Ikuti Kompas Board Game Festival

Dalam kebudayaan-kebudayaan kuno, board game erat terkait dengan pemahaman tentang dunia dan kepercayaan yang dianut. Banyak kebudayaan kuno yang sepenuhnya menyerahkan diri pada takdir. Oleh karena itu, hampir semua board game mengandalkan game play berbasis dadu yang sepenuhnya bergerak atas kekuatan keberuntungan. Atau sebaliknya, kesialan!

Seiring waktu popularitas board game mengikuti jatuh bangunnya kebudayaan yang memainkannya. Salah satu gim yang menembus waktu hingga ribuan tahun lamanya adalah The Royal Game of Ur. Board game tersebut ditemukan di kawasan pemakaman raja-raja di Irak, diperkirakan dari masa 2650 SM.

Gim enthusiast bernama Irving Finkel menemukan replika gim itu dimainkan di India pada masa kita. Dengan fakta itulah dia kemudian berargumen dan menyatakan The Royal Game of Ur sebagai board game dengan masa populer terlama di dunia. Nyaris 5.000 tahun!

Kedekatan board game dengan darah bangsawan memang seperti resep tak terelakkan untuk memopulerkan gim saat itu. Namun, pada dekade 1960-an, aktor-aktor yang memopulerkan gim mulai bergeser sejak Pangeran Alexis Obolensky dari sebuah dinasti di Turki memopulerkan Backgammon dan mendirikan International Backgammon Association. Hasilnya board game kuno itu mendadak populer lagi dan masuk ke dalam peta pop culture Amerika Serikat (saat itu Pangeran Alexis Obolensky tinggal di Manhattan).

Di dunia pop culture Amerika, aktor penyebar board game meluas. Tidak lagi sebatas kaum bangsawan seperti di masa kuno, tetapi juga para selebritas yang direkrut para desainer dan penerbit board game. Ratusan situs berisi video pesohor dunia hiburan memainkan board game kemudian menyerbu kita. Hasilnya, board game yang dulunya adalah permainan para raja kini menjadi permainan semua orang berkat pesona dari tokoh-tokoh pop culture, tepat seperti yang dilakukan Pangeran Alexis Obolenskyi setengah abad yang lalu.

Permainan ini lantas menjadi industri dan berkembang pesat pada 1970-an. Produknya menyebar ke seluruh dunia dan akhirnya sampai ke Indonesia.

Di antara produk board game yang sangat populer di Indonesia antara lain ular tangga, ludo, dan monopoli. Mereka yang sejak kecil memainkan permainan ini, bahkan belum tentu tahu jika ular tangga, ludo, dan monopoli masuk dalam kategori board game, permainan di atas papan.

Intinya, mungkin Anda sudah sering memainkannya sejak kecil, cuma baru sebutannya: board game. Enggak masalah!

Di level dunia, Jerman kini menjadi pemain utama sekaligus kiblat industri board game. Setiap tahun, Jerman menggelar pameran terbesar board game di dunia bernama International Spieltage SPIEL atau biasa disebut Essen Game Fair. Di ajang itu board game dari seluruh dunia tumplek blek.

Produk board game yang dipamerkan di Essen Game Fair sebagian merembes ke pasar Indonesia. Umumnya pembelinya adalah kolektor sekaligus penggila yang mengikuti perkembangan board game dunia. Jumlah mereka belum banyak, tetapi cukup militan untuk memopulerkan board game lewat kelompok-kelompok bermain yang kemudian berkembang menjadi komunitas-komunitas. Fenomena ini muncul di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Solo, Banten, dan Yogyakarta.

Board Game Camp 2017

Sekitar 42 orang pecinta board game ikut meramaikan Board Game Camp 2017, di Kalisoro, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, 13-15 Januari 2017. Peserta datang dari Solo, Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang dan Salatiga. Selain bermain, mereka juga membawa permainan papan ciptaannya sendiri.

Board game juga menekankan pentingnya cek dan ricek dalam bermain. Apabila saat bermain ternyata muncul kebingungan atau silang pendapat, solusi tak diambil sepihak. ”Bahkan, kami tak segan bertanya kepada pengembangnya bila ternyata ada aturan yang tidak jelas. Di tengah nilai kejujuran, teliti, hingga cek ricek yang kini rentan dilupakan, board game ikut memelihara kuat semangat itu,” kata Andre.

Satu lagi kelebihan board game adalah permainan ini menuntut kebersamaan, interaksi fisik, dan komunikasi di antara pemain. Sebab, permainan ini tidak mungkin dimainkan sendirian dan pemainnya saling berjauhan dari papan. Berbeda sekali dengan gim online di mana jutaan orang bisa bermain bersamaan, tetapi sekaligus tenggelam dalam kesendirian. Masing-masing asyik berpacu sebagai aktor perlombaan di dunia citra.

Kelebihan board game membuat permainan ”kuno” ini kembali dilirik anak muda dan keluarga kelas menengah perkotaan yang mulai jenuh dengan kepungan permainan online yang tertanam di hampir semua komputer, laptop, ataupun gawai.

Kompas Board Game Festival

Board Game pertama kali diluncurkan Harian Kompas di Gramedia World Expo, Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (31/10/2015). Boards Game berjudul Waroongs War dan Pagelaran yang diluncurkan Harian Kompas itu merupakan hasil kompetisi Boards Game Challenge. Nah, khusus tahun ini sepanjang Oktober hingga awal November 2017, Kompas Board Game Festival bakal digelar setiap Sabtu dan Minggu. Lokasinya berpindah dari satu Toko Gramedia ke lainnya. Ada mug khusus Candrageni dan Celebes bagi yang bisa memenangkan sesi bermain di meja-meja yang disediakan. Yuk, main board game! Waktu pelaksanaan terdekat adalah tanggal 4-5 November 2017 jam 14.00-20.00 di Gramedia BSD. Info lebih lanjut:(021) 300-48154

 

(EGS)