Melalui Pembelajaran STEAM, Sampoerna Academy Rayakan Tahun Baru Cina 2020

Sampoerna Academy sebagai sekolah internasional unggulan yang didukung dengan kurikulum yang disesuaikan di setiap jenjang pendidikan dari prasekolah hingga SMA (IEYC, Cambridge, IBDP), mengajarkan siswa-siswinya keragaman budaya di dunia. Salah satunya adalah dengan cara merayakan Tahun Baru Cina dengan cara mengedukasi mengenai sejarah dan budaya Cina.

Hal ini secara unik dilakukan melalui metode pembelajaran STEAM yaitu metode pembelajaran non konvensional yang bertujuan untuk menstimulasi pemikiran kritis siswanya dengan mengintegrasikan disiplin Science, Technology, Engineering, Arts dan Mathematics. Dengan metode ini, siswa-siswi Sampoerna Academy diharapkan lebih terdorong dan mampu mengembangkan keterampilan 5C (Critical Thinking, Communication, Collaboration, Creativity dan Character).

Lebih lanjut, melalui perayaan Tahun Baru Cina tersebut siswa-siswi Sampoerna Academy diajak untuk memperdalam pengetahuan budaya dan sejarah Cina serta mengekspresikan pemahamannya melalui berbagai aktivitas STEAM seperti kompetisi mendesain kartu angpao, cara menyimpulkan tali Cina, mempelajari teknik pembuatan kaligrafi Cina, serta mendesain lampion.

Dr. Mustafa Guvercin – Sampoerna Academy School Director mengatakan, “Perayaan Tahun Baru Cina menjadi salah satu tradisi yang selalu dilakukan di enam kampus Sampoerna Academy.  Kami memanfaatkan momen istimewa ini untuk mengajarkan siswa-siswi kami metode STEAM. Tema perayaan Tahun Baru Cina kali ini adalah Harmoni, yakni meningkatkan dan mengajarkan keselarasan antara pribadi, keluarga, dan masyarakat. Tema tersebut diharapkan mampu menjadi pengingat dan pemersatu, dan juga penyelaras hubungan antarsiswa, guru, dan orang tua dari berbagai latar belakang yang beragam di Sampoerna Academy, sesuai dengan nilai 5C.”

Kemeriahan perayaan Tahun Baru Cina juga ditutup dengan penampilan musik dan tari dari perwakilan siswa. “Kami berharap perayaan Tahun Baru Cina bukan saja menjadi sekadar perayaan tahunan, tetapi perayaan ini juga bisa membentuk keterampilan 5C siswa-siswi kami seperti yang kami selalu terapkan di setiap pengajaran dan juga meningkatkan kreativitas mereka melalui karya seni, membuat mereka berani menunjukan kemampuannya, serta menghargai budaya lain yang ada,” pungkasnya.

(BON)

Leave a Reply