
Di tengah perkembangan Tangerang Selatan yang semakin padat, keberadaan ruang hijau menjadi semakin penting. Tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk melepas penat, ruang terbuka hijau juga dapat menjadi sarana edukasi, rekreasi, sekaligus tempat masyarakat kembali berinteraksi dengan alam.
Salah satu kawasan yang menarik untuk dikunjungi adalah Hutan Kota Tanah Tingal di Jalan Merpati Raya No. 32B, Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan. Kawasan ini menawarkan suasana hijau yang cukup kontras dengan lingkungan perkotaan di sekitarnya.
Namun, Tanah Tingal bukan sekadar tempat wisata alam. Di balik pepohonan dan berbagai fasilitasnya, kawasan ini memiliki sejarah panjang yang berkaitan erat dengan sosok Boediardjo, kecintaan terhadap tanaman, serta gagasan menjadikan lahan pribadi sebagai ruang pendidikan dan lingkungan.
Berawal dari Lahan Pribadi Keluarga Boediardjo
Sejarah Tanah Tingal tidak bisa dilepaskan dari nama Boediardjo, tokoh yang pernah menjabat sebagai Menteri Penerangan Republik Indonesia pada 1968–1973 dan kemudian menjadi Duta Besar Indonesia untuk Spanyol dan Kamboja.
Sejumlah sumber menyebut kawasan Tanah Tingal mulai berkembang sejak sekitar 1985. Pada awalnya, lahan yang berada di Sawah Baru tersebut merupakan kawasan milik keluarga Boediardjo dan digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus lingkungan yang dekat dengan alam.
Nama Tanah Tingal sendiri memiliki cerita tersendiri. Nama tersebut diambil dari nama sebuah desa di Magelang, Jawa Tengah, yang merupakan daerah asal Boediardjo.
Kawasan tersebut kemudian berkembang menjadi lahan hijau yang dipenuhi berbagai jenis tanaman. Kontur tanah yang khas serta jumlah pepohonan yang mencapai ribuan membuat suasananya semakin menyerupai kawasan hutan di tengah lingkungan perkotaan.
Dari Kecintaan pada Anggrek hingga Menjadi Hutan Kota
Kecintaan Boediardjo terhadap tanaman turut mendorong perkembangan kawasan ini. Pada dekade 1980-an, di dalam area tersebut dikembangkan Tingal Orchid, yang menjadi tempat budidaya dan koleksi tanaman anggrek.
Dari aktivitas tersebut, perhatian terhadap tanaman dan lingkungan semakin berkembang. Tanah yang awalnya merupakan lahan pribadi kemudian dipenuhi berbagai jenis vegetasi dan koleksi tanaman.
Sejumlah sumber menyebut kawasan ini memiliki sekitar 9–10 hektare lahan dan ditumbuhi ribuan jenis atau koleksi tanaman. Data mengenai luas kawasan memang berbeda-beda antar sumber, tetapi semuanya menggambarkan Tanah Tingal sebagai kawasan hijau yang cukup luas untuk ukuran sebuah destinasi yang berada di tengah kawasan perkotaan.
Pada perkembangannya, kawasan tersebut kemudian dibuka untuk kepentingan yang lebih luas dan berfungsi sebagai ruang hijau, tempat rekreasi, serta sarana pendidikan berbasis lingkungan.
Amanah untuk Pendidikan dan Lingkungan
Menariknya, konsep Tanah Tingal tidak berhenti sebagai taman atau kebun pribadi. Kawasan ini juga berkembang menjadi tempat pendidikan dan pelatihan yang memanfaatkan alam sebagai media belajar.
Gagasan tersebut kemudian diteruskan melalui berbagai kegiatan pendidikan dan aktivitas luar ruang. Bahkan, Sekolah Tanah Tingal mulai berdiri pada 2007 sebagai bagian dari pengembangan kawasan pendidikan yang berwawasan lingkungan. Menurut keterangan keluarga Boediardjo, pengembangan fungsi pendidikan tersebut merupakan bagian dari amanah yang ditinggalkan Boediardjo.
Dengan konsep seperti ini, Tanah Tingal memiliki karakter yang berbeda dari taman kota biasa. Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat pepohonan, tetapi juga dapat memperoleh pengalaman berinteraksi langsung dengan lingkungan.
Suasana Hijau di Tengah Kota
Saat memasuki kawasan Tanah Tingal, suasana perkotaan seolah sedikit menjauh. Pepohonan yang rindang memberikan keteduhan, sementara berbagai jenis tanaman membuat lingkungan terasa lebih alami.
Kawasan ini juga memiliki danau atau kolam buatan yang menjadi salah satu elemen penting dalam lanskap Tanah Tingal. Selain mempercantik kawasan, keberadaan area perairan tersebut juga mendukung konsep lingkungan yang dibangun di tempat ini.
Bagi masyarakat yang sehari-hari beraktivitas di kawasan Bintaro, Ciputat, Pamulang, maupun Tangerang Selatan, suasana seperti ini bisa menjadi alternatif untuk beristirahat sejenak dari rutinitas.
Rumah bagi Berbagai Jenis Tanaman dan Burung
Kekayaan Tanah Tingal tidak hanya terlihat dari jumlah pepohonannya. Kawasan ini juga dikenal memiliki berbagai jenis tanaman dan satwa.
Beberapa laporan menyebut terdapat beragam jenis burung yang hidup di kawasan tersebut, mulai dari burung kutilang, tekukur, perkutut Jawa, betet hingga elang bondol. Koleksi tanaman yang menarik juga menjadi salah satu daya tarik kawasan ini, termasuk pohon Bodhi yang pernah disebut sebagai salah satu koleksi berharga Tanah Tingal.
Kondisi tersebut membuat Tanah Tingal menarik untuk dijadikan tempat memperkenalkan keanekaragaman hayati kepada anak-anak. Mereka dapat belajar mengenali tanaman, mengamati burung, sekaligus memahami pentingnya menjaga lingkungan.
Tidak Hanya untuk Jalan-Jalan
Sebagai destinasi wisata edukatif, Tanah Tingal sejak lama dikenal memiliki berbagai kegiatan luar ruang. Aktivitas yang pernah tersedia antara lain outbound, bermain kano, berenang, kegiatan berkebun, hingga aktivitas yang berkaitan dengan pengenalan alam.
Karakter tersebut membuat Tanah Tingal cocok untuk berbagai kelompok usia. Anak-anak dapat bermain sekaligus belajar, sementara orang dewasa dapat menikmati suasana hijau dan melakukan aktivitas luar ruangan.
Bagi keluarga, pengalaman seperti ini juga bisa menjadi alternatif dari kegiatan akhir pekan yang biasanya hanya dilakukan di pusat perbelanjaan atau tempat hiburan indoor.
Tempat yang Cocok untuk Mengenalkan Alam kepada Anak
Salah satu nilai penting Tanah Tingal adalah kesempatan bagi anak-anak untuk belajar melalui pengalaman langsung.
Di tempat seperti ini, anak dapat diperkenalkan pada berbagai jenis tanaman, hewan, air, tanah, dan ekosistem secara sederhana. Mereka juga dapat belajar bahwa ruang hijau bukan sekadar tempat yang dipenuhi pepohonan, tetapi merupakan habitat bagi berbagai makhluk hidup.
Konsep tersebut semakin relevan di tengah kehidupan anak-anak perkotaan yang semakin dekat dengan perangkat digital. Mengajak mereka menghabiskan beberapa jam di ruang terbuka dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus edukatif.
Alternatif Rekreasi Akhir Pekan Warga Bintaro dan Sekitarnya
Lokasi Tanah Tingal yang berada di kawasan Ciputat membuatnya relatif mudah dijangkau dari sejumlah kawasan Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan. Bagi warga Bintaro dan sekitarnya, tempat ini bisa menjadi salah satu alternatif rekreasi ketika ingin mencari suasana hijau tanpa harus melakukan perjalanan jauh.

Tidak harus melakukan aktivitas yang berat. Berjalan santai di antara pepohonan, duduk di area yang tersedia, menikmati suasana danau, atau mengajak anak mengenal berbagai tanaman sudah cukup untuk membuat kunjungan terasa berbeda.
Informasi yang tersedia mencantumkan lokasi Tanah Tingal di Jalan Merpati No. 32B, Sawah Baru, Ciputat, Tangerang Selatan. Sejumlah sumber juga mencantumkan jam kunjungan sekitar pukul 08.00–16.00 WIB. Karena jam operasional, fasilitas, dan tarif dapat berubah, sebaiknya pengunjung memastikan informasi terbaru sebelum datang.
Menjaga Warisan Hijau Tanah Tingal
Sejarah Tanah Tingal memberikan pelajaran menarik bahwa sebuah lahan pribadi dapat berkembang menjadi ruang yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Berawal dari tempat tinggal keluarga, berkembang dengan koleksi tanaman dan Tingal Orchid, kemudian menjadi kawasan rekreasi dan pendidikan berbasis lingkungan, perjalanan Tanah Tingal menunjukkan bagaimana kecintaan terhadap alam dapat meninggalkan warisan yang panjang.
Kini, keberadaan kawasan seperti Tanah Tingal menjadi semakin penting bagi Tangerang Selatan. Di tengah pembangunan kota yang terus berkembang, ruang hijau bukan hanya dibutuhkan untuk memperindah lingkungan, tetapi juga untuk menyediakan tempat bagi masyarakat beristirahat, belajar, dan berinteraksi dengan alam.
Bagi warga Bintaro, Ciputat, Pamulang, dan kawasan Tangerang Selatan lainnya yang mencari destinasi hijau untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, Hutan Kota Tanah Tingal layak dipertimbangkan. Bukan hanya karena suasananya yang asri, tetapi juga karena di balik pepohonannya tersimpan sejarah panjang tentang kecintaan terhadap tanaman, pendidikan, dan upaya menjaga ruang hijau di tengah perkembangan kota.
(ES)
