
Di tengah tren fashion yang terus berubah, gaya berpakaian old money style semakin menarik perhatian. Gaya ini dikenal melalui penampilan yang elegan, rapi, dan berkelas tanpa harus mengandalkan logo merek besar atau aksesori yang mencolok. Dengan mengutamakan kualitas bahan, potongan pakaian, serta perpaduan warna yang harmonis, old money style menawarkan pendekatan berpakaian yang klasik dan tak lekang oleh waktu.
Istilah old money sendiri merujuk pada keluarga atau kalangan yang memiliki kekayaan turun-temurun. Dalam dunia fashion, istilah ini kemudian digunakan untuk menggambarkan gaya berpakaian yang terinspirasi dari penampilan kalangan elite tradisional, seperti keluarga bangsawan Eropa dan masyarakat kelas atas yang mengutamakan kesederhanaan dalam kemewahan.
Meski memiliki akar dari lingkungan sosial tertentu, old money style kini dapat diadaptasi oleh siapa saja tanpa harus memiliki latar belakang atau kemampuan finansial seperti kelompok tersebut.
Mengutamakan Kesederhanaan dan Kualitas
Salah satu ciri utama old money style adalah penampilannya yang sederhana, tetapi tetap terlihat elegan. Alih-alih mengikuti tren yang cepat berganti, gaya ini lebih menekankan pemilihan pakaian dengan desain klasik yang dapat digunakan dalam berbagai kesempatan.
Kualitas bahan menjadi salah satu aspek penting. Katun berkualitas, linen, wol, dan rajutan yang nyaman sering menjadi pilihan karena memberikan kesan rapi sekaligus mendukung kenyamanan saat dikenakan. Selain itu, potongan pakaian yang sesuai dengan bentuk tubuh membuat penampilan terlihat lebih proporsional tanpa harus menggunakan desain yang berlebihan.
Dalam old money style, pakaian yang sederhana dapat memberikan kesan mewah ketika memiliki potongan yang baik, bahan yang berkualitas, dan kondisi yang terawat.
Warna Netral Menjadi Pilihan Utama
Palet warna merupakan elemen penting dalam membangun penampilan old money. Warna-warna netral seperti putih, krem, beige, navy, abu-abu, cokelat, dan hitam sering menjadi pilihan karena mudah dipadukan dan memberikan kesan klasik.
Kemeja putih yang dipadukan dengan celana bahan berwarna krem, misalnya, dapat menciptakan penampilan yang bersih dan elegan. Sementara itu, kombinasi blazer navy dengan celana panjang berwarna senada bisa menjadi pilihan untuk menghadiri acara formal maupun pertemuan profesional.
Penggunaan warna yang tidak terlalu ramai juga membuat pakaian lebih mudah digunakan berulang kali dengan kombinasi berbeda. Dengan demikian, seseorang tidak harus memiliki banyak pakaian untuk menghasilkan penampilan yang bervariasi.
Pilihan Pakaian yang Mencerminkan Old Money Style
Untuk menerapkan gaya ini, ada beberapa jenis pakaian yang dapat dijadikan bagian dari koleksi utama atau wardrobe.
Kemeja klasik menjadi salah satu item yang paling mudah digunakan. Kemeja putih, biru muda, atau bergaris tipis dapat dipadukan dengan celana bahan, rok, maupun jeans berpotongan lurus untuk menciptakan penampilan yang rapi.
Blazer dengan potongan sederhana juga menjadi pilihan penting. Untuk pria, blazer dapat dipadukan dengan kemeja dan celana chino, sedangkan perempuan bisa memadukannya dengan celana panjang berpotongan lurus, rok midi, atau gaun sederhana.
Selain itu, polo shirt, sweater rajut, cardigan, celana tailored, serta loafers merupakan beberapa item yang sering diasosiasikan dengan gaya ini. Bagi perempuan, gaun dengan siluet klasik, rok midi, blus berpotongan rapi, dan sepatu berdesain minimalis juga dapat menjadi pilihan yang sesuai.
Kunci utamanya bukan membeli seluruh jenis pakaian tersebut sekaligus, melainkan memilih beberapa item yang mudah dipadukan dan sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.
Aksesori Minimalis untuk Menyempurnakan Penampilan
Old money style tidak mengharuskan seseorang menggunakan banyak aksesori. Sebaliknya, aksesori dipilih secara selektif untuk melengkapi penampilan tanpa mengalihkan perhatian dari keseluruhan busana.
Jam tangan dengan desain klasik, ikat pinggang kulit, tas berstruktur sederhana, kacamata dengan bingkai elegan, serta perhiasan berukuran kecil dapat menjadi pilihan. Kualitas dan kesesuaian aksesori dengan pakaian lebih penting daripada jumlah maupun kemewahan mereknya.
Perawatan penampilan juga tidak kalah penting. Pakaian yang disetrika rapi, sepatu yang bersih, dan aksesori yang terawat dapat memberikan kesan lebih berkelas meskipun seluruh busana yang dikenakan memiliki desain sederhana.
Cara Menerapkan Old Money Style Tanpa Harus Mahal
Salah satu anggapan yang sering muncul adalah bahwa old money style membutuhkan pakaian dari merek mewah dengan harga tinggi. Padahal, esensi gaya ini lebih terletak pada pemilihan pakaian, kualitas yang sesuai dengan anggaran, dan cara memadukannya.
Langkah pertama adalah membangun koleksi pakaian dasar dengan warna netral. Kemeja putih, celana bahan hitam, celana chino beige, serta blazer sederhana dapat menjadi awal yang baik karena mudah dikombinasikan untuk berbagai kesempatan.
Selanjutnya, perhatikan ukuran pakaian. Busana yang terlalu besar atau terlalu ketat dapat mengurangi kesan rapi apabila potongannya tidak sesuai dengan bentuk tubuh. Tidak selalu harus dibuat khusus, tetapi memilih ukuran yang tepat akan membantu menghasilkan penampilan yang lebih proporsional.
Penting pula untuk mempertimbangkan kualitas sebelum membeli pakaian. Daripada membeli banyak item yang hanya digunakan sesekali, lebih baik memilih pakaian yang nyaman, tidak mudah rusak, dan dapat dikenakan dalam jangka waktu panjang.
Jika ingin berhemat, pakaian preloved berkualitas juga dapat menjadi alternatif. Dengan pemeriksaan yang cermat terhadap kondisi bahan, jahitan, dan kancing, seseorang dapat menemukan item klasik yang sesuai dengan gaya ini tanpa mengeluarkan biaya besar.
Old Money Style dan Gaya Hidup Berkelanjutan
Menariknya, prinsip berpakaian old money style memiliki kesamaan dengan konsep sustainable fashion atau fashion berkelanjutan. Keduanya mendorong konsumen untuk lebih selektif dalam membeli pakaian dan mempertimbangkan daya tahan produk.
Pakaian dengan desain klasik cenderung tidak cepat kehilangan relevansi ketika tren berganti. Hal ini memungkinkan pemiliknya menggunakan kembali item yang sama dalam berbagai kombinasi, sehingga kebutuhan untuk terus membeli pakaian baru dapat dikurangi.
Meski demikian, old money style tidak otomatis menjamin praktik fashion yang berkelanjutan. Dampaknya tetap bergantung pada cara seseorang membeli, merawat, dan menggunakan pakaian. Memilih produk yang tahan lama, memperbaiki pakaian yang rusak, serta menghindari pembelian impulsif merupakan langkah yang lebih nyata untuk mendukung gaya hidup tersebut.
Gaya Klasik yang Tetap Relevan
Old money style menunjukkan bahwa penampilan elegan tidak selalu harus ditampilkan melalui busana yang mencolok atau mengikuti tren terbaru. Perpaduan pakaian yang tepat, warna yang harmonis, bahan yang nyaman, serta perhatian terhadap detail justru dapat menghasilkan penampilan yang berkelas dan bertahan lama.
Gaya ini juga memberikan keleluasaan bagi setiap orang untuk menyesuaikannya dengan kepribadian, aktivitas, dan kemampuan finansial masing-masing. Tidak perlu meniru penampilan kalangan elite secara keseluruhan, sebab esensi yang paling relevan adalah membangun gaya personal yang rapi, sederhana, dan tidak berlebihan.
