Satu Lagi Jamu Modern Hadir di Bintaro

Seperti ramai diberitakan di media massa beberapa waktu lalu, obat virus korona sudah ditemukan pada curcumin yang ada pada jahe, kunyit, sereh dan temulawak yang biasa dibuat bumbu masak serta minuman segar alias jamu.Seorang peneliti Surabaya bernama Chaerul Anwar Nidom menegaskan, untuk menghadapi virus corona sebenarnya cukup mudah.

Nidom yang merupakan Guru Besar Biokimia dan Biologi Molekuler Universitas Airlangga Surabaya menyebut, ada dua macam virus corona, yaitu low pathogenic yang tidak begitu ganas, dimana reseptornya ada di saluran atas.Sedangkan yang kedua adalah high pathogenic, di mana reseptornya ada di paru yang dapat berakibat fatal pada manusia.

Guna menangkal virus corona, adalah dengan menangkal badai sitokin. Badai sitokin adalah sebuah proses biologis dalam paru karena ada infeksi virus corona yang menempel pada paru.

Disebutkan, untuk menangkal badai sitokin terdapat pada curcumin yang ada pada jahe, kunyit, sereh dan temulawak yang biasa dibuat bumbu masak serta minuman segar. “Di beberapa tempat saya tawarkan apa yang bisa digunakan untuk menangkal adalah herbal atau tanaman obat yang ada di sekitar kita. Dan kita biasa meminum atau mengonsumsi itu, yaitu yang kandungannya curcumin,” kata Nidom.

Menurutnya, obat-obat herbal itu sudah biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu dapat dipahami bahwa virus corona belum menyebar di Indonesia.Nidom mengatakan, ini bisa jadi karena masyarakat Indonesia terbiasa minum jamu atau bisa juga karena virus itu tidak sesuai dengan kondisi tubuh masyarakat Indonesia.

Nidom yang berpengalaman menghadapi wabah virus flu burung pada 2005 lalu menyarankan masyarakat tidak menunggu obat-obat yang dikeluarkan industri farmasi. “Konsumsilah apa yang biasa dilakukan. Kami sudah pernah mempunyai pengalaman-pengalaman yang lalu. Jadi produk-produk di daerah, tumbuhan-tumbuhan di Indonesia sudah cukup mampu menangkal (virus corona),” katanya lagi.

Jahe, kunyit dan temulawak lazim diracik sebagai minuman tradisional jamu. Nah, ada kabar gembira nih buat warga Bintaro yang suka jamu namun kesulitan mendapatkannya. Ada satu gerai jamu yang hadir di Pasar Modern Bintaro sejak bulan Januari lalu. Namanya Jamu Mbak Suni.

Ini merupakan gerai ketiga yang dimiliki oleh Jamu Mbak Suni. Sebelumnya jamu ini telah hadir di pasar modern BSD dan Café di Gading Serpong. Buka setiap hari mulai pukul 6 pagi hingga jam 3 sore. Pengunjungnya berasal dari kalangan menengah ke atas berusia 30an di kawasan Bintaro.

Info Bintaro berkesempatan mewawancarai pemilik gerai Ameeta Bhagchandani, yang merupakan kakak kandung dari Sunita Bhagchandani, pendiri Jamu Mbak Suni. Dari namanyalah merek ini berasal.. Sunita merupakan sarjana lulusan jurusan bisnis Prasetiya Mulya angkatan 2010. Sejak kuliah sudah menetapkan dirinya menjadi seorang enterpreneur.

Ameeta dan Sunita lahir dari ayah keturunan India dan ibu Solo, yang membuat mereka akrab dengan jamu sejak kecil. Suni telah bereksperimen dengan membuat minuman tradisional India dan Indonesia, menawarkannya kepada teman dan kerabat sebelum mendirikan toko online di tahun 2015, di bawah merek DrinkSunny.

Usaha kakak beradik ini berawal dari Pasar Modern BSD pada bulan Februari 2019. Tentu keinginannya membuka usaha di pasar tradisional mengundang tanya dari teman dan kerabat. Di saat para teman sebayanya bercita-cita bekerja di kantor mentereng dengan penyejuk udara dan berpenampilan necis, Ameeta dan Sunita memilih hal yang berbeda.

Penampilan Ameeta dan Sunita jauh dari gambaran mbok penjual jamu yang biasa berjualan jamu gendong. Baik Ameeta dan Sunita kerap berpenampilan casual di gerainya. Tak jarang mereka hanya mengenakan T-shirt khas baju anak muda bila berada ada di gerainya.

Seperti anak muda masa kini yang memiliki jiwa wirausaha yang kuat, mereka bercita-cita menawarkan waralaba Jamu Mbak Suni kepada publik. Agar lebih banyak yang mengenal jamu.

Sesudah lulus kuliah, Suni mulai serius mempelajari jamu. Tidak hanya membaca buku atau browsing internet, Suni pun rela bepergian ke Solo dan Yoga untuk mempelajari proses pembuatan jamu. Hasilnya dia memperoleh pengetahuan yang luas tentang ramuan tradisional dan rempah-rempah, juga manfaat dan efek sampingnya.

Di antaranya adalah soal ketidaktahuan awam tentang penyakit ginjal. Ada anggapan bahwa jamu bisa menyebabkan sakit ginjal. Itu bisa terjadi bila Anda mengonsumsi jamu yang mengandung bahan kimia dan tidak cukup minum.

Setiap kali pelanggan datang menjelaskan gejala atau masalah kesehatan mereka, Suni akan menyarankan minuman tertentu, atau mencampur bahan-bahan tertentu untuk membantu mereka mendapatkan kembali kebugaran.

Ameeta menuturkan bahwa banyak pelanggan dari gerainya di Bintaro membawa jamu untuk dibawa bepergian keluar negeri untuk menjaga stamina tubuh.

Oh ya ada kabar gembira, bila Anda sibuk dan tak sempat datang ke gerai, saat ini Anda pun dapat memesan Jamu Mbak Suni di aplikasi Go Food.Beragam jamu tradisional dapat dipesan di sana seperti kunyit asem, beras kencur, wedang jahe, gula asem, kunyit, rosella. Sedangkan di gerainya kita dapat menikmati jamu segar dengan pilihan diminum di tempat berupa gelas seharga Rp. 12.000 maupun di botol kemasan 250 ml (Rp. 20.000) dan 500 ml (Rp. 30.000).

Peminat warga Bintaro amat besar. Bahkan menurut penuturan Ameeta, di saat akhir pekan, ramai pengunjung memenuhi gerainya dan rela antri agar mendapatkan jamu yang diinginkan. Bila Anda ingin nongkrong dengan nyaman, disarankan datang pada saat weekdays, bukan weekends.

Tenggok Jamu

Umumnya penjual jamu adalah perempuan, biasanya penjual jamu menggunakan kebaya dan kain batik untuk menjajakan jamunya, tenggok jamu yang terbuat dari anyaman bambu ini berisikan botol-botol jamu lalu digendong menggunakan jarik untuk dijajakan.

1 tenggok berisikan 10 botol jamu ini memiliki berat sekitar 10-15 kg lho! Kebayang kan berat yang harus dipikul Ibu penjual jamu? Di gerai Jamu Mbak Suni, Anda dapat menemukan tenggok jamu yang terdiri dari 9 bahan yakni kunyit, temulawak, sirih, cabe puyang, kunyit putih, pahitan, beras kencur, wedang jahe dan gula asem. Sungguh ramuan tradisional yang dijamin sehat dan tanpa pengawet.

Jamu Godhog

Tidak hanya tenggok jamu, di gerai Jamu Mbak Suni kita juga dapat menemukan Jamu Godhog yang merupakan obat warisan dunia hasil dari kreasi nenek moyang Bangsa Indonesia yang wajib dilestarikan.

Kita dapat menemukan jamu godhog, ramuan jamu tradisional yang direbus, disajikan dengan tombo wedang jahe, uyub-uyub, pegel linu, watukan, bersih darah dan diabet.

Silahkan simak podcastnya di https://www.youtube.com/watch?v=VnTvwYlGFvk atau video liputannya di https://www.youtube.com/watch?v=hwE-v2abRmo&feature=emb_logo

Yuk, bantu usaha mereka dengan melestarikan jamu dengan mampir di gerai Jamu Mbak Suni di Pasar Modern Bintaro KA 75, Pintu Selatan 2, Bintaro Jaya Tangerang Selatan

Follow Instagramnya : https://www.instagram.com/jamumbaksuni.bintaro/

#JamuBintaro #JamuMbakSuni #PasarModernBintaro #waralababintaro

(EGS)

Leave a Reply