
Membeli mobil bekas bisa menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin memiliki kendaraan pribadi dengan anggaran lebih terjangkau. Dengan dana yang sama, pembeli bahkan berpeluang mendapatkan mobil dengan kelas atau fitur yang lebih tinggi dibandingkan membeli mobil baru. Namun, membeli mobil bekas juga membutuhkan ketelitian karena kondisi kendaraan tidak selalu sesuai dengan penampilan luarnya.
Bagi pemula, tantangan terbesar adalah mengenali kondisi mobil dan mengetahui bagian mana yang berpotensi menimbulkan biaya perbaikan besar. Mobil yang terlihat bersih dan mengilap belum tentu memiliki mesin yang sehat atau riwayat perawatan yang baik.
Agar tidak salah memilih, berikut 10 bagian penting yang wajib diperiksa sebelum memutuskan membeli mobil bekas.
1. Mesin: Periksa Suara dan Kondisi Kerjanya
Mesin merupakan salah satu komponen paling penting sekaligus berpotensi menimbulkan biaya perbaikan besar. Karena itu, pemeriksaan sebaiknya dilakukan ketika mesin masih dalam kondisi dingin.
Perhatikan apakah mesin mudah dinyalakan, putaran stasioner stabil, dan tidak terdengar suara ketukan, gesekan, atau bunyi tidak wajar. Amati juga apakah terdapat asap berlebihan dari knalpot. Asap biru dapat mengindikasikan oli ikut terbakar, sedangkan asap putih tebal yang terus muncul pada mesin yang sudah panas perlu diperiksa lebih lanjut.
Periksa pula kemungkinan kebocoran oli di sekitar mesin. Jika tidak memahami kondisi mesin, mintalah bantuan mekanik untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam.
2. Transmisi: Pastikan Perpindahan Gigi Lancar
Transmisi manual maupun otomatis perlu diperiksa secara teliti karena kerusakannya dapat memerlukan biaya perbaikan yang cukup besar.
Pada mobil manual, pastikan perpindahan gigi tidak sulit dan kopling tidak menunjukkan gejala selip. Perhatikan apakah terdapat suara aneh ketika pedal kopling diinjak atau dilepas.
Pada mobil otomatis, perpindahan gigi seharusnya berlangsung halus tanpa hentakan keras, jeda berlebihan, atau gejala selip. Gejala tersebut tidak selalu berarti transmisi rusak, tetapi perlu diperiksa sebelum transaksi dilakukan.
Lakukan pengujian saat mobil dikendarai, termasuk ketika berpindah dari posisi berhenti ke berjalan. Jangan hanya mengandalkan pemeriksaan saat mobil diam.
3. Sistem Pengereman: Periksa Respons dan Kondisinya
Rem merupakan komponen keselamatan yang tidak boleh diabaikan. Saat melakukan uji jalan di area aman, pastikan pedal rem terasa konsisten dan mobil dapat berhenti dengan baik tanpa menarik ke salah satu sisi.
Perhatikan apakah muncul bunyi berdecit, getaran pada pedal, atau getaran pada setir ketika melakukan pengereman. Gejala tersebut dapat berkaitan dengan kampas rem, cakram, atau komponen lain yang perlu diperiksa.
Jika memungkinkan, mintalah mekanik memeriksa ketebalan kampas rem, kondisi cakram, serta kemungkinan kebocoran minyak rem. Jangan membeli mobil yang memiliki masalah pengereman sebelum penyebabnya diketahui dan biaya perbaikannya diperhitungkan.
4. Kaki-Kaki dan Suspensi: Dengarkan Bunyi Saat Melintasi Jalan Tidak Rata
Kondisi jalan di Indonesia membuat sistem kaki-kaki menjadi bagian penting dalam pemeriksaan mobil bekas. Komponen seperti shock absorber, bushing, ball joint, tie rod, dan bearing roda dapat mengalami keausan seiring pemakaian.
Ketika melakukan uji jalan, perhatikan apakah muncul bunyi benturan saat melewati jalan bergelombang atau polisi tidur. Amati pula apakah mobil terasa limbung, setir bergetar, atau kendaraan cenderung bergerak ke satu sisi.
Gejala tersebut bisa disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari tekanan ban yang tidak sesuai hingga keausan komponen suspensi atau masalah penyelarasan roda. Pemeriksaan di bengkel akan membantu menentukan sumber masalahnya.
5. Bodi dan Rangka: Waspadai Bekas Kecelakaan
Jangan hanya melihat warna cat dan kilap bodi. Periksa apakah terdapat perbedaan warna antarpanel, celah pintu yang tidak rata, bekas pengelasan, atau bagian bodi yang terlihat tidak simetris.
Perhatikan pula area ruang mesin, pilar pintu, lantai bagasi, dan bagian bawah kendaraan. Bekas perbaikan struktural atau kerusakan rangka akibat kecelakaan berat perlu mendapat perhatian khusus karena dapat memengaruhi keselamatan dan kestabilan mobil.
Mobil yang pernah mengalami perbaikan bodi tidak otomatis harus dihindari. Namun, kerusakan struktural yang signifikan sebaiknya menjadi alasan kuat untuk mempertimbangkan kembali pembelian.
6. Ban dan Velg: Periksa Keausan serta Kondisinya
Ban dapat memberikan gambaran mengenai kondisi kendaraan. Periksa kedalaman alur ban, retakan pada dinding ban, benjolan, dan keausan yang tidak merata.
Jika satu sisi ban lebih cepat aus daripada sisi lainnya, kemungkinan terdapat masalah pada tekanan ban, penyelarasan roda, suspensi, atau komponen kemudi. Kondisi tersebut perlu diperiksa lebih lanjut.
Pastikan ukuran ban sesuai dengan rekomendasi kendaraan dan velg tidak retak atau mengalami kerusakan. Jangan lupa menghitung biaya penggantian ban apabila kondisinya sudah mendekati batas pemakaian.
7. Sistem Kelistrikan: Uji Semua Fitur Utama
Mobil modern memiliki beragam komponen kelistrikan yang dapat menimbulkan biaya tambahan ketika mengalami gangguan. Sebelum membeli, nyalakan mesin dan uji seluruh fitur yang tersedia.
Periksa lampu utama, lampu sein, lampu rem, klakson, wiper, power window, central lock, sistem audio, kamera parkir, dan pendingin udara. Pastikan pula indikator pada panel instrumen menyala saat kontak diaktifkan dan padam sesuai fungsinya setelah mesin hidup.
Jika lampu indikator mesin, ABS, airbag, atau sistem penting lainnya tetap menyala, jangan langsung menganggapnya sebagai masalah kecil. Lakukan pemindaian diagnostik untuk mengetahui penyebabnya.
8. AC dan Sistem Pendingin Mesin: Pastikan Berfungsi Normal
AC yang tidak dingin dapat mengindikasikan masalah pada refrigeran, kompresor, kipas, atau komponen lain. Nyalakan AC selama beberapa menit dan pastikan udara yang keluar cukup dingin serta tidak menimbulkan bunyi abnormal.
Selain AC, periksa sistem pendingin mesin yang terdiri atas radiator, kipas, selang, reservoir coolant, dan komponen terkait. Pastikan tidak ada kebocoran cairan pendingin, bekas kerak yang mencurigakan, atau tanda mesin pernah mengalami panas berlebih.
Periksa level coolant ketika mesin sudah dingin. Jangan membuka tutup radiator ketika mesin panas karena cairan bertekanan dapat menyembur dan menyebabkan luka bakar.
9. Interior dan Indikasi Kerusakan Akibat Banjir
Kondisi interior dapat memberikan petunjuk mengenai cara pemilik sebelumnya merawat kendaraan. Periksa jok, karpet, plafon, sabuk pengaman, serta fungsi seluruh tombol di dalam kabin.
Waspadai bau apek yang kuat, karat pada bagian logam di bawah jok, lumpur di area tersembunyi, atau bekas air pada karpet dan bagasi. Jika beberapa tanda tersebut muncul bersamaan, mobil perlu diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui kemungkinan pernah terendam banjir.
Kerusakan akibat banjir bisa memengaruhi modul elektronik, konektor, sensor, dan sistem keselamatan. Dampaknya juga dapat muncul beberapa waktu setelah mobil digunakan.
10. Dokumen Kendaraan dan Riwayat Servis
Pemeriksaan mobil bekas tidak cukup hanya berfokus pada kondisi fisik. Pastikan dokumen kendaraan lengkap dan identitas kendaraan sesuai dengan nomor rangka serta nomor mesin yang tercantum pada dokumen terkait.
Periksa STNK, BPKB, status pajak, serta kesesuaian identitas penjual dan kewenangannya untuk menjual kendaraan. Jika memungkinkan, mintalah bukti riwayat servis, faktur perawatan, atau catatan penggantian komponen penting.
Riwayat servis dapat membantu memperkirakan kondisi kendaraan dan kebutuhan perawatan berikutnya. Jika membeli mobil dengan pembiayaan atau melalui perantara, pahami juga seluruh biaya dan persyaratan transaksinya.
Tips Tambahan Sebelum Membeli Mobil Bekas
Setelah memeriksa 10 bagian tersebut, jangan terburu-buru menyepakati harga. Ada beberapa langkah tambahan yang dapat membantu pemula mengambil keputusan dengan lebih aman.
- Lakukan test drive. Cobalah mobil di beberapa kondisi jalan yang aman untuk menilai respons mesin, transmisi, rem, setir, dan suspensi.
- Bawa mekanik independen. Pemeriksaan oleh pihak yang tidak berkepentingan dengan penjualan dapat membantu menemukan masalah yang luput dari perhatian.
- Periksa riwayat kendaraan. Cari informasi mengenai servis, kecelakaan, banjir, dan penggantian komponen jika catatannya tersedia.
- Siapkan dana perawatan awal. Selain harga pembelian, perhitungkan biaya servis, penggantian oli, ban, aki, dan komponen yang sudah mendekati akhir masa pakai.
- Jangan tergiur harga terlalu murah. Bandingkan harga dengan mobil sejenis dan telusuri alasan jika penawaran jauh di bawah harga pasar.
(BUS)
