
Gula merupakan salah satu sumber energi yang dibutuhkan tubuh. Namun, konsumsi gula secara berlebihan dapat menjadi masalah, terutama ketika asupan gula tidak selalu berasal dari makanan atau minuman yang terasa manis.
Banyak makanan dan minuman sehari-hari ternyata mengandung gula tambahan yang mungkin tidak disadari. Mulai dari minuman kemasan, saus, roti, sereal, hingga makanan ringan dapat menyumbang asupan gula cukup besar jika dikonsumsi terlalu sering.
Apa yang Dimaksud dengan Gula Tersembunyi?
Gula tersembunyi adalah gula yang terdapat dalam produk makanan atau minuman yang terkadang tidak dianggap sebagai makanan manis. Misalnya, seseorang mungkin tidak merasa sedang mengonsumsi banyak gula ketika makan roti dengan selai, saus tomat, atau minum kopi susu kemasan.
Gula juga dapat ditulis dengan berbagai nama pada daftar komposisi. Selain istilah “gula”, konsumen dapat menemukan bahan seperti sukrosa, glukosa, fruktosa, sirup glukosa, sirup jagung, maltosa, dekstrosa, atau madu.
Karena itu, hanya mengandalkan rasa manis tidak cukup untuk memperkirakan jumlah gula yang dikonsumsi.
Minuman Manis Sering Menjadi Sumber Gula Tambahan
Salah satu sumber gula yang paling mudah terlewatkan adalah minuman. Teh kemasan, minuman kopi siap minum, minuman bersoda, minuman energi, minuman rasa buah, hingga minuman kekinian dapat mengandung gula tambahan.
Masalahnya, gula dalam bentuk minuman relatif mudah dikonsumsi dalam jumlah banyak karena tidak memberikan rasa kenyang yang sama seperti makanan utuh. Seseorang bisa menghabiskan satu botol minuman manis dalam beberapa menit tanpa menyadari berapa banyak gula yang masuk ke tubuh.
Kebiasaan menambahkan gula ke kopi atau teh juga perlu diperhatikan, terutama jika dilakukan beberapa kali dalam sehari.
Makanan yang Tidak Terasa Manis Juga Bisa Mengandung Gula
Gula tersembunyi tidak hanya ditemukan pada makanan bercita rasa manis. Beberapa produk yang terasa gurih atau asin juga dapat menggunakan gula sebagai bagian dari formulasi produknya.
Contohnya antara lain:
- Saus tomat dan saus sambal
- Saus barbeque
- Dressing salad
- Roti dan produk bakery
- Sereal sarapan
- Granola
- Biskuit dan crackers
- Yogurt dengan tambahan rasa
- Makanan instan
- Selai
- Minuman susu dengan rasa tertentu
Artinya, pilihan makanan yang tidak terasa manis belum tentu bebas dari gula tambahan.
Perhatikan Label Gizi
Salah satu cara sederhana untuk mengetahui asupan gula adalah membiasakan diri membaca label pangan. Jangan hanya melihat tulisan pada bagian depan kemasan seperti “rendah lemak” atau “mengandung vitamin”, tetapi periksa juga informasi nilai gizi dan daftar bahan.
Perhatikan ukuran sajian karena jumlah gula yang tercantum biasanya berkaitan dengan satu takaran saji. Jika satu kemasan mengandung beberapa sajian dan seluruhnya dikonsumsi sekaligus, total gula yang masuk ke tubuh bisa lebih tinggi daripada yang diperkirakan.
Daftar bahan juga dapat membantu mengetahui apakah produk mengandung gula tambahan dan dalam bentuk apa.
Bukan Berarti Harus Menghindari Gula Sepenuhnya
Gula tidak harus dihilangkan sepenuhnya dari pola makan. Yang lebih penting adalah mengendalikan jumlah dan frekuensi konsumsinya.
Buah, misalnya, secara alami mengandung gula tetapi juga menyediakan serat, vitamin, mineral, dan berbagai zat gizi lainnya. Kondisinya berbeda dengan minuman atau makanan yang mendapatkan tambahan gula dalam jumlah besar tetapi relatif sedikit memberikan zat gizi.
Karena itu, fokus utama bukan sekadar mencari makanan yang “tidak manis”, melainkan membangun pola makan yang lebih seimbang dan membatasi konsumsi gula tambahan.
Cara Mengurangi Gula Tersembunyi
Mengurangi konsumsi gula dapat dilakukan secara bertahap. Beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dicoba antara lain:
- Lebih sering memilih air putih dibandingkan minuman manis.
- Mengurangi gula tambahan pada kopi atau teh secara bertahap.
- Membandingkan label beberapa produk sebelum membeli.
- Memilih makanan yang lebih minim proses ketika memungkinkan.
- Membatasi konsumsi saus dan dressing yang digunakan dalam jumlah banyak.
- Tidak menganggap minuman kemasan sebagai pengganti air putih.
- Memperhatikan ukuran porsi, terutama untuk makanan ringan dan produk dengan beberapa takaran saji.
Pada akhirnya, mengenali gula tersembunyi bukan berarti harus takut terhadap semua makanan yang mengandung gula. Kebiasaan membaca label, memperhatikan porsi, dan membatasi konsumsi makanan serta minuman dengan gula tambahan dapat membantu menjaga pola makan tetap lebih seimbang.
(EK)
