Kemendag Tunda Seleksi Penghargaan Primaniyarta dan Primaduta 2020

Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional memutuskan menunda penyelenggaraan penghargaan Primaniyarta dan Primaduta 2020. Penundaan kegiatan ini juga terkait penundaan secara resmi penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-35 Tahun 2020 pada 6 April 2020 lalu. Hal itu dilakukan sebagai salah satu langkah mencegah rantai penyebaran wabah COVID-19.

“Kementerian Perdagangan menunda kegiatan penghargaan Primaniyarta dan Primaduta 2020. Saat ini kami fokus pada pencegahan penyebaran, percepatan penanganan dan pemulihan dampak COVID19. Hal itu juga mengingat para pelaku usaha baik di dalam dan luar negeri turut terdampak wabah ini,” ujar Plt. Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kasan.

Menurut Kasan, kegiatan penghargaan Primaniyarta dan Primaduta mulanya akan dilakukan melalui beberapa tahapan seleksi yang dilanjutkan dengan penjurian. Setiap tahap seleksi melibatkan tim evaluasi dan tim juri yang berasal dari praktisi, pakar, akademisi, perwakilan media, dan instansi terkait, antara lain Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa serta Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Direktorat Jenderal Beacukai Kementerian Keuangan, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Otoritas Jasa Keuangan, serta lembaga lainnya.

Kasan menambahkan, pada 2019 lalu, Primaniyarta dianugerahkan kepada 26 eksportir berprestasi dengan empat kategori penghargaan yaitu eksportir berkinerja, eksportir pembangun merek global, eksportir potensi unggulan, dan eksportir pelopor pasar baru. Sedangkan, penghargaan Primaduta 2019 diberikan kepada 45 buyer dari luar negeri dengan lima kategori penghargaan yaitu pasar utama-produk manufaktur, pasar nontradisional–produk manufaktur, pasar utama–produk usaha kecil dan menengah (UKM), pasar nontradisional–produk UKM, dan pasar prospektif.

“Penghargaan Primaniyarta dan Primaduta merupakan penghargaan tertinggi dari pemerintah untuk mengapresiasi para eksportir berprestasi dan buyer luar negeri yang loyal membeli produk Indonesia,” pungkas Kasan.

(BON)

Leave a Reply