Waspadai Resiko-Resiko Obesitas dan Cara Pencegahannya

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita melihat seorang kakek atau nenek yang memanjakan sang cucu. Semua yang diminta sang cucu dikabulkan termasuk membeli makanan apa saja yang diinginkan. Nantinya sang anak dapat menderita sesak nafas, tidak bisa beraktivitas seperti anak normal lainnya karena ia menderita obesitas atau kegemukan. Anak yang gemuk memiliki andil orang tua di dalamnya. Karena sayang anak, sang orang tua memberi makanan ke anak secara berlebihan.

Ingat sesak nafas merupakan salah satu gejala obesitas. Penderita obesitas akan merasakan pula gejala gangguan pernafasan, sering mengantuk, mengalami kelainan kulit serta merasakan nyeri punggung bawah dan lutut. Khusus kasus obesitas di kalangan orang Asia, bila ia makan yang kalorinya berlebih, maka perutnya menjadi gendut.

Pada seminar obesitas yang diselenggarakan RS Omni Alam Sutera pada hari Sabtu, 9 September 2017 dijelaskan oleh Dr. Sandy Perkasa, Sp. PD, resiko–resiko dari obesitas. Obesitas dapat memicu timbulnya banyak penyakit di dalam tubuh, antara lain penyakit jantung koroner, diabetes tipe 2 di mana tubuh kurang sensitif terhadap insulin. Akibat yang lain adalah sakit kanker (endometrium, payudara dan usus besar).

Penderita obesitas dapat pula mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi), dislipidemia (misalnya total kolesterol tinggi atau kadar trigliserida yang tinggi) serta masalah sleep apnea. Sleep apnea adalah gangguan tidur serius di mana pernapasan sering berhenti selama tidur. Akibatnya, organ tubuh, terutama otak, mungkin tidak mendapat oksigen yang cukup, serta kualitas tidur menjadi buruk, yang dapat membuat pasien merasa lelah keesokan harinya. Resiko terakhir yang mungkin diidap penderita obesitas adalah osteorthritis yakni degenerasi tulang rawan dan tulang yang mendasarinya dalam sendi.

Diabetes Tipe 2 Adalah Salah Satu Resiko Obesitas

Ada hubungan yang erat antara pola konsumsi gula dan diabetes.Diabetes melitus merupakan efek samping yang paling buruk akibat mengkonsumsi gula terlalu banyak.Obesitas juga sering menyerang karena kebiasaan mengkonsumi gula yang berlebihan, meskipun obesitas tidak sepenuhnya disebabkan oleh gula. Tetapi gula mempunyai potensi seseorang terserang obesitas. Ia menjadi gemuk bukan karena kandungan kalori pada gula, namun lantaran gula memiliki kapasitas untuk mempengaruhi keseimbangan hormon.

Cara Mencegah Obesitas

Pertama-tama, kita harus bisa mengatur pola makan, serta berolahraga misalnya berjalan kaki serta menghindari alkohol. Tahukah Anda bahwa alkohol meningkatkan kortisol, yakni hormon yang menciptakan lemak?

Konsumsi alkohol yang banyak atau bahkan kadang-kadang meningkatkan rilis tubuh kortisol – hormon yang memecah otot dan mempertahankan lemak.Hilangnya otot dapat berarti penurunan besar dalam metabolisme seseorang, sehingga lebih mudah untuk menambah berat badan. Selain itu, alkohol menyebabkan penurunan testosteron pada pria, hormon yang membantu membakar lemak.

Diet Yang Sehat

Saat ini banyak orang menjalankan diet yang maksudnya untuk menurunkan berat badan. Sebaiknya cara-cara itu dihindari. beberapa contoh upaya diet untuk menurunkan berat badan yang sering dilakukan, seperti:

  • Menghindari sarapan pagi
  • Menghindari susu
  • Menghindari makan malam
  • Menjalani diet yang sangat rendah kalorinya.
  • Ingin berhasil diet dalam waktu singkat.

Untuk info lebih lanjut, hubungi:
RS Omni Hospital
Jl. Alam Sutera Boulevard Kav. 25
Pakulonan, Serpong

Website: www.omni-hospitals.com
Facebook: @omnihospitalsgroup
YouTube: @omnihospitalsgroup
Instagram: @omnihospitalsgroup
E-mail: sales.alamsutera@omni-hospitals.com

 

(EGS)