Kenali Penyebab Darah Kental dan Bahayanya

Beberapa waktu lalu Info Bintaro membahas tentang bahaya diet keto. Salah satunya adalah mengentalnya darah. Kali ini kita akan mengulas apa saja penyebab pengentalan darah. Serta apa konsekuensinya bila ini dibiarkan terus.

Menurut informasi yang dikutip dari Mediskus, darah Kental (juga dikenal sebagai hiperkoagulabilitas, Antiphospholipids, dan Hughes Syndrome) adalah suatu kondisi di mana darah seseorang lebih kental (tebal dan lengket) dari darah normal. Pengentalan darah terjadi ketika adanya kelainan dalam proses pembekuan. Normalnya darah itu encer dan mudah mengalir, ketika pengentalan darah terjadi, darah kental akan menghambat sirkulasi oksigen, nutrisi, dan hormon sehingga mengurangi pengiriman ke jaringan dan sel-sel di seluruh tubuh.

Hal ini dapat mengakibatkan kekurangan nutrisi dan hormon serta Hipoksia, suatu kondisi di mana sel-sel tubuh hanya memiliki kadar oksigen yang rendah.

Bagaimana bisa terjadi pengentalan darah?

Ketika sistem peredaran darah berfungsi normal, proses pembekuan dimulai hanya ketika terjadi kerusakan pada pembuluh darah, misalnya pada saat terluka yang bertujuan untuk menghentikan perdarahan. Proses pembekuan terjadi ketika trombin, enzim darah, dilepaskan ke dalam aliran darah untuk mempromosikan reaksi biokimia yang menghasilkan pembentukan agen pembekuan. Satu-satunya tujuan dari agen pembekuan adalah untuk menciptakan gumpalan tunggal. Ketika sudah berhasil menghentikan perdarahan, proses pembekuan harus terhenti. Tetapi bagi mereka yang memiliki gangguan pengentalan darah akibat penyakit kronis, agen pembekuan terus bekerja, mulai melapisi kapiler dengan lapisan fibrin. Hal ini akan menyebabkan darah menjadi lebih tebal atau kental jika dibandingkan dengan darah normal.

Apa gejala dan bahaya darah kental?

Darah kental akan menimbulkan masalah serius jika ada gejala akibat darah kental tidak dirawat dengan baik. Beberapa orang dengan hiperkoagulabilitas tidak menunjukkan tanda-tanda atau gejala. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, ketika darah dalam tubuh mengental, maka ia akan mengalami kesulitan untuk beredar dan membawa kebutuhan, seperti oksigen, nutrisi dan hormon ke seluruh tubuh. Karena tubuh tidak mendapatkan hal-hal ini dari darah, pengentalan darah akhirnya dapat menyebabkan kekurangan gizi, kekurangan hormon dan mungkin hipoksia atau kekurangan oksigen.

Selain itu, darah kental juga membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Jika Anda memiliki hiperkoagulabilitas, maka memang darah akan lebih kental dari normal akan terlihat secara kasat mata ketika darah Anda diambil, ditandai juga dengan perdarahan yang lambat ketika Anda terluka, kekurangan gizi dan hormon yang muncul di seluruh tubuh, sering mengalami keguguran jika darah kental terjadi pada ibu hamil dan satu atau lebih kondisi kronis, seperti Sindrom Kelelahan kronis, infeksi jamur atau sindrom iritasi usus.

BACA JUGA  Johnson & Johnson Indonesia Berikan Pelatihan bagi Konselor Tuberkulosis (TB) dari Seluruh Indonesia

Apa penyebab pengentalan darah?

Beberapa hal di bawah ini dapat menyebabkan darah kental pada seseorang. Pertama contohnya adalah ras etnis tertentu (terutama Kaukasia) mungkin memiliki kecenderungan genetik terhadap darah kental. Cacat pada gen koagulasi mempengaruhi kemampuan tubuh untuk mematikan saklar yang mengaktifkan proses pembekuan. Cacat ini juga dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk membersihkan deposito fibrin yang terbentuk sebagai hasil dari proses pembekuan.

Darah kental juga bisa disebabkan oleh adanya patogen berbahaya seperti jamur, virus, bakteri, dan parasit. Patogen ini benar-benar dapat mengaktifkan respon koagulasi dalam tubuh sebagai cara mereka menghindar agar tidak diserang oleh sistem kekebalan tubuh. Toksisitas logam berat atau paparan racun lingkungan juga bisa menjadi faktor resiko terjadi darah kental. Stres dan trauma juga telah diketahui menyebabkan darah kental.

Ada tiga faktor utama terjadinya pengentalan darah, yaitu: kelainan pada dinding pembuluh darah, kelainan pada komponen darah dan kelainan pada aliran darah. Dan tiga situasi yang paling umum memudahkan pengentalan darah adalah stasis, turbulensi dan trauma. Stasis berarti darah yang tertahan di satu tempat (di kaki, setelah operasi misalnya) atau akibat kurang gerak, turbulensi dikaitkan dengan aneurisma dan trauma dapat berupa cedera atau tumor yang menyerang pembuluh darah. Ketika tidak ada faktor lingkungan yang menyebabkannya, kelainan pengentalan darah sering disebabkan oleh tekanan darah tinggi, penyakit hati, penyakit ginjal dan kemoterapi. Simak ya penyebab pengentalan darah https://www.youtube.com/watch?v=kqpwDVK-Lxc

Tes laboratorium

Untuk mengontrol kentalnya darah, kita harus rutin melakukan general check up. Ada beberapa langkah dapat dilakukan untuk mendiagnosa pasien yang mengalami sindrom ini, di antaranya adalah :
Tes darah rutin, untuk mengukur jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit dalam darah pasien.

  1. Tes PT dan aPTT, untuk mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan hingga terbentuk penggumpalan darah.
  2. Tes pemeriksaan gen, untuk mengukur mutasi gen yang dapat menyebabkan pembekuan darah yang berlebihan, tingkat antibodi antifosfolipid yang berhubungan dengan sindrom, serta tingkat homocysteine.
BACA JUGA  Listerine Selenggarakan Edukasi Virtual: Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Untuk mengecek kekentalan darah, terdapat beberapa laboratorium kesehatan di Bintaro yang dapat Anda kunjungi:

Prodia  
Ruko Kebayoran Arcade 2 Blok B3 No 33-35
Bintaro Jaya Sektor 7
(021) 2951 1799

LABORATORIUM ABC  
Ruko Kebayoran Arcade 2 Blok B1-15
Jl. Raya Boulevard, Bintaro Jaya Sektor VII
(021) 295 11 780

Laboratorium Ladira Hiba  
Jl. Kesehatan Raya No.20, RT.2/RW.6
Jakarta Selatan
(021) 9544 5669

Prima Lab Laboratorium Klnik  
Jl. Bintaro Utama 3A, Pd. Karya
(021) 735 8927

Century Laboratorium Klinik  
Jl. RC. Veteran Raya No.22, RT.4/RW.10
Jakarta Selatan
(021) 735 6282

Laboratorium Klinik Sentral  
Ruko Graha Raya Bintaro Jaya
Jl. Boulevard Graha Raya Blok G10 No.3B
(021) 5312 6168

(EGS)

 

Tags

Baca Juga