Rab. Nov 20th, 2019

Yuk Bertanam Tanaman Hidroponik di Halaman Rumah

Istilah tanaman hidroponik mungkin sudah tidak asing bagi kita. Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Teknik menanam hidroponik ini bukanlah hal yang baru. Manusia sudah mengenal hidroponik sebagai teknik untuk mengatasi kondisi alam yang tidak memungkinkan menanam tanaman di tanah.

Bangsa Babilonia dan Tiongkok tercatat merupakan bangsa-bangsa yang telah menerapkan teknik hidroponik ini. Taman gantung di Babilonia dan taman terapung di Tiongkok merupakan fakta-fakta hidroponik telah digunakan sejak ribuan tahun yang lalu. Masyarakat di Mesir, India dan Tiongkok juga diketahui kerap menggunakan larutan pupuk organik untuk memupuk semangka, mentimun dan sayuran lainnya dalam bedengan pasir di tepi sungai.

Penanaman tanaman pangan secara hidroponik juga banyak dilakukan di Jepang seusai Perang Dunia II. Tandusnya tanah akibat dampak bom atom tidak memungkinkan penanaman tanaman secara tradisional, padahal Jepang sangat membutuhkan pangan bagi rakyat yang saat itu mengalami krisis pangan akibat sumber daya alamnya tersedot untuk membiayai perang.

Teknik hidroponik dikenal karena kemudahan dalam mengaplikasikannya. Tidak dibutuhkan lahan yang luas dan faktor-faktor pendukung seperti tanah dan pemupukan, disamping lebih kecil kemungkinan mengalami serangan hama adalah sekian kelebihan penanaman secara hidroponik. Bahkan produksi tanaman organik yang tidak menggunakan bahan-bahan kimia juga lebih mudah dilakukan dengan teknik hidroponik dibanding cara penanaman konvensional.

Bagi kita yang tinggal di perkotaan, hidroponik sangat tepat menjadi alternatif bercocok tanam mengingat terbatasnya lahan yang ada. Kita bisa menanam berbagai jenis tanaman, mulai dari sayur mayur, buah-buahan maupun berbagai jenis tanaman hias dengan hidroponik dengan berbagai manfaatnya. Disamping kita bisa mendayagunakan lahan kosong di halaman rumah kita, kita juga juga bisa mengubah pemandangan tidak sedap di halaman rumah, seperti bertumpuknya barang bekas atau tanaman liar. Dengan meerawat tanaman hidroponik kita juga bisa menghilangkan ketegangan pikiran akibat pekerjaan dan berbagai masalah kehidupan kita. Dan juga yang tidak kalah menarik, kita bisa mendapatkan hasil yang bisa dimakan, misalnya jika menanam sayuran atau buah-buahan.

Ada berbagai jenis teknik hidroponik yang bisa kita gunakan, dari mulai menggunakan wadah seperti pot, plastic bag, botol, dll sampai dengan sistem sirkulasi dengan berbagai metodenya. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya. Jika Anda ingin menanam tanaman secara hidroponik sekaligus mendaoatkan berbagai manfaat maka sistem sirkulasi dengan menggunakan pipa pralon merupakan cara yang pas bagi Anda. Teknik penanaman secara sirkulasi ini juga dikenal sebagai Drip System.

BACA JUGA  Kaskus Perkenalkan Kaskus TV, Situs Video Terkait Minat dan Hobi

Kelebihan teknik ini dibanding teknik sirkulasi yang lain adalah kita bisa memindah-mindahkan modul hidroponik kemanapun kita inginkan. Berbeda dengan teknik sirkulasi yang lain yang membutuhkan reservoir berupa bak penampungan air, teknik drip system ini menggunakan keseluruhan pipa sebagai reservoirnya. Namun tentu saja ada kekurangan dari teknik ini, dimana kita harus sering melakukan pengecekan volume air yang mungkin berkurang akibat menguap terutama pada musim kemarau.

Untuk membuat modul hidroponik dengan sistem drip ini cukup mudah, Anda cukup membeli pipa pralon 2 ukuran. Yang berukuran lebih besar digunakan sebagai tempat penanaman, sedangkan pipa pralon yang berukuran lebih kecil digunakan sebagai tiang-tiang penyangga sekaligus bagian dari sistem sirkulasi. Untuk diameter maupun panjang pipa bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda yang bergantung pada lokasi penempatan modul hidroponik nantinya di halaman rumah dan jenis tanaman yang akan ditanam. Untuk tanaman yang berukuran agak besar gunakan pipa yang berdiameter besar.

Untuk pembuatannya, bisa dilakukan sendiri bila Anda memiliki peralatan dan waktu untuk mengerjakannya dan Anda termasuk orang yang menyukai pekerjaan tukang menukang. Atau Anda juga bisa menyerahkan kepada tukang bangunan langganan Anda yang memiliki kemampuan untuk mengerjakan pekerjaan seperti ini. Perlu diingat, tidak semua tukang bisa mengerjakan pembuatan modul hidroponik ini karena pekerjaan pembuatan modul hidroponik ini bisa dikategorikan sebagai ‘pekerjaan halus’.

Anda juga memerlukan pompa air kecil untuk mensirkulasikan air. Anda bisa membeli pompa akuarium di tempat-tempat penjualan ikan hias sebagai pompa air. Dan tidakkalah penting pupuk organik cair sebagai sumber hara bagi tanaman. Pupuk organik cair bisa diperoleh di toko-toko penjual peralatan tanaman atau Anda juga bisa membuat sendiri dari sisa-sisa limbah dapur.

Terakhir, tentu saja bibit tanaman yang akan ditanam. Bibit ini bisa diperoleh pada toko-toko penjual peralatan tanaman. Jika Anda menginginkan tanaman hidroponik Anda untuk mempercantik pemandangan di halaman sekaligus bisa dikonsumsi, pilihlah jenis tanaman sayuran atau buah. Tentu saja ada sedikit tambahan kerepotan jika Anda memilih tanaman buah dibanding sayuran. Sedang jika Anda semata-mata ingin mendapatkan keindahan , pilihlah tanaman bunga.

BACA JUGA  Indonesia Dream Wedding Festival (IDWF) 2019 Sajikan Ragam Vendor Terlengkap bagi Calon Pengantin

Untuk melengkapi kebutuhan tanaman hidroponik Anda, hubungi:

Toko Trubus Bintaro
Jl. Raya Bintaro Jaya Sektor 9
Bintaro Jaya Sektor 9 (Seberang pom bensin Bintaro Sektor 9)
Jam buka : 08.00 – 16.00
Telp. : 021 – 745 0761

Toko Trubus BSD
LotteMart Alam Sutra
BSD-Tanggerang
Telp. 021 – 9410 2104, 0852 1849 5577, 0813 8620 4592

Mitra 10 BSD
Mitra 10 Gading Serpong
BSD – Tanggerang, Banten
Telp. : 021 – 9665 0251, 0822 1111 5284, 0857 5981 5001

(BON)

 

Baca Juga