
Membersihkan rumah kini bukan lagi sekadar urusan menyapu dan mengangkat debu menggunakan vacuum cleaner. Perkembangan teknologi membuat perangkat rumah tangga semakin mampu beradaptasi dengan kebiasaan penggunanya, termasuk vacuum cleaner yang kini mulai memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Salah satu produk yang membawa konsep tersebut adalah Samsung Bespoke Jet AI, vacuum cleaner cordless yang menggabungkan kemampuan penyedotan bertenaga, teknologi AI, sistem filtrasi dan Clean Station dalam satu perangkat.
Samsung pertama kali memperkenalkan Bespoke Jet AI sebagai vacuum cleaner cordless dengan kemampuan AI yang dirancang untuk mengenali kondisi permukaan lantai dan kemudian menyesuaikan kinerja pembersihannya. Teknologi ini membuat pengguna tidak perlu terus-menerus mengatur daya hisap secara manual ketika berpindah dari lantai keras ke karpet atau permukaan lainnya.
AI yang Menyesuaikan Cara Membersihkan
Salah satu daya tarik utama Samsung Bespoke Jet AI terletak pada teknologi AI Cleaning Mode. Sistem ini memanfaatkan sensor untuk membaca kondisi ketika brush bergerak di atas permukaan lantai. Data mengenai beban pada brush serta tekanan udara kemudian dianalisis untuk menentukan karakter permukaan yang sedang dibersihkan.
Setelah kondisi permukaan dikenali, sistem akan menyesuaikan daya hisap dan kecepatan brush agar pembersihan tetap efektif sekaligus lebih efisien dalam penggunaan energi. Konsep seperti ini menjadi menarik bagi rumah modern yang memiliki kombinasi berbagai jenis lantai, mulai dari keramik, lantai kayu hingga karpet.
Samsung menyebut teknologi AI Cleaning Mode pada generasi awal Bespoke Jet AI dapat membantu mengurangi konsumsi baterai hingga 14 persen ketika menggunakan Active Dual Brush dan meningkatkan kemampuan manuver hingga 6 persen. Pada Slim LED Brush+, penghematan baterai dapat mencapai hingga 21 persen dengan peningkatan manuver hingga 8 persen, berdasarkan pengujian Samsung.
Tidak Sekadar Mengandalkan Daya Hisap
Teknologi AI memang menjadi salah satu nilai jualnya, tetapi kemampuan sebuah vacuum cleaner tetap sangat bergantung pada sistem penyedotannya. Pada generasi Bespoke AI Jet yang lebih baru, Samsung bahkan menawarkan daya hisap hingga 400W pada Bespoke AI Jet Ultra, menunjukkan bagaimana teknologi penyedotan terus dikembangkan untuk menghadapi debu, rambut, bulu hewan dan kotoran lain yang berada di berbagai permukaan rumah.
Untuk penggunaan sehari-hari, kemampuan tersebut memberikan fleksibilitas ketika vacuum cleaner digunakan untuk membersihkan area yang berbeda. Lantai keras dapat dibersihkan dari debu halus dan kotoran yang terlihat, sementara karpet membutuhkan kombinasi daya hisap dan gerakan brush yang berbeda agar kotoran yang terselip di antara serat dapat terangkat.
Pada model Bespoke AI Jet Lite yang dipasarkan Samsung Indonesia, misalnya, AI Cleaning Mode 2.0 mampu mengenali beberapa jenis permukaan, termasuk lantai keras, permukaan yang lebih tinggi serta karpet dengan bulu pendek maupun panjang. Sistem kemudian menyesuaikan pengoperasian brush dan daya pembersihan sesuai kondisi tersebut.
All-in-One Clean Station, Bagian yang Membuatnya Praktis
Salah satu hal yang sering menjadi pekerjaan tambahan setelah menggunakan vacuum cleaner adalah mengosongkan tempat penampungan debu. Samsung mencoba mengatasi persoalan tersebut melalui All-in-One Clean Station.
Ketika vacuum cleaner ditempatkan pada Clean Station, debu dari dustbin dapat dipindahkan secara otomatis ke tempat penampungan. Samsung juga menggunakan teknologi Air Pulse dan Air Spin Edge pada sistem tersebut untuk membantu mengeluarkan kotoran serta rambut yang masih tertinggal di dalam dustbin.
Bagi pengguna rumah modern, fitur seperti ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga membuat rutinitas membersihkan rumah menjadi lebih sederhana. Setelah selesai digunakan, vacuum cleaner cukup dikembalikan ke tempatnya sehingga proses pengosongan debu dan pengisian daya dapat berlangsung tanpa harus dilakukan secara manual setiap kali selesai membersihkan rumah.
Sistem Filtrasi untuk Menangkap Debu Halus
Persoalan vacuum cleaner bukan hanya bagaimana mengangkat kotoran dari lantai, tetapi juga bagaimana mengelola debu setelah kotoran tersebut berhasil disedot. Samsung membekali jajaran Bespoke AI Jet dengan sistem filtrasi yang dirancang untuk menangkap partikel debu halus sebelum udara kembali dilepaskan.
Pada Bespoke AI Jet Lite, Samsung menyebut sistem filtrasi HEPA-nya mampu menyaring debu mikroskopis hingga 99,999 persen berdasarkan pengujian yang dilakukan perusahaan. Sistem tersebut menjadi salah satu aspek penting bagi rumah yang ingin menjaga kualitas udara tetap lebih bersih, terutama ketika vacuum cleaner digunakan secara rutin untuk membersihkan debu halus dan bulu hewan.
Untuk keluarga yang memiliki hewan peliharaan, keberadaan aksesori khusus seperti Pet Tool+ juga menjadi nilai tambah. Perangkat ini dirancang untuk membantu membersihkan bulu hewan yang menempel pada karpet maupun furnitur, sehingga vacuum cleaner tidak hanya digunakan untuk lantai tetapi juga berbagai area di dalam rumah.
Terhubung dengan SmartThings
Konsep rumah modern yang dibangun Samsung tidak berhenti pada perangkat keras. Bespoke AI Jet juga dapat terhubung dengan ekosistem SmartThings sehingga sejumlah fungsi perangkat dapat dikelola melalui smartphone.
Pada model yang mendukungnya, pengguna dapat memanfaatkan konektivitas Wi-Fi, melakukan pengaturan tertentu, memperoleh informasi mengenai kondisi perangkat serta menggunakan fungsi self-diagnosis. Samsung juga menyediakan fitur seperti maintenance guide dan pembaruan perangkat lunak pada model tertentu.
Integrasi seperti ini memperlihatkan arah perkembangan peralatan rumah tangga yang semakin terkoneksi. Vacuum cleaner tidak lagi sekadar alat yang digunakan kemudian disimpan kembali di sudut rumah, tetapi mulai menjadi bagian dari ekosistem perangkat pintar di dalam hunian.
Cordless untuk Rumah dengan Mobilitas Tinggi
Keunggulan lain dari konsep Bespoke Jet adalah desain cordless. Tanpa kabel listrik yang harus terus terhubung ke stopkontak, pengguna lebih leluasa membersihkan ruangan, tangga, sofa, kamar tidur hingga area yang sulit dijangkau.
Samsung Bespoke AI Jet Lite, misalnya, memiliki bobot sekitar 2,49 kg dalam konfigurasi yang dicantumkan Samsung Indonesia, dengan daya hisap hingga 280W dan waktu operasi hingga 60 menit pada kondisi pengujian tertentu. Perangkat tersebut juga menggunakan baterai lithium-ion yang dapat dilepas dan membutuhkan waktu pengisian sekitar 210 menit.
Namun, seperti perangkat cordless lainnya, angka waktu penggunaan perlu dilihat sesuai mode dan aksesori yang digunakan. Semakin tinggi daya hisap dan semakin berat beban pembersihan, semakin besar pula konsumsi baterainya.
Apakah Cocok untuk Rumah Modern?
Samsung Bespoke Jet AI menarik terutama bagi konsumen yang menginginkan vacuum cleaner dengan kombinasi antara performa, kenyamanan dan teknologi pintar. Kemampuan AI Cleaning Mode membuat perangkat dapat menyesuaikan kinerja berdasarkan kondisi permukaan, sementara Clean Station mengurangi pekerjaan manual setelah proses penyedotan selesai.
Kehadiran sistem HEPA, berbagai pilihan brush dan aksesori, baterai yang dapat dilepas serta konektivitas SmartThings semakin memperluas fungsi perangkat untuk kebutuhan rumah sehari-hari.
Pada akhirnya, keunggulan Bespoke Jet AI bukan hanya terletak pada label “AI”, tetapi pada bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk menyelesaikan persoalan yang benar-benar dihadapi pengguna. Ketika vacuum cleaner mampu mengenali kondisi lantai, mengatur kinerja secara otomatis, mengelola debu setelah digunakan dan memberikan informasi mengenai kondisi perangkat, pekerjaan membersihkan rumah menjadi lebih praktis dan terintegrasi.
Bagi rumah modern dengan kombinasi lantai keras, karpet, furnitur dan berbagai kebutuhan pembersihan lainnya, konsep seperti Samsung Bespoke Jet AI menunjukkan bagaimana perangkat rumah tangga perlahan berubah dari sekadar alat bantu menjadi bagian dari ekosistem smart home yang semakin cerdas.
(EWK)
