
Baterai smartphone yang cepat habis tidak selalu disebabkan oleh kapasitas baterai yang kecil atau kondisi baterai yang sudah menurun. Dalam penggunaan sehari-hari, ada sejumlah fitur yang tetap bekerja di latar belakang dan secara perlahan mengonsumsi daya, bahkan ketika pengguna tidak sedang membuka aplikasi tertentu.
Fitur-fitur tersebut sebenarnya dirancang untuk memberikan pengalaman penggunaan yang lebih nyaman. Namun, ketika beberapa di antaranya aktif terus-menerus, konsumsi baterai bisa menjadi lebih tinggi. Karena itu, memahami fitur apa saja yang berpotensi menguras daya dapat membantu pengguna memperpanjang waktu pemakaian smartphone.
1. Layar dengan Refresh Rate Tinggi
Refresh rate 90Hz, 120Hz, bahkan lebih tinggi membuat animasi dan perpindahan tampilan terasa lebih mulus. Namun, layar dengan refresh rate tinggi membutuhkan energi lebih besar dibandingkan mode 60Hz, terutama ketika smartphone digunakan dalam waktu lama.
Jika daya baterai menjadi prioritas, pengguna dapat mengaktifkan mode adaptive refresh rate apabila tersedia. Sistem akan menyesuaikan refresh rate berdasarkan aktivitas sehingga tidak selalu menggunakan tingkat penyegaran tertinggi.
2. Always-On Display
Always-On Display atau AOD memungkinkan informasi seperti jam, tanggal, notifikasi, dan status baterai tetap terlihat ketika layar dalam keadaan mati.
Pada smartphone dengan layar AMOLED, konsumsi dayanya relatif efisien karena hanya piksel tertentu yang menyala. Meski demikian, AOD tetap membutuhkan energi. Jika smartphone sering berada dalam kondisi idle dan pengguna ingin menghemat baterai, fitur ini dapat dimatikan atau diatur agar hanya aktif pada waktu tertentu.
3. GPS dan Akses Lokasi
Layanan lokasi menjadi salah satu fitur yang cukup penting karena digunakan oleh aplikasi navigasi, transportasi online, cuaca, kamera, hingga berbagai aplikasi lainnya.
Masalahnya, aplikasi yang mendapatkan izin lokasi secara terus-menerus dapat membuat sistem lebih sering menentukan posisi perangkat. Pengguna sebaiknya memeriksa aplikasi mana saja yang memiliki akses lokasi dan memilih opsi seperti “saat aplikasi digunakan” jika tersedia.
4. Bluetooth yang Terus Aktif
Bluetooth modern relatif hemat energi, terutama ketika digunakan untuk perangkat seperti smartwatch atau earphone. Namun, koneksi Bluetooth yang terus aktif tetap dapat berkontribusi terhadap konsumsi baterai.
Jika tidak sedang menggunakan perangkat Bluetooth, mematikannya dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi aktivitas konektivitas smartphone.
5. Sinkronisasi Otomatis
Sinkronisasi otomatis memungkinkan email, kalender, kontak, penyimpanan cloud, dan aplikasi lainnya memperbarui data tanpa harus dibuka secara manual.
Fitur ini memang praktis, tetapi semakin banyak akun dan aplikasi yang melakukan sinkronisasi, semakin sering smartphone melakukan aktivitas di latar belakang. Pengguna dapat memeriksa akun yang tersinkronisasi dan menonaktifkan sinkronisasi otomatis untuk layanan yang jarang digunakan.
6. Notifikasi dari Banyak Aplikasi
Setiap notifikasi yang masuk dapat membangunkan layar, mengaktifkan koneksi jaringan, dan menjalankan aktivitas tertentu di latar belakang.
Jika hampir semua aplikasi diperbolehkan mengirim notifikasi, smartphone akan lebih sering melakukan aktivitas meskipun tidak sedang digunakan. Karena itu, menonaktifkan notifikasi dari aplikasi yang tidak penting dapat membantu mengurangi aktivitas yang tidak diperlukan.
7. Widget yang Terus Memperbarui Data
Widget cuaca, berita, saham, kalender, dan berbagai informasi lainnya dapat melakukan pembaruan secara berkala. Beberapa widget juga memanfaatkan koneksi internet atau lokasi untuk menampilkan informasi terbaru.
Jika jumlah widget terlalu banyak, terutama yang membutuhkan pembaruan secara berkala, konsumsi energi bisa ikut meningkat. Mengurangi widget yang tidak benar-benar dibutuhkan dapat menjadi langkah sederhana untuk menghemat baterai.
8. 5G yang Selalu Aktif
Koneksi 5G menawarkan kecepatan internet yang tinggi, tetapi pada kondisi tertentu penggunaannya dapat meningkatkan konsumsi daya, terutama ketika jaringan 5G tidak stabil atau sinyalnya lemah.
Jika wilayah tempat tinggal atau aktivitas sehari-hari memiliki cakupan 5G yang belum optimal, pengguna dapat mempertimbangkan mode jaringan otomatis atau 4G untuk aktivitas biasa. Pilihan ini bisa membantu menjaga baterai tetap bertahan lebih lama.
9. Aplikasi yang Aktif di Latar Belakang
Bukan hanya fitur bawaan smartphone yang perlu diperhatikan. Aplikasi tertentu juga dapat terus bekerja di latar belakang untuk menerima pesan, memperbarui konten, mengunggah data, atau menjalankan proses lainnya.
Untuk mengetahui aplikasi yang paling banyak mengonsumsi daya, pengguna dapat membuka menu Battery/Baterai pada pengaturan smartphone. Biasanya sistem akan menampilkan daftar aplikasi berdasarkan konsumsi baterai.
Jika ada aplikasi yang menghabiskan daya secara tidak wajar, pengguna dapat membatasi aktivitas latar belakangnya atau memeriksa apakah aplikasi tersebut memang perlu terus berjalan.
10. Kecerahan Layar yang Terlalu Tinggi
Layar merupakan salah satu komponen yang paling banyak menggunakan energi smartphone. Semakin tinggi tingkat kecerahan dan semakin lama layar menyala, semakin besar pula konsumsi baterainya.
Mengaktifkan adaptive brightness dapat membantu sistem menyesuaikan tingkat kecerahan berdasarkan kondisi lingkungan. Pengguna juga dapat mengatur waktu screen timeout agar layar tidak menyala terlalu lama ketika smartphone tidak digunakan.
Jangan Langsung Menyalahkan Baterai
Ketika baterai smartphone terasa cepat habis, pengguna sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa baterainya sudah rusak. Perubahan pola penggunaan, aplikasi yang berjalan di latar belakang, jaringan yang buruk, refresh rate tinggi, GPS, serta berbagai fitur konektivitas juga dapat memengaruhi daya tahan baterai.
Langkah paling mudah adalah membuka menu penggunaan baterai di pengaturan smartphone dan melihat aplikasi atau aktivitas apa yang paling banyak menggunakan daya. Dari sana, pengguna dapat menentukan fitur mana yang perlu dibatasi.
Pada akhirnya, menghemat baterai bukan berarti harus mematikan seluruh fitur smartphone. Yang lebih penting adalah menyesuaikan fitur dengan kebutuhan. Fitur yang benar-benar diperlukan dapat tetap digunakan, sementara fitur yang jarang digunakan bisa dibatasi agar smartphone dapat bertahan lebih lama dalam satu kali pengisian daya.
(CS)
