Warung Pringga : Masakan Jepang dan Eropa Bercitarasa Nusantara

Masakan mancanegara mudah ditemukan di berbagai tempat. Berbagai resto dan gerai kuliner yang menyajikan menu mancanegara seolah berlomba-lomba menggoda lidah para konsumen lokal. Namun, dari berbagai interaksi yang Info Bintaro pernah lakukan di berbagai kesempatan, ada fenomena yang cukup mengejutkan, ternyata mayoritas masyarakat masih lebih menyukai masakan lokal, minimal bercitarasa lokal, ketimbang masakan yang betul-betul bercitarasa ‘luar’. Kami pun mengamini satu ungkapan “Memang lidah tidak bisa bohong”. Untuk urusan perut, ternyata masyarakat kita sangat realistis dengan lebih memilih masakan-masakan yang rasanya sudah akrab bagi lidahnya.

Alm. Encu Sunarsa

Hal inilah yang secara jeli diamati oleh almarhum Bapak Encu Sunarsa, saat mengembangkan Warung Pringga, sebuah gerai kuliner yang menyajikan berbagai menu masakan Jepang dan Eropa bercitarasa nusantara. Kepada Info Bintaro, Vina, anak dari Bapak Encu Sunarsa, sekaligus pemilik dan pengelola Warung Pringga bercerita, almarhum ayahnya memang berlatar belakang chef masakan Jepang di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta.

Berbekal skill dan pengalamannya sebagai chef, Bapak Encu Sunarsa memberanikan diri membuka sebuah gerai kuliner. Nama Warung Pringga pun dipilih sebagai nama gerainya. Nama ‘Pringga’ sendiri merupakan nama sebuah jalan tempat tinggal semasa kecilnya di Kota Kuningan, Jawa Barat.

Menu masakan Jepang pun dipilih sebagai menu-menu di gerainya. Namun, Bapak Encu Sunarsa tidak menyajikan menu-menu masakan Jepang asli layaknya di negara asalnya, ia mengkombinasikan bumbu-bumbunya dengan bumbu-bumbu lokal. Gerai pertamanya dibuka tahun 1995 di Jl. Veteran Raya,Bintaro. Gerai pertama Warung Pringga ini baru berupa warung tenda sederhana. Dengan berjalannya waktu pelanggan-pelanggan Warung Pringga bertambah. Sempat membuka beberapa gerai di Kafe Tenda Semanggi, Karawaci dan beberapa wilayah lainnya, namun sayang karena sulitnya pengontrolannya, gerai-gerai ini harus ditutup. Tinggallah yang mampu bertahan gerai pertamanya di Jl. Veteran.

Gerai ini kemudian pindah ke lokasi yang sekarang dinamakan Bintaro 9 Walk. Saat itu Bintaro 9 Walk baru berupa deretan ruko-ruko, belum menjadi Bintaro 9 Walk yang dikenal warga Bintaro sebagai pusat jajanan malam.

Tahun 2012, Bapak Encu Sunarsa jatuh sakit dan meninggal dunia. Masih menurut Vina, Bapak Encu Sunarsa tiba-tiba terjatuh saat sedang melayani pelanggannya. “Bapak kelelahan karena bekerja terlalu keras menjalankan Warung Pringga,” jelas Vina dengan wajah sendu. Sepeninggal Bapak Encu Sunarsa, Warung Pringga tetap berjalan seperti biasa. “Kami bersyukur sekali, karyawan-karyawan Warung Pringga adalah karyawan-karyawan yang loyal, mereka tetap bersama kami bahkan sampai dengan saat ini, chef-chef-nya adalah chef-chef yang sudah bekerja di Warung Pringga sejak buka pertama kali,” lanjut Vina.

Dengan ditutupnya Bintaro 9 Walk dan pindah ke Taman Jajan Bintaro pada awal 2016 yang lalu, Warung Pringga pun ikut pindah dan mulai menempati lokasi baru yang cukup luas di Taman Jajan Bintaro. Lokasinya berada di seberang mushola Taman Jajan Bintaro, pelanggan-pelanggan Warung Pringga yang sekarang dikelola Vina dan adiknya pun terus bertambah. Saat Info Bintaro mampir ke gerainya baru-baru ini, tidak terlihat satu pun meja yang kosong. Bila ada meja yang kosong, tidak lama kemudian meja itu terisi kembali. Padahal gerai ini bisa menampung pengunjung sampai dengan 160 orang.

Karena tingginya animo dari pelanggan-pelanggannya, Vina dan adiknya kemudian memikirkan rencana membuka gerai satu lagi. “Pengunjung-pengunjung kami sering menanyakan mengapa Warung Pringga tidak buka dari siang hari, padahal banyak pelanggan-pelanggannya adalah karyawan kantoran di seputar Bintaro yang ingin bersantap siang di Warung Pringga, sementara gerai di Taman Jajan Bintaro tidak memungkinkan untuk buka dari siang hari.

Akhirnya setelah mencari lokasi yang pas, Vina kemudian memutuskan untuk membuka gerai keduanya di Jl. Kesehatan Raya No. 5C, Bintaro Sektor 1. Berada di seberang Restoran Padang Sari Indah, gerai kedua Warung Pringga menempati bangunan ruko yang sudah dimodifikasi. Berbeda dengan gerainya di Taman Jajan Bintaro, gerai di Jl Kesehatan ini lebih nyaman karena berpendingin udara, jam bukanya pun lebih siang, dari pukul 11.00-22.00 setiap hari, tanpa hari libur. Gerai ini bisa menampung pengunjung maksimum 60 orang.

“Menu-menu di gerai Jl. Kesehatan ini kurang lebih sama dengan gerai di Taman Jajan, ada sedikit perbedaan dari lengkapnya menu. Menu-menu di gerai Jl. Kesehatan ini tidak sebanyak menu-menu di Taman Jajan. Selain itu, kami juga menambahkan 2 menu minuman baru yang belum ada di gerai Taman Jajan, yaitu Lychee Tea dan Ocha (Teh Jepang),” jelas Vina.

Seperti di gerai Taman Jajan, menu favorit pengunjung di gerai Jl. Kesehatan adalah menu-menu Chicken Teriyaki, Teppanyaki, Beef Picata, Salmon Sashimi dan Fushion Sushi. Untuk Teppanyaki ada 3 varian, Beef Teppanyaki, Combinasi Teppanyaki dan Seafood Teppanyaki, yang semuanya menjadi favorit, Sedang untuk Fushion Sushi, menu-menu favorit adalah Bintaro 9, The Real Salmon dan Salmon Baked Roll. Semua menu-menu ini sudah mengadopsi cita rasa nusantara.

Yang unik dari menu-menu ini, adalah Combinasi Teppanyaki. Selain porsinya yang cukup besar, isinya juga komplit, cumi, daging, daging sapi. Sayurannya ada 2 jenis, salad campur dan sayur tauge. Isi dari salad campurnya terdiri dari timun, wortel, bawang bombay, tomat, selada air dan irisan kol. Sayuran ini disiram (dressing) dengan thousand island (mayonnaise) yang diproduksi Warung Pringga sendiri. Sementara sayur taugenya tidak hanya berisi sayur tauge, tapi dilengkapi juga dengan wortel, sawi hijau, bawang bombay dan potongan daging.

“Banyak dari pengunjung yang cuma ingin menyantap salad atau sayur taugenya. Pengunjung bisa memesan salad atau sayur tauge terpisah dari Kombinasi Teppanyaki,” jelas Vina.

Saat ini, berbagai menu Warung Pringga bisa diorder melalui layanan GoMart atau melalui nomor 0858 8600 9007. Untuk pemesanan berbagai acara, minimum pesanan adalah 50 porsi dan diorder 1 hari sebelumnya. Selain itu, Anda juga bisa membooking ruangan di gerai Jl Kesehatan untuk acara-acara seperti arisan, buka bersama, dll dengan waktu maksimum 2 jam.

 

(ES)

Leave a Comment