Semangat Sumpah Pemuda di Tengah Pandemi

Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap tanggal 28 Oktober. Hari tersebut merupakan tanda pengingat kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia mengenai sejarah perjuangan pemuda Indonesia untuk memperjuangkan persatuan dan kesatuan bangsa. Peristiwa Sumpah Pemuda, merupakan momentum di mana para pemuda bersumpah bahwa mereka akan mencintai tanah air Indonesia dan Bahasa Indonesia. Saat ini semangat cinta tanah air dan bangsa perlu dibangkitkan kembali di kalangan pemuda masa kini.

Sangat penting bagi setiap putra putri Indonesia untuk memahami makna sumpah pemuda. Sumpah tersebut dapat diaktualisasikan dengan memberikan kontribusi yang berguna bagi masyarakat dan bangsa kita.  Kontribusinya memang akan berbeda dengan pemuda di jaman dahulu, yang berjuang untuk memperjuangkan kemerdekaan. Apa yang bisa dilakukan generasi muda saat ini?

Pada masa pandemi ini, sebagai generasi muda kita dapat berkontribusi dengan cara ikut mempromosikan gerakan memakai masker dan menjaga protokol kesehatan seperti mencuci tangan dan menjaga jarak. Banyak anak muda yang malah cuek dan cenderung bepergian walau berisiko. Beberapa lalu lalang di jalan tanpa masker dan tidak memperdulikan kesehatan orang lain. Di satu sisi, banyak juga dokter muda atau psikolog yang mengorbankan waktu dan nyawa untuk menangani pasien yang terinfeksi Covid-19. Semangat untuk mengabdi demi kepentingan bangsa perlu dibuktikan oleh generasi muda ini.

Kreativitas, inovasi, dan terobosan baru merupakan salah satu bentuk semangat sumpah pemuda saat ini. Walaupun tidak dapat terjun langsung seperti tenaga medis, wujud rasa cinta terhadap bangsa dalam mencegah dan kontribusi melawan covid-19 bisa melalui berbagai cara. Misalnya penemuan alat kesehatan dan suplemen karya anak bangsa yang telah diumumkan oleh Bambang Soemantri Brodjonegoro, Menteri Riset Teknologi/Badan Risen Inovasi Nasional (BRIN) merupakan salah contoh bentuk kontribusi positif anak bangsa. Produk inovasi seperti PCR Test kit yang dinamakan TFRIC-19, alat uji rapid test, imunomodulator atau obat herbal tersebut telah diluncurkan bersamaan dengan Hari Kebangkitan Nasional secara virtual oleh Presiden Joko Widodo. Melalui inovasi ini, negara kita tidak perlu mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk impor alat kesehatan dari luar negeri.

Hal lain yang dapat dilakukan adalah gerakan gotong royong memberikan bantuan sembako bagi orang yang terimbas ekonomi dan donasi alat kesehatan seperti APD untuk tenaga medis. Sama halnya ketika para pemuda meraih kemerdekaan serta persatuan Indonesia, bekerja sama saling membantu untuk berkumpul dan berbagi suara tanpa melihat tingkat ekonomi, profesi, dan asal muasal. Seperti yang dilakukan oleh program penyaluran bantuan sosial (bansos) mendistribusikan paket sembako (Baca: https://www.liputan6.com/tekno/read/4255887/50-warung-mitra-bukalapak-salurkan-10-ribu-paket-sembako-di-tengah-pandemi)

Hal lain yang dapat kita lakukan adalah menggunakan bahasa Indonesia tidak hanya sebagai media komunikasi pemersatu, tetapi menjadi bahasa yang digunakan untuk mengedukasi masyarakat dalam menyebarkan pentingnya mematuhi protokol kesehatan melalui media kreatif seperti instagram, tiktok, dan youtube. Hal ini juga selaras dengan pesan dari Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK, Agus Supranto, yang menyampaikan pentingnya komunikasi risiko dan edukasi masyarakat mengenai protokol masyarakat.

Perilaku positif yang kita lakukan akan membuat kita menjadi lebih berguna bagi masyarakat kita. Jangan sampai kita melakukan kegiatan negatif atau malah tidak menunjukkan empati dengan melakukan ‘prank’ berbagi sembako palsu, atau malah melakukan penyerangan, serta tindakan kriminalitas lainnya. Mari kita sama-sama menciptakan kondisi kondusif melalui kontribusi terhadap negara baik secara langsung maupun tidak dalam melewati masa pandemik ini dengan semangat sumpah pemuda.

Tim penulis:

Clara Moningka

Annisa Windi Soewastika

Prodi Psikologi Universitas Pembangunan Jaya

 

Daftar Referensi

  1. (2020, Agustus). Pentingnya Peran Tenaga Kesehatan Masyarakat dalam Penanganan Covid-19. Retrieved from https://www.kemenkopmk.go.id/pentingnya-peran-tenaga-kesehatan-masyarakat-dalam-penanganan-covid-19
  2. Riki, A. S. (2020). Bangga, Anak Bangsa Produksi Sembilan Inovasi Alkes untuk Penanganan Covid-19! Retrieved from https://www.beritasatu.com/irawati-diah-astuti/nasional/635925/bangga-anak-bangsa-produksi-sembilan-inovasi-alkes-untuk-penanganan-covid19

Leave a Reply