Yuk, Belajar Science

Roket itu apa sih? Wow, roket bisa terbang, kenapa ya? Loh, roket itu terbang ke luar bumi, bisa membawa pesawat dan manusia? Di luar bumi ada planet lain? Dengan roket apakah kita bisa melihat bulan, matahari dan bintang? Memang roket bisa ke mana saja ketika di luar angkasa? Setelah itu roket bisa membawa pulang manusia yang ada di dalamnya? Setelah terbang, memang roket punya tempat untuk parkir?

Nyatanya science itu merupakan ilmu yang sangat menyenangkan dan memicu banyak pertanyaan yang saling sambung-menyambung, terutama untuk anak-anak dari usia 3 tahun – 12 tahun.

Apa itu Science?

Sebagai orang dewasa dan yang mungkin saja sudah selesai bersekolah, science dianggap sebagai suatu ilmu yang berdiri sendiri terpisah dari ilmu yang lain atau yang terdiri dari fakta dan rumus. Namun pada anak-anak, science merupakan alat mereka untuk mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul ketika mereka beraktivitas sehari-hari. Dengan perkataan lain, science merupakan alat mereka untuk membangun ilmu pengetahuan yang berasal dari pertanyaan-pertanyaan yang kerap muncul di benak mereka ketika mengobservasi kejadian di sekitarnya.

Memang anak-anak usia 3-6 tahun dan anak usia 6-12 tahun bisa belajar Science?

Bila merujuk penjelasan di atas, jawabannya adalah sudah pasti anak-anak usia 3-6 dan 6-12 tahun bisa belajar science. Hal ini terjadi karena tugas perkembangan kognitif mereka yang memungkinkan mereka untuk banyak bertanya karena meningkatnya rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu ini yang menjadikan mereka belajar science secara tidak langsung.

Manfaat dan dampak lain ketika belajar Science pada anak

Bila menelaah sifat dari science di atas, maka terlihat berbagai macam manfaat bila science dikenalkan sejak usia dini pada anak-anak. Manfaat yang didapatkan oleh mereka adalah:

  1. Anak dapat mengembangkan kemampuan imajinasi dan berpikir kritis
  2. Mengembangkan kemampuan mencari jawaban berdasarkan fakta dan eksperimen
  3. Dalam mencari jawaban mereka belajar mengembangkan kemampuan observasi, mencatat, membangun dugaan sementara, memprediksi, mengkonfirmasi jawaban
  4. Mengembangkan kemampuan komunikasi dan berbahasa. Salah satu tugas perkembangan anak adalah kemampuan memahami konsep melalui bahasa/verbal dan mengekspresikan ide melalui kata-kata/bahasa. Dengan mempelajari science, mereka akan belajar beragam kosa kata yang baru sehingga membantu mereka memahami informasi/pengetahuan yang lebih advance di masa yang akan datang.
  5. Belajar mengenai kesalahan dan hal tersebut sangat manusiawi dan bukan kegagalan. pelajaran ini didapatkan ketika mereka melakukan ekperimen dan mencari jawaban. Kesalahan-kesalahan yang muncul dari eksperimen akan memberikan pelajaran bahwa proses belajar tidak lepas dari kegiatan yang terkadang memiliki error dan hal tersebut sangat manusiawi.

Manfaat yang dijelaskan di atas nyatanya bukan hanya berdampak pada kondisi mereka saat ini namun bila terus dilatih dan dikembangkan akan menjadi keterampilan yang akan dibawa seumur hidup. Hal ini tentunya akan bermanfaat bagi kehidupan anak-anak di masa yang akan datang.

Bagaimana cara mengajar science pada anak-anak

Secara mendetil akan dijelaskan cara-cara mengajarkan science kepada anak di bawah ini:

  1. Memberikan kesempatan yang luas kepada anak untuk ikut beragam aktivitas sehingga mereka banyak terpapar dengan lingkungan baru dan menstimulasi rasa ingin tahu sehingga memunculkan beragam pertanyaan.
  2. Lemparkan pertanyaan yang kritis kepada mereka mengenai kejadian di sekitar mereka
  3. Dorong mereka untuk eksplorasi, investigasi, observasi, dan melakukan hands-on experiment
  4. Bimbing dan diskusi ketika mereka sedang mencari jawaban. Bila mereka sudah menemukan jawaban, minta mereka untuk menjelaskan kepada kita. Lemparkan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan temuan mereka.
  5. Pergunakan term atau istilah yang memang biasanya digunakan dalam ilmu science, tidak perlu mengganti atau mengubah ke dalam bahasa yang dianggap dimengerti oleh mereka. Walaupun istilah tersebut terlihat sulit bagi anak-anak namun tidak perlu khawatir karena kosa kata yang sulit tersebut akan dimasukkan ke dalam memori dan akhirnya mereka dapat menggunakan kosa kata tersebut dengan tepat.
  6. Dalam mengajarkan science kepada anak, koheren atau kesesuaian dengan kehidupan nyata sangat diperlukan. Sehingga memang sangat disarankan bila suatu konsep diajarkan sesuai dengan pertanyaan yang muncul dari anak-anak dan berkaitan dengan kehidupan/kejadian di sekitar mereka.

Melihat betapa bermanfaatnya belajar science pada kehidupan anak saat ini dan di masa yang akan datang, jadi tidak perlu takut untuk mengenalkan science sejak dini kepada mereka. YUK, BELAJAR SCIENCE!!!

Penulis:
Adriatik Ivanti, M.Psi, Psikolog
Program Studi Psikologi, Universitas Pembangunan Jaya

Leave a Comment