Rab. Nov 13th, 2019

Wine Pairing di Kampus Atma Jaya

Salah satu prestasi membanggakan diraih oleh salah satu mahasiswa pariwisata Indonesia yakni Andre Gilitasha yang berhasil meraih medali perak pada Worldskills Competition ke-44 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 15-20 Oktober 2017. Andre meraih medali perak pada bidang lomba restaurant services. Restaurant services menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan bila Indonesia ingin meningkatkan kunjungan turis manca negara.

Target Pemerintah

Pada tanggal 26-27 September 2017 lalu Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengadakan Rakornas Pariwisata III tahun 2017. Di forum tiga bulanan ini, Kemenpar kembali menegaskan target 17 juta wistawan manca negara dan 270 juta wisatawan nusantara di tahun 2018.

Target pemerintah ini akan sulit dicapai apabila industri pariwisata Indonesia belum siap. Di antaranya ketrampilan yang memadai di bidang hospitality, khususnya Food & Beverage (F&B).

Padahal hospitality Indonesia telah dikenal luas secara internasional, dan sudah terbukti dari begitu banyak wisatawan yang datang berkunjung ke Indonesia. Keramahan asli Indonesia juga ditemukan di luar negeri, di bidang perhotelan, banyak orang Indonesia menjalani pekerjaan tertentu dan berkarir yang melibatkan operasional serta jasa di bidang perhotelan.

Sebagai negara yang menjunjung tinggi kebaikan, Indonesia mewarisi sikap keramahtamahan (hospitality) kepada turunannya. Dengan beberapa program pendidikan yang mengembangkan integritas dan motivasi, banyak orang di Indonesia percaya bahwa kemajuan Pariwisata di Indonesia akan segera menjadi besar.

Pentingnya pendidikan hospitality di Indonesia dapat dilihat dengan banyaknya SMK Pariwisata, Akademi Pariwisata dan Sekolah Perhotelan di Indonesia. Salah satunya adalah program hospitality di  Unika Atma Jaya, kampus BSD.

Kampus ini kerap mengadakan pelatihan-pelatihan yang dilakukan untuk mempersiapkan tenaga kerja pariwisata Indonesia untuk melayani kunjungan turis manca negara yang akan datang ke negeri kita.

Bentuk Acara

Pada hari Sabtu, 4 November 2017 diadakan pelatihan di kampus Unika Atma Jaya yang berlokasi BSD, para peserta diperkenalkan sejarah wine dunia dan juga mencicipi langsung makanan tradisional Indonesia yang dikombinasikan dengan wine yakni lontong sayur, rujak pengantin dan kue ranggi. Menurut Astuti Kusumawicitra Laturiuw, M.Hum, Phd, Kaprodi Hospitality Unika Atma Jaya, acara ini merupakan pelaksanaan yang kedua kalinya. Tahun lalu wine pairing dilakukan dengan memadukan wine dengan makanan ringan (snack)

Trainer

Hadir sebagai trainer pada acara ini adalah Gevin Indra, pendiri Oinos Project yang memberi pelatihan di bidang wine dan konsultan bidang hospitality. Lembaga yang berdiri pada bulan Desember 2015 memberikan layanan untuk memberikan konsultasi di bidang Food & Beverage. Di samping memberikan kursus tentang wine, Oinos Project juga memberikan pelatihan bagi hotel dan industri F& B. Saat ini Gevin Indra juga menjabat sebagai General Manager TSVC Establishment yang bertanggung jawab menjalankan empat outlet F&B ternama di Bandung (fabrik Eatery & Bar, General. Co, Sejiwa and Please Please Please).

BACA JUGA  Mengisi Liburan Anak Dengan Cara Kreatif di Kandank Jurank Doank

Gevin mengungkapkan bahwa kurikulum pariwisata Indonesia lebih hebat daripada di luar negeri. Tinggal restaurant services skills yang perlu ditingkatkan. Maka akhir-akhir ini Pemerintah, dalam hal ini Kemendikbud RI sering mengadakan pelatihan-pelatihan di setiap jurusan SMK Pariwisata. Termasuk wine services. Gevin Indra pun terlibat dalam persiapan para peserta lomba restaurant services pada ajang tahunan bergengsi di bidang pariwisata yakni Worldskills Competition ke-44 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada tanggal 15-20 Oktober 2017. Dan bersyukur Indonesia berhasil meraih medali perak dalam ajang tersebut.

Wine lokal

Dalam pelatihan di kampus Atma Jaya Sabtu selalu digunakan wine hasil karya negeri sendiri. Tahukah Anda bahwa Indonesia juga memiliki wine lokal yang bernama Hatten Wines? Ini merupakan satu-satunya wine buatan Indonesia yang dibuat dari anggur lokal adalah Hatten Wines dengan merk dagang TWOislands.

Meskipun ada anggapan umum bahwa nyaris mustahil menumbuhkan anggur dan memproduksi wine berkualitas di iklim tropis Asia, Hatten Wines berhasil mendirikan perusahaan wine yang sukses dan mendapat perhatian internasional. Pada tahun 1994, Bapak Ida Bagus Rai Budarsa mendirikan Hatten Wines, the first and only true Balinese winery, dan memperkenalkan cita rasa wine Bali ke meja-meja hotel dan restaurant di seluruh Indonesia.

Hatten Wines berkomitmen akan kualitas dan rasa standar internasional dan terpilih sebagai Top-10 Fastest Improving Producers in Asia. Perkebunan Hatten Wines terletak sepanjang pantai utara Bali (Kabupaten Buleleng) dan menggunakan anggur hitam lokal jenis Alphones-Lavalleé, French table grapes serta anggur putih lokal – Belgia dan Probolinggo Biru. Anggur-anggur ini memungkinkan Hatten Wines berproduksi sepanjang tahun karena tidak ada periode “tidur” di iklim tropis seperti halnya di Eropa. Dengan pengetahuan dan pengalamannya yang mendalam, seorang winemaker Australia turut mengelola pabrik Hatten Wines di Sanur. Kolaborasi solid antara winemaker Australia dengan owner Bali ini melahirkan dua brand wine yang ditangani secara cermat yakni HATTEN WINES  dan AGA.

Wine pairing

Dalam kesempatan pelatihan di kampus Atma Jaya Gevin Indra memberikan pemaparan mengenai ‘where East and West meet‘ yaitu cara menikmati wine yang tepat dengan makanan tertentu. “Semua menu makanan bisa dipadankan dengan wine. Jadi bukan hanya makanan luar negeri yang bisa disajikan dengan wine, tapi citarasa Indonesia juga bisa seperti kroket, asinan buah, gethuk,” ungkap dia.

Selain itu, Gevin juga mengatakan selama makanan tersebut tidak terlalu strong karakternya, maka makanan tersebut dapat dipadukan dengan wine, yang penting antara makanan dan wine rasanya tidak saling bertentangan.

BACA JUGA  Mudik Aman Bersama Program Bengkel Siaga

Wine pairing itu pada dasarnya adalah suatu pengetahuan tentang wine apa yang cocok dengan makanan yang akan Anda santap. Karena itu untuk melakukan wine pairing, Anda harus mengetahui terlebih dahulu makanan apa yang akan Anda santap. Misalnya daging ayam cocok dipadukan dengan jenis wine pinot noir, sangiovese atau merlot. Menarik bukan?

Info lebih lanjut:
Program Studi Hospitality Fakultas Ilmu Administrasi Bisnis dan Ilmu Komunikasi
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Kampus BSD
Jalan Raya Cisauk, BSD City, Tangerang, Banten 15345
Telp : 0812 8386 8204, 0877 7539 8770

 

(EGS)

 

 

Baca Juga