Rab. Mei 22nd, 2019

Waspadai Bahaya Pestisida Pada Buah dan Sayur

Bahan pestisida pada makanan sepertinya sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Pestisida yang merupakan bahan berbahaya ini sebenarnya banyak dimanfaatkan para petani untuk menjaga kualitas buah dan sayurannya dari serangan hama dan penyakit tanaman.

Di lapangan, biasanya petani memberikan perlakuan berbeda-beda terhadap masing-masing buah dan sayuran. Sebagai contoh sayuran jenis kol, petai, brokoli, kembang kol, buncis, paprika, kacang panjang, tomat, cabai, bawang dan kapri cukup tinggi cemaran pestisidanya karena jenis tanaman ini sangat rentan terhadap serangan serangga dan jamur sehingga para petani sering menyemprotkan insektisida dan fungisida pada sayuran tersebut.

Selain itu sayuran tersebut biasanya dimasak tanpa dikupas sehingga kemungkinan terbawanya pestisida yang menempel di permukaan sayuran sangat besar, apalagi bila bentuknya berlekuk seperti brokoli dan kembang kol menyebabkan pestisida melekat lebih erat dan susah larut saat dicuci.

Jenis sayuran yang rendah cemaran pestisidanya adalah daun melinjo, daun singkong, bayam, genjer, daun pepaya, bunga pepaya, dan daun kemangi. Petani biasanya jarang melakukan penyemprotan hama pada jenis sayuran ini karena jarang diserang hama.

Ada juga beberapa sayuran yang hampir tidak dijumpai pestisida seperti kecambah atau tauge, karena sayuran ini adalah tunas muda yang disemaikan tidak melalui media tanah sehingga tidak perlu dilakukan penyemprotan pestisida.

Buah impor yang biasanya dimakan langsung tanpa dikupas kulitnya seperti apel, pir, anggur, jambu biji, belimbing, stroberi dan blueberry memiliki risiko pencemaran pestisida yang cukup besar karena buah-buahan ini sangat rentan terhadap serangan hama sehingga oknum petani banyak menggunakan pestisida, kecuali bila dibudidayakan secara Good Manufacturing dan organic farming. Buah lokal seperti pisang, pepaya, nanas, sirsak, duku, rambutan, salak, durian, melon, semangka dan mangga memiliki cemaran pestisida yang rendah karena buah ini akan dikupas kulitnya sebelum dimakan.

Sebagai konsumen, kita harus cermat dalam mengamati penampakan sayuran dan buah sebelum membeli. Sayuran dan buah yang ada lubang bekas termakan ulat biasanya justru merupakan sayuran yang dibudidaya tanpa menyemprotkan pestisida. Sebaliknya, sayuran dan buah yang terlihat mulus biasanya hasil pertanian yang menggunakan pestisida.

Dampak pestisida

Bahan makanan yang kita makan, terutama buah dan sayuran segar, mengandung residu pestisida. Walau tidak secara langsung, bahaya yang ditimbulkannya berdampak jangka panjang, seperti kanker, tumor dan penyakit kronis lainnya. Dampak penggunaan bahan pestisida pada makanan bukan saja pada manusia, namun berperan aktif dalam merusak ekologi lingkungan. Antara lain, tercemarnya air tanah serta perubahan pada sistem hormon hewan ternak mamalia serta ikan. Jadi, bukan hanya sayuran dan buah, ikan serta ternak yang kita konsumsi juga  bisa ikut tercemar pestisida.

BACA JUGA  Perhatikan Pertumbuhan Anak Anda Sejak Dini

Tips

Nah sudah tahu kan ternyata pestisida itu berbahaya bagi tubuh kita. Agar makanan kita terbebas dari pestisida ada beberapa tips yang perlu kita lakukan:

  1. Beli dan konsumsilah makanan atau sayuran yang berlabel organik.

Baca juga: http://www.infobintaro.com/hidup-sehat-dengan-beras-organik-beras-organik-nri/

  1. Perbanyak pengetahuan Anda mengenai jenis pestisida dan bahayanya bagi kesehatan manusia
  2. Cucilah buah dan sayur dengan air mengalir. Tidak disarankan mencuci dengan direndam karena apabila direndam, racun yang telah larut dapat menempel kembali pada sayur dan buah.
  3. Mencuci dengan sabun khusus food grade atau vinegar
  4. Selain menggunakan sabun khusus food grade, cuka vinegar juga dapat dijadikan solusi untuk mengurangi residu pestisida pada buah dan sayur. Vinegar dapat mengurangi bakteri hingga 90% dan virus 95%. Hal yang dapat dilakukan adalah mencuci sayur dan buah dengan campuran cuka vinegar dan air (1:3) kemudian dicuci di bawah air mengalir selama 30 detik. Simak videonya di https://www.youtube.com/watch?v=p5zSS17xZU0
  5. Mengupas kulit buah
  6. Buang lapisan luar sayur
  7. Merendam dengan air panas
  8. Rebus sayuran

Kesimpulan: Tidak perlu takut untuk membeli yang non-organik selama Anda mencuci buah dan sayur serta mengolahnya dengan benar. Untuk buah, pilihlah produk dari produsen yang bereputasi baik.

Baca juga:
http://www.infobintaro.com/resolusi-2018-hidup-sehat-dengan-salad-dari-amazing-farm/
http://www.infobintaro.com/hidup-sehat-dengan-healthy-drinks/

Simak daftar vendor yang bisa Anda kontak untuk mendapat produk sayur dan buah berkualitas:

Toko Organik  
Pasar Modern Blok KA 101 Bintaro, Pd. Pucung, Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15229
0812-8764-1001
http://www.toko-organik.com/
Baca Juga: http://www.infobintaro.com/memulai-hidup-sehat-dengan-makanan-organik-toko-organik-bintaro/

Sayur Box
Email : order@sayurbox.com
Telp. : 0819-1954-5454
www.sayurbox.com

Ini Organik
Pengiriman : Bintaro area
Telp. : 0821-6565-7330
Instagram: @iniorganik

Kecipir
kecipir.com
Instagram: @kecipir

Earth Delights
Bintaro Sektor 5
GO-FOOD: Earth Delights
WA: 0896-3000-4857
Instagram: @earth_delights

BACA JUGA  Kiat Bugar Saat Traveling di Bulan Puasa

(EGS)

 

Baca Juga