Attachment Dalam Relasi Romantis

Hubungan romantis individu dewasa dengan pasangan sangat berhubungan dengan attachment individu di masa kecil.  Apa itu attachment? Attachment merupakan keterikatan (kasih sayang, simpati) yang kuat antara anak dengan pengasuh utama, dalam hal ini biasanya adalah ibunya. Interaksi ibu dan bayi  maupun ayah dan bayi akan membentuk pola attachment.

Anak yang memiliki attachment cukup pada masa awal perkembangan akan merasa dirinya aman (secure), sehingga mampu secara aktif mengeksplorasi lingkungan. Sementara, anak yang tidak mendapatkan attachment cukup pada masa awal perkembangannya akan merasa tidak aman (insecure), sehingga akan menolak atau menghindar dari ibunya.

Attachment yang cukup dalam satu tahun pertama kehidupan menjadi basis penting pada perkembangan psikologis di masa selanjutnya. Attachment tersebut akan mempengaruhi cara pandang kita terhadap diri sendiri dan orang lain di masa dewasa dan dalam relasi romantis hal ini berpengaruh pada hubungan yang dijalin dengan pasangan.

Terdapat empat gaya attachment individu dewasa dalam relasi romantis yaitu secure, preoccupied, dismissing, dan fearful.

Secure, individu yang mudah dekat secara emosional dengan  pasangan, merasa nyaman menjadikan pasangan sebagai dukungan dan bisa menjadikan dirinya sebagai sumber dukungan bagi pasangan.

Preoccupied, individu yang berusaha untuk mendapatkan penerimaan dari pasangan, merasa dirinya tidak berharga dan tidak layak dicinta oleh pasangan sehingga terus menerus merasa cemas. Ia akan merasa dirinya aman saat mendapatkan respon yang baik dari pasangannya.

Dismissing, individu yang menghindari kedekatan karena adanya pemikiran negatif terhadap pasangan. Individu ini memilih untuk hidup mandiri dengan tidak bergantung pada pasangannya. Ia juga mempertahankan rasa berharga dan kemandiriannya dengan meniadakan hubungan intim.

Fearful, gaya ini sebenarnya mirip dengan preoccupied yang sangat tergantung pada penerimaan pasangan. Namun, karena harapan negatif yang dimiliki, individu ini menghindari keintiman untuk mencegah rasa sakit dari kehilangan atau penolakan. Ia cenderung tidak nyaman bila semakin dekat dengan orang lain. Ingin memiliki kedekatan namun sulit mempercayai atau bergantung pada pasangan. Pandangan negatif terhadap diri mereka sendiri dan orang lain membawa mereka pada ekspektasi yang terburuk pada hubungan mereka.

Jika kita telah mengenali gaya attachment yang kita miliki. Kita mampu menemukan cara agar relasi romantis yang kita jalin dengan pasangan kita bisa berjalan dengan baik. Berikut tips dari masing-masing gaya attachment.

  1. Secure, bila Anda memiliki gaya attachment ini tentunya Anda dengan sangat mudah mampu dekat secara emosional dengan pasangan. Sebaiknya, teruslah berpikir positif terhadap diri sendiri dan pasangan. Anda juga bisa memberikan dukungan kepada pasangan Anda untuk mengembangkan sikap secure. Hal ini akan membawa diri Anda pada hubungan yang memuaskan dan penuh cinta.
  2. Preoccupied,bila Anda memiliki gaya attachment ini sebaiknya latihlah kepercayaan diri Anda dengan mulai untuk berpikir positif terhadap diri sendiri. Hal ini cukup penting, agar Anda dapat mengurangi kecemasan dan rasa takut akan ditinggalkan pasangan. Dengan berkurangnya perasaan cemas, Anda akan merasa lebih damai dan tenang dalam menangani konflik yang ada.
  3. Dismissing, bila Anda memiliki gaya attachment ini sebaiknya latihlah diri Anda untuk mampu berpikir positif terhadap pasangan Anda dan belajar mendekatkan diri kepada pasangan. Hal ini cukup penting agar hubungan yang Anda jalin dengan pasangan semakin romantis.
  4. Fearful, bila Anda memiliki gaya attachment ini sebaiknya kenalilah diri Anda lebih dalam dan temukanlah sisi positif dari diri Anda. Begitu juga dengan cara Anda memandang pasangan Anda. Kenalilah pasangan Anda lebih dalam dan berusahalah untuk menemukan sisi positif dari pasangan Anda. Cara pandang yang positif terhadap diri sendiri dan pasangan akan membawa Anda ke dalam hubungan yang penuh kasih dan cinta.

 Tim Penulis

Nurin Nadhilla, Adriatik Ivanti, S.Psi, M.Si dan Gita Widyalaksmini Soerjoatmodjo, S. Psi, M.Si
Staf Pengajar Program Studi Psikologi Universitas Pembangunan Jaya

 Referensi

Bartholomew, K., & Shaver, P. R. (1998). Method of assessing adult attachment. Dalam J. A. Simpson & W. S.Rholes (Eds.), Attachment theory and close relationship (hal. 25-45). New York: Guildford Press.

Chui, W. Y., & Leung, M. T. (2016). Adult attachment internal working model of self and others in Chinese culture: Measured by the attachment style questionnaire — short form (ASQ-SF) by confirmatory factor analysis (CFA) and item response theory (IRT). Journal of Personality and Individual Differences, 96, 55-64. doi: 10.1016/j.paid.2016.02.068

Firestone, L. (2013). How your attachment style impacts your relationship. Diakses dari: https://www.psychologytoday.com/blog/compassion-matters/201307/how-your-attachment-style-impacts-your-relationship

Miller, R. S., Brehm, S. S., Perlman, D., & Campbell, S. M. (2002). Intimate relationship (3th.ed.).  Mc Graw-Hil