Masalah-Masalah Akademik Yang Umum Dihadapi Siswa SMP dan SMA

Tidak semua remaja dapat menjalani kegiatan akademiknya  di sekolah dengan baik dan mulus tanpa hambatan. Beberapa dari mereka, karena faktor dari dalam diri sendiri maupun faktor-faktor eksternal menghadapi berbagai masalah yang dapat mempengaruhi bahkan menghambat prestasi akademiknya. Berikut masalah-masalah umum yang sering dihadapi oleh remaja berkaitan dengan aktivitas akademik di sekolah:

Motivasi Belajar Rendah

Menurut psikolog Dimyati dan Mujdiono, ada 4 faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa, yaitu: cita-cita siswa, kemampuan siswa, kondisi fisik dan psikologis siswa serta kondisi lingkungan siswa. Apapun yang menjadi faktor penyebab turunnya motivasi belajar tersebut, baik karena faktor intrinsik atau ekstrinsik, tentu akan berdampak besar terhadap performa dan prestasi akademik remaja di antaranya: nilai yang buruk, tidak mau terlibat dalam proses belajar, cuek dengan aktivitas akademiknya atau bahkan  absen dari kelas.

Hal pertama yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah rendahnya motivasi belajar ini yaitu mengidentifikasi dan memahami hal-hal apa saja yang menurunkan dan melemahkan motivasi remaja untuk belajar. Dengan mengetahui secara tepat apa yang menyebabkan motivasi belajar rendah, kita bisa menggali berbagai macam solusi untuk mengatasinya atau pun meminta bantuan dari orang dan pihak-pihak lain yang lebih kompeten untuk menyelesaikan masalah-masalah yang membuat motivasi belajar remaja menjadi rendah.

Hal lain yang bisa membantu kita dalam meningkatkan motivasi belajar remaja yaitu mencoba membuat relevansi antara mata pelajaran dengan kehidupan nyata sehari-hari. Dengan memahami keterhubungan dan manfaat praktis dari setiap mata pelajaran dengan kehidupan sehari-hari atau dengan kehidupan masa depan remaja, kemauan mereka untuk belajar lebih serius bisa lebih ditumbuhkan. Bila sang remaja menilai apa yang mereka pelajari adalah hal yang penting, memberikan nilai tambah atau bermanfaat untuk menjalani kehidupan sehari-hari baik di masa kini atau masa depan, maka sang remaja bisa  lebih banyak mencurahkan waktu, memberikan perhatian dan mempelajari lebih dalam apa yang mereka pelajari di sekolah.

Menunda Tugas Sekolah (Prokrastinasi Akademik)

Menurut Steel, seseorang dapat dikatakan melakukan proskratinasi bila ia menunda atau tidak menyelesaikan suatu tindakan yang telah direncanakan. Sedangkan prokrastinasi akademik merupakan jenis penundaan yang dilakukan pada jenis tugas formal yang berhubungan dengan tugas akademik.

Prokrastinasi akademik mengakibatkan sejumlah dampak buruk bagi siswa, antara lain performa akademik yang menurun, ketidakmampuan menyesuaikan diri secara adekuat dengan lingkungan, merasa tidak percaya diri, harga diri rendah (low self-esteem), merasa kapasitas diri kurang, motivasi belajar rendah, kesadaran menjadi menjadi lebih kurang serta meningkatkan kecemasan.

Elizabeth Lombardo, Ph.D dalam artikelnya di Psychology Today menawarkan beberapa solusi  untuk mengatasi kebiasaan menunda-nunda pekerjaan. Pertama, memfokuskan diri pada hal-hal positif yang akan diterima bila menyelesaikan suatu tugas. Kedua, menyakini bahwa seberat apapun tugas yang dikerjakan tidak akan membuat diri kita menjadi lebih lemah. Orang tua harus menganjurkan jadwal khusus dengan durasi tertentu untuk menyelesaikan suatu tugas. Serta mengajarkan remaja untuk realistis dalam menentukan jadwal dan target tugas yang akan dikerjakan. Bila perlu membagi tugas dalam bagian-bagian yang lebih kecil. Ajak remaja untuk mencari teman atau partner yang dapat mengingatkan tugas. Last but not least, berikan hadiah pada diri sendiri apabila sudah berhasil mengerjakan suatu tugas.

Sikap dan Kebiasaan Belajar Yang Tidak Adekuat

Beberapa contoh dari sikap dan kebiasaan belajar yang buruk dan perlu dihindari antara lain: tidak mempunyai jadwal belajar yang teratur (belajar bila hanya bila menghadapi ujian/tes saja); tidak memahami gaya belajar yang efektif untuk diri sendiri; tidak mempunyai target/tujuan dari kegiatan belajar; mempunyai sumber referensi yang terbatas; tidak mengoptimalkan sumber daya di sekolah, rumah dan pergaulan untuk belajar; malas mengerjakan tugas, mudah menyerah bila menghadapi kesulitan dalam belajar; sulit berkerja sama dengan teman atau guru dalam aktiitas belajar; tidak terlibat aktif dalam kegiatan belajar di kelas atau di luar kelas, dsb.

Sulit Membagi Waktu

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan agar kita  dapat mengelola waktu waktu dengan baik yakni memahami pola dan tipe dari diri kita. Bila kita memahami kebiasaaan kita, aktivitas yang kita lakukan, di saat kapan kita produktif dan bersemangat dalam berkegiatan maka pola tersebut dapat membantu kita dalam merencanakan dan menyusun jadwal kegiatan. Kemudian  menyusun jadwal kegiatan, membuat prioritas, menetapkan tujuan/goal. Dan merencanakan kegiatan yang bervariasi.

Penting bagi orang tua untuk mengajarkan remaja untuk berkata tidak pada sosial media, games, TV, fasilitas hiburan atau browsing di internet yang mengganggu fokus kita dalam belajar dan mengerjakan tugas.  Bukan berarti kita dilarang sama sekali melakukan hal-hal di atas. Namun kita harus berani mengatakan tidak kepada diri sendiri dan ajakan teman bila kita sedang belajar, mengerjakan tugas atau pada saat menghadapi ujian.

Penulis:

Supriyanto, S.Psi. M.Si. (Program Studi Psikologi, Universitas Pembangunan Jaya)

Sumber Referensi:

Aquino, L.B. (2011). Study habits and attitudes of freshmen students:  implications for academic intervention programs. Journal of Language Teaching and Research, Vol. 2, No. 5: 1116-1121.

Crede, M. & Kuncel, N.R. (2008). Study habits, skills, and attitudes the third pillar supporting collegiate academicperformance. Association of Psychological Science, Vol. 3, No.6: 425-453.

Dimyati & Mudjiono. (2002). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta.

Khan, M.J., Arif,H.,  Noor, S.S & Muneer, S. (2014). Academic procrastination among male and female university and college  students. Journal of Social Sciences, Vol. 8, No.2: 65-70.

Lombardo, E. (2017). 11 Ways to Overcome Procrastination. Psychology Today.

Mendezabal, M. J. N. (2013). Study Habits and Attitudes: The Road to Academic Success. Open Science Repository Education, Online(open-access), e70081928. doi:10.7392/Education.70081928.

Slavin, R. E. (2006). Educational psychology: Theory and Practice (8th ed.). Boston: Pearson Education, Inc.

Steel, P. (2007). The nature of procrastination: a meta-analytic and theoretical review of quintessential self-regulatory failure. Psychological Bulletin, Vol. 133, No. 1: 65–94.