau ketika tekanan darah diperiksa untuk keperluan lain.
Karena itu, mengandalkan gejala saja bukan cara yang tepat untuk mengetahui apakah tekanan darah berada dalam kondisi normal.
Kapan sebaiknya mulai rutin cek tekanan darah?
Pemeriksaan tekanan darah sebaiknya menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin, terutama ketika usia mulai bertambah atau terdapat faktor risiko tertentu.
Bagi orang dewasa, pemeriksaan secara berkala dapat membantu mengetahui perubahan tekanan darah lebih awal. Frekuensi pemeriksaan dapat disesuaikan dengan hasil pengukuran sebelumnya dan kondisi kesehatan masing-masing.
Pemeriksaan juga menjadi semakin penting jika seseorang memiliki faktor risiko seperti berat badan berlebih, kurang aktivitas fisik, pola makan tinggi garam, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, stres berkepanjangan, atau memiliki keluarga dengan riwayat hipertensi.
Jangan hanya cek ketika sedang merasa tidak enak badan
Salah satu kesalahan yang cukup umum adalah baru mengukur tekanan darah ketika tubuh terasa tidak nyaman. Padahal, seseorang dengan tekanan darah tinggi belum tentu merasakan keluhan.
Sebaliknya, rasa pusing atau sakit kepala juga tidak otomatis berarti tekanan darah sedang tinggi. Satu kali hasil pengukuran pun belum tentu menggambarkan kondisi tekanan darah secara keseluruhan.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah tinggi, pengukuran biasanya perlu dilakukan kembali pada waktu yang berbeda dengan teknik yang benar. Dokter dapat membantu menentukan apakah diperlukan pemantauan lebih lanjut.
Bagaimana cara mengukur tekanan darah dengan benar?
Agar hasil pengukuran lebih dapat dipercaya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Sebaiknya beristirahat terlebih dahulu selama beberapa menit sebelum pengukuran, duduk dengan posisi nyaman, dan tidak berbicara selama pemeriksaan.
Lengan sebaiknya berada dalam posisi yang nyaman dan sejajar dengan jantung. Hindari mengukur tekanan darah segera setelah berolahraga, mengonsumsi minuman berkafein, atau merokok karena kondisi tersebut dapat memengaruhi hasil pengukuran.
Jika menggunakan alat pengukur tekanan darah di rumah, pastikan alat tersebut sesuai dan digunakan mengikuti petunjuk penggunaannya.
Apa yang terjadi jika hipertensi dibiarkan?
Hipertensi bukan sekadar persoalan angka pada alat pengukur tekanan darah. Jika berlangsung dalam jangka panjang dan tidak ditangani dengan baik, tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan serius.
Tekanan darah yang tidak terkontrol dapat membebani jantung dan pembuluh darah serta meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal. Karena itu, mengetahui kondisi tekanan darah lebih awal memberikan kesempatan untuk melakukan perubahan gaya hidup dan mendapatkan penanganan yang sesuai jika diperlukan.
Kapan harus segera mencari pertolongan?
Tekanan darah yang sangat tinggi, terutama jika disertai keluhan seperti nyeri dada, sesak napas, kelemahan atau mati rasa mendadak, gangguan penglihatan, kebingungan, atau kesulitan berbicara, membutuhkan perhatian medis segera.
Dalam situasi seperti ini, jangan hanya menunggu tekanan darah turun sendiri. Segera cari pertolongan medis, terlebih jika angka tekanan darah sangat tinggi atau gejalanya muncul secara tiba-tiba.
Mulai dari pemeriksaan sederhana
Hipertensi sering kali tidak memberikan “peringatan” yang mudah dikenali. Itulah sebabnya pemeriksaan tekanan darah secara berkala menjadi langkah sederhana tetapi penting untuk menjaga kesehatan.
Jadi, jangan menunggu pusing, sakit kepala, atau keluhan lainnya baru memeriksa tekanan darah. Mengetahui angka tekanan darah sejak dini dapat membantu seseorang lebih memahami kondisi tubuhnya dan mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Jika hasil pengukuran berulang kali berada di atas batas normal, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Jangan mendiagnosis atau mengobati hipertensi sendiri hanya berdasarkan satu kali hasil pengukuran.
(DS)
