Trik Meningkatkan Hasil Belajar Sesuai Gaya Belajar

Cobalah menjawab pertanyaan berikut ini:

“Anda akan lebih mudah memahami materi bila guru menggunakan: … “

  1. Demonstrasi, praktek
  2. Handouts, buku, bacaan
  3. Tanya-jawab, diskusi, pembicara tamu
  4. Diagram, chart, grafik

Bila Anda memilih (a), Anda dapat dikatakan memiliki gaya belajar Kinestetik, sedangkan jawaban (b) menunjukkan gaya belajar Read/Write, jawaban (c) untuk gaya Aural, dan gaya Visual bila Anda memilih (d). Meskipun untuk dapat mengetahui gaya belajar Anda tidak cukup hanya dari jawaban satu pertanyaan, setidaknya pertanyaan di atas dapat memberikan gambaran bagaimana gaya belajar Anda.

Apa itu gaya belajar?

Gaya belajar mengacu kepada metode untuk mengumpulkan, memproses, menginterpretasi, mengorganisasi, dan berpikir mengenai informasi. Informasi tersebut berupa hal apa saja di kehidupan sehari-hari, tidak hanya terbatas pada materi pelajaran di kelas. Neil Fleming pada tahun 1992 mengemukakan sebuah model gaya belajar yang disebut VARK, singkatan dari empat gaya belajar, yaitu Visual, Aural, Reading/Write, dan Kinesthetic.

Gaya belajar menurut Neil Fleming ini dibedakan berdasarkan modalitas sensoris yang digunakan, yaitu bagaimana kecenderungan seseorang menggunakan indra sensoris dalam mempelajari hal-hal baru.

Baca Juga: Belajar Teknologi Berbasis Proses di DIGIKIDZ Bintaro

Individu yang memiliki gaya belajar Visual (V) akan lebih mudah memroses informasi seperti apa yang mereka lihat karena mereka cenderung menggunakan indra penglihatan dalam memahami hal-hal baru. Grafik, diagram alir (flow chart), dan simbol adalah hal-hal yang dapat membantu mereka. Selain itu, mereka lebih menyukai warna-warni dan tampilan yang unik serta menarik.

Di lain pihak, individu yang lebih suka untuk mendengarkan informasi berarti mereka bergaya Aural (A). Bagi mereka, informasi lebih mudah diproses apabila mereka mendengarkan, misal mengikuti ceramah dosen di kelas. Mereka juga suka untuk membicarakan sesuatu, bahkan tidak jarang mereka mengulang-ulang apa yang mereka sudah mereka bicarakan atau tanyakan, hal ini dilakukan semata-mata agar mereka dapat memahami informasi tersebut. Kegiatan diskusi dan tanya-jawab merupakan aktivitas yang akan membuat mereka lebih cepat menyerap informasi.

Walaupun sama-sama mengutamakan informasi yang dilihat, gaya belajar Read/write (R) berbeda dengan V. Dengan memiliki gaya R, mereka lebih menyukai tulisan, aktivitas mencatat, dan membaca tulisan berulang-ulang.  Mereka juga akan lebih mudah menyampaikan ide atau gagasan dalam bentuk tulisan.

BACA JUGA  Bisnis Keluarga? Siapa Takut

Gaya terakhir, Kinestetik (K). Mereka yang memiliki gaya ini mengutamakan pengalaman dan latihan, serta menyukai informasi yang memiliki kaitan dengan kehidupan sehari-hari ataupun yang dapat diaplikasikan secara langsung. Mereka cenderung untuk melibatkan seluruh indra mereka (penglihatan, sentuhan, pendengaran, penciuman, dan rasa). Oleh karena itu, mereka menyukai hal-hal yang dapat dipraktekkan ataupun dirasakan.

Baca Juga: Anak Anda Mengalami Kesulitan Belajar? Pahami Hal-Hal Ini

Apakah saya dapat memiliki lebih dari satu gaya belajar?

Bisa saja. Untuk individu yang hanya dominan menggunakan satu modalitas berarti ia hanya memiliki satu gaya (misal hanya V, A, R, atau K). Individu yang memiliki hanya satu gaya belajar ini disebut unimodal. Di lain pihak, bila individu menggunakan beberapa modalitas, maka ia akan memiliki beberapa gaya, mereka ini disebut sebagai multimodal, misalnya VA atau VRK.

Bila Anda memilih lebih dari satu pilihan dari pertanyaan di atas, maka kemungkinan Anda termasuk multimodal. Multimodal dapat berbentuk bimodal (memiliki dua gaya sekaligus, misal VR, AK, atau AR), trimodal (tiga gaya sekaligus, misal VAK, ARK, atau VRK), ataupun quadmodal (VARK).

Baca Juga: Bermain Sambil Belajar, Mengembangkan Kemampuan Anak Secara Kreatif di Rumah Mandar

Apa perbedaannya antara gaya belajar unimodal dan multimodal dalam belajar? Untuk unimodal, tentu akan lebih mudah karena mereka hanya menfokuskan pada satu jenis atau bentuk informasi, misal individu bergaya A maka informasi berbentuk suara atau dengan berbicara akan lebih disukai. Bagaimana dengan multimodal?

Neil Fleming membagi multimodal berdasarkan fleksibilitasnya, yaitu tipe 1 dan tipe 2. Pada tipe 1, individu dapat fleksibel untuk menggunakan hanya salah satu gaya saja. Misalnya, mahasiswa dengan gaya AK, ketika dosen menjelaskan materi hanya dengan berbicara di kelas tanpa ada praktikum, ia dapat mengerti dengan menggunakan gaya A. Namun ketika menghadapi kuliah dengan banyak praktikum, ia akan menggunakan gaya K.

Hal ini berbeda denga tipe 2. Individu dengan gaya multimodal tipe 2, tidak dapat fleksibel dalam menggunakan gayanya. Ia baru dapat memahami informasi bila telah diolah dengan semua gayanya. Misalnya, mahasiswa dengan gaya AK, ia perlu mendengarkan dosen menjelaskan suatu materi dan perlu mempraktekkan materi tersebut agar dapat memahaminya.

BACA JUGA  Perilaku Belanja Impulsif dan Self Esteem

Apalagi untuk individu dengan gaya quadmodal (VARK), materi harus diolah oleh semua gaya terlebih dahulu agar dapat dimengerti.Sering kali individu bergaya multimodal membutuhkan waktu lama untuk belajar, sehingga terkadang ia dianggap “procrastinator” (penunda) atau “slow-deliverer”. Namun apabila ia sudah paham materi tersebut,pemahamannya lebih mendalam dibandingkan unimodal.

Apakah ada gaya belajar yang paling baik?

Tidak ada hubungan antara gaya belajar dan prestasi akademik. Artinya, tidak ada gaya belajar tertentu yang akan membuat prestasi belajar invididu lebih tinggi dibanding gaya yang lain.  Dengan kata lain, Anda tidak perlu mengubah gaya belajar Anda. Yang perlu dilakukan agar memiliki prestasi belajar yang baik adalah menyesuaikan cara atau strategi belajar dengan gaya belajar yang Anda miliki.

Oleh karena itu, setelah mengetahui gaya belajar Anda, maka Anda perlu menyesuaikan strategi belajar dengan gaya tersebut agar mendapat hasil belajar yang baik.

Bagaimana strategi belajar yang sesuai dengan gaya belajar saya?

Untuk Anda yang bergaya belajar V,tandai materi-materi penting di buku (misal dengan memberi highlight, warna, ataupun simbol), serta membuatmind-map ataudiagramberdasarkan materi tersebut agar lebih paham.Bagi mahasiswa bergaya belajar A, rajinlah datang kuliah untuk mendengarkan penjelasan dari dosen, perbanyak diskusi dan tanya jawab untuk membahas materi yang ingin dipahami, bahkan bila diperlukan Anda dapat merekam suara penjelasan dosen ataupun diri sendiri tentang materi tersebut.

Perbanyaklah membaca dan mencatat materi (kalau perlu, catat ulang dari buku ataupun catatan Anda) bagi Anda yang bergaya belajar R.Anda juga dapat googling lalu membaca materi yang banyak tersedia di internet. Terakhir, untuk gaya belajar K, banyaklah berlatih atau mempraktekkan materi yang ingin Anda pahami. Anda juga dapat menonton tutorial di youtube, lalu ikut mempraktekkannya.

“Selama ini saya sudah mempraktekkan strategi-strategi di atas, namun saya masih belum dapatmemahami materi dengan baik?” Hal ini kemungkinan terjadi karena strategi yang Anda lakukan tersebut tidak sesuai dengan gaya belajar Anda. Untuk itu Anda dapat mengeksplorasi gaya belajar lain serta strateginya.

Cobalah untuk menggunakan strategi dari gaya belajar yang berbeda. Apabila Anda merasakan adanya peningkatan pemahaman, maka berarti itulah gaya belajar dan strategi yang sesuai dengan Anda. Kemungkinan kedua, Andatermasuk multimodal tipe 2. Untuk itu, cobalah menerapkan strategi-strategi dari gaya belajar yang berbeda pada suatu materi yang sama. Rasakan adanya peningkatan pemahaman yang terjadi.

BACA JUGA  Generasi Muda, Mari Berwirausaha!

Yang perlu dicatat disini bahwa gaya belajar bukanlah satu-satunya yang pasti membuat hasil belajar Anda lebih baik. Masih banyak faktor di luar gaya belajar yang dapat mempengaruhi hasil belajar Anda, misalnya kecerdasan, motivasi, ataupunsituasi lingkungan belajar.

Namun, dengan mengidentifikasi gaya belajar Anda lalu menerapkan strategi belajar yang sesuai dengan gaya belajar Anda tersebut, Anda dapat memaksimalkan potensi diri Anda, tidak hanya untuk belajar di kelas tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Sukses selalu!

Penulis:

Aries Yulianto, S.Psi., M.Si.
Staf Pengajar Program Studi Psikologi
Fakultas Humaniora dan Bisnis Universitas Pembangunan Jaya

Referensi:

Awang, H., Samad, N. A., Faiz, N. S. M., Roddin, R., & Kankia, J. D. (2017). Relationship between the Learning Styles Preferences and Academic Achievement. International Research and Innovation Summit (IRIS2017) IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 226, 012193.

Fleming, N. D. (1995). I’m different; not dumb: Modes of presentation (VARK) in the tertiary classroom, dalam Zelmer, A., (ed.) Research and Development in Higher Education, Proceedings of the 1995 Annual Conference of the Higher Education and Research Development Society of Australasia (HERDSA), HERDSA, Volume 18, pp. 308-313.

Fleming, N. D., & Mills, C. (1992). Not another inventory, rather a catalyst for reflection. To Improve the Academy, 11, 137-143.

Marcy, V. (2001). Adult learning styles: How the VARK Learning Style Inventory can be used to improve student learning. Perspective on Physician Assistant Education, 12(2), 117-120. Vark-learn.com

WhatsApp chat