Sen. Des 16th, 2019

Yang Tersisa dari Festival Budaya Nusantara UMN 2017: Sutra Mandar dari Sulawesi Barat

Pada saat event Festival Budaya Nusantara UMN 2017 tanggal 11-15 September 2017 terdapat beberapa stand anjungan daerah. Di antaranya adalah stand Sulawesi Barat. Di stand tersebut beragam kain yang indah berwarna warni dan cerah digelar di sana yang ternyata adalah sutra mandar. Info Bintaro mencoba menanyakan keberadaan Sutra Mandar. Di sana stand ada sutra mandar yang masih berbentuk kain atau sarung, ada pula yang sudah berbentuk baju. Lewat artikel ini Info Bintaro mengajak kita untuk mengenal lebih jauh salah satu dari keragaman budaya Nusantara ini.
Suku Mandar
Suku Mandar adalah kelompok etnik di nusantara tersebar di seluruh pulau Sulawesi, yaitu Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tenggara, juga terebar di beberapa provinsi di luar Sulawesi seperti Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Jawa dan Sumatera bahkan sampai ke Malaysia.
Mandar ialah suatu kesatuan etnis yang berada di Sulawesi Barat. Dulunya sebelum terjadi pemekaran wilayah, Mandar bersama dengan etnis Bugis, Makassar dan Toraja mewarnai keberagaman di Sulawesi Selatan. Meskipun secara politis Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan diberi sekat, secara historis dan kultural Mandar tetap terikat dengan serumpunnya di Sulawesi Selatan.
Sarung Sutra Mandar (Lipa Saqbe)
Sarung tenun sutra Mandar memiliki warna-warna cerah atau terang seperti merah, kuning dengan desain geometris yang lebar. Meskipun memiliki pola sederhana namun benang perak dan emas yang mnejadi bahwan dasar kain sutra ini menjadikan sarung tenun sutra mandar terlihat indah dan istimewa.
Dikenal sebagai salah satu produk sutra yang paling halus di nusantara, sarung tenun sutra Mandar bukanlah kain yang dapat dikenakan untuk sehari-hari. Seperti halnya kain ulos milik suku batak di Sumatera Utara yang hanya digunakan pada acara tertentu saja. Sarung tenun sutra mandar pun hanya dikenakan pada acara-acara tertentu misalnya pernikahan, upacara keagamaan, dan kadang-kadang untuk shalat Jumat di masjid.
Umumnya lipa saqbe memiliki dua motif berbeda yaitu Sure’ dan Bunga. Motif Sure’ berbentuk garis geometris sederhana yang merupakan motif lipa saqbe klasik. Sedangkan motif Bunga merupakan perpanjangan dari motif Sure’ dengan penambahan berbagai dekorasi.
Secara tradisional, motif sarung tenun sutra Mandar dirancang berdasarkan kasta atau tingkatan derajat mereka yang memakainya seperti keluarga kerajaan, pejabat pemerintah, pedagang kelas atas dan lain lain. Di antara beberapa motif tradisional yang umum adalah Salaka, Parara, Taqbu, Aroppoq, Pandeng, Pangulu, Benggol dan lainnya.
Hingga saat ini lipa saqbe masih diproduksi dengan metode konvensional sehingga untuk menghasilkan selembar lipa saqbe dapat memakan waktu 2 sampai 3 minggu, bahkan berbulan-bulan. Lama pembuatan sarung tenun ini sebenarnya tergantung dari tingkat kesulitan motif yang dibuat. Semakin sulit motifnya, maka semakin lama pula waktu pengerjaannya.
Proses pembuatan sarung tenun sutra Mandar ini dimulai dari menguntai benang sutra dari ulat sutra dengan teknik Ma’unnus yaitu menarik benang dan kepompong. Setelah itu dilakukan Ma’ttiqor atau pemintalan benang.
Namun, saat ini di pasaran sudah tersedia banyak benang sutra sehingga kedua proses di atas bisa dilewati agar lebih cepat. Setelah itu,benang sutra akan mengalami proses pewarnaan. Sampai saat ini beberapa produsen Sarung Tenun Sutra Mandar masih menggunakan perwarna alami seperti  daun nila, bakko (kulit Mangrove), kalanjo (kelapa bertunas), dan bahan alami lainnya.  Proses pewarnaan ini disebut dengan macingga.
Proses menenun kain menggunakan alat tenun tradisional yang disebut parewa tandayang. Harga kain sarung tenun ini dihargai mulai dari Rp 100 ribu sampai Rp 500 ribu per lembar. Untuk berkunjung ke desa pengrajin tenun ini, Anda bisa datang ke Desa Pambusuang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Mau tau proses pembuatan sutra mandar, klik video ini ya…
Sumber: Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Propinsi Sulawesi Barat
(EGS)

 

Baca Juga