Wisata Kuliner Sambil Menikmati Suasana Alam di Pasar Tahura

Siang itu terdengar teriakan beberapa anak-anak yang sedang mandi di bawah air terjun, ditingkahi suara gemericik air, sementara beberapa puluh meter dari situ terlihat beberapa keluarga sedang menikmati santapan di meja dan kursi kayu. Semilir angin yang berhembus di sela-sela kerindangan pohon membuat siang yang terik itu tidak terasa gerah. Itulah suasana di Pasar Tahura, sebuah obyek wisata bernuansa alam yang sedang naik daun beberapa waktu belakangan ini.

Berlokasi di Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rahman yang memiliki luas 22.000 hektar, Pasar Tahura yang dibuka bagi pengunjung setiap hari Minggu mulai pukul 07.00 – 15.00 ini berada di Desa Hurun, Kecamatan Hanura, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Kawasan wisata ini terus dikembangkan pemerintah Provinsi Lampung menjadi destinasi pariwisata dengan berbagai pembangunan sebagai ekowisata dan observatorium. Kawasan Tahura dibagi menjadi beberapa blok yaitu blok perlindungan, koleksi, pemanfaatan, tradisional, rehabilitasi dan blok khusus yang salah satunya menjadi lokasi Pasar Tahura.

Untuk menuju Pasar Tahura, dari pusat kota Bandar Lampung pertama-tama kita menuju kawasan wisata bahari Pesawaran melalui Teluk Betung, lalu terus ikuti arah jalan melewati kawasan Puri Gading, Pantai Duta Wisata hingga bertemu arah jalan menuju pantai Mutun. Dari situ Anda mengambil arah lurus hingga nanti bertemu rumah makan pindang IKA di sebelah kiri dan gapura Taman Hutan Raya di sebelah kanan, sekitar 50 meter dari rumah makan pindang IKA. Masuk lurus ke bagian dalam, melewati beberapa rumah warga hingga kemudian menemui gapura kawasan Youth Camp Tahura dan kawasan pasar Tahura di bagian dalam Youth Camp tersebut.

Untuk berkunjung ke tempat wisata satu ini, pengunjung tidak perlu kuatir akan mengeluarkan banyak biaya. Contohnya, harga tiket masuk yang dibandrol untuk memasuki kawasan ini cuma 2500 per orang. Jika membawa kendaraan, ada tambahan biaya parkir yang juga murah, biaya parkir motor 2 ribu dan mobil 3 ribu untuk seharian.

Dulunya kawasan Pasar Tahura dikenal dengan nama Youth Camp. Dibuka pada awal 90-an, hingga tahun 2000 Youth Camp ini ramai sebagai tempat wisata alam dan petualangan. Namun seiring dengan berjalannya waktu pengunjung Youth Camp ini semakin menurun. Adalah komunitas Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Lampung yang berinisiatif mengembangkan kawasan ini. Komunitas ini beranggotakan anak-anak muda yang aktif melakukan promosi pariwisata melalui media sosial seperti, Instagram, Facebook, Twitter, Path, dan masih banyak yang lainnya.

Youth Camp pun dikreasi ulang dengan disesuaikan dengan selera anak muda zaman now. Kawasan Tahura yang asri ‘dipoles’ menjadi tempat yang menarik. Spot-spot instragrammable dimunculkan, disesuaikan dengan keasrian alam yang ada di kawasan Tahura. Suasana rimbun Tahura dengan suguhan aneka kuliner khas Lampung dan nusantara dikombinasikan dengan hiasan-hiasan yang disukai anak muda kekinian menjadi nilai jual kawasan wisata yang ‘baru’ ini.

Bak gayung bersambut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Indonesia tengah menggulirkan formulasi baru konsep wisata di tahun 2018 melalui destinasi digital. Konsep ini dipilih untuk mengakomodir kebutuhan generasi milenial di zaman now ini. Jadilah Pasar Tahura ditetapkan menjadi destinasi wisata bersama 6 pasar lainnya, yaitu Pasar Karetan Semarang, Pasar Pancingan Lombok, Pasar Mangrove Batam, Pasar Siti Nurbaya Padang, Pasar Baba Boentjit Palembang dan Pasar Kaki Langit Jogja. Konsep destinasi wisata digital ini diwujudkan dengan tersedianya fasilitas wifi berkecepatan tinggi di seantero kawasan itu secara gratis, sehingga pengunjung bisa puas berselfie ria dan mengupload pada sosmednya saat itu juga, satu hal yang amat digemari para generasi milenial.

Meski menghadirkan konsep baru, Pasar Tahura tidak melupakan keunggulan-keunggulan yang dimiliki kawasan ini. Yang ingin ber-adventure ke air terjun, disiapkan guide yang siap menemani. Air terjun yang memiliki ketinggian hingga 13 tingkat, bisa jadi salah satu rujukan pengunjung sambil berselfie.

Selain suasana alamnya yang menjadi ciri khas Pasat Tahura, pengunjung juga bisa menikmati hiburan yang dihadirkan oleh berbagai komunitas anak muda setiap minggunya sambil berbelanja cendera mata unik khas Lampung. Juga digelar permainan dan games yang bisa dilakukan oleh pengunjung. Tidak ketinggalan edukasi terkait kekayaan hayati ada di kawasan sini.

Tak hanya itu, jika wisatawan ingin mencicipi berbagai kuliner dan jajanan tradisional hingga modern khas Lampung, di Pasar Tahura ini juga disediakan berbagai macam kuliner yang lezat. Ada 12 booth makanan yang siap memenuhi selera pengunjung setelah lelah berjalan-jalan dan bermain di sini, 10 booth menjual makanan nusantara dan 2 booth lagi menjual makanan khas Lampung. Tidak hanya menu-menu untuk sekedar pengisi perut, booth-booth kuliner disini juga menyakikan keunikan tersendiri. Ambil contoh seperti Umah Bone resto yang menyajikan nasi liwet yang disajikan dengan menggunakan kendil.

Salah satu gerai yang menyajikan makanan khas Lampung adalah Cikwo Resto. Pengunjung yang ingin mencicipi kuliner khas Lampung bisa mampir disini. Ada berbagai pilihan menu tradisional Lampung disini, seperti Pandap yang berbahan dasar daun talas dan ikan samba atau tongkol. Atau Seruit, menu yang cukup populer ini terbuat dari olahan ikan yang digoreng atau dibakar dan dicampur sambal terasi. Sensasi rasanya semakin nancap di lidah dengan hadirnya tempoyak (olahan durian) atau mangga yang asam. Selain itu tersedia juga bakso ikan tuhuk (blue marlin), segubal, dan lainnya.

Tidak hanya menikmati santapan di bawah kerindangan pohon, pengunjung juga bisa bersantap di tengah aliran sungai kecil. Beberapa meja dan kursi kayu berada di tengah sebuah sungai yang membelah kawasan Pasar Tahura. Sambil menikmati pilihan menu, pengunjung bisa merasakan kesejukan air yang mengalir dengan sensasi batu-batu kerikil yang menusuk kaki.

Menariknya, transaksi di Pasar Tahura tidak menggunakan uang tunai. Untuk berbelanja pengunjung harus menukarkan uangnya lebih dulu di Bank Tahura. Pengunjung akan mendapatkan ‘alat tukar resmi’ di Pasar Tahura berupa stick kayu es krim yang bisa digunakan untuk menikmati aneka kuliner, atau buat beli cinderamata. dengan nominal mulai dari 2500, 5000, dan 10000. Harga makanan dan minuman pun kelipatan dari nilai di atas. Jangan kuatir kelebihan menukar uang dengan stick, karena jika stick tidak habis, masih bisa ditukar dengan uang kembali.

Nah, dengan berbagai hal menarik di Pasar Tahura ini, jangan ketinggalan datang ke sini. Suasana alam yang asri, aktivitas-aktivitas yang beragam dan berbagai pilihan kuliner dengan harga terjangkau, rugi kalau belum kesini…

(ES)