Trafi, Sekarang Naik Angkutan Umum Jadi Lebih Mudah

Permasalahan kemacetan di Jakarta dan sekitarnya, pada waktu belakangan ini semakin menjadi-jadi. Bila dulu kemacetan lalu lintas terjadi pada jam-jam sibuk tertentu, saat ini kemacetan bisa terjadi bahkan pada tengah malam. Bila kita cermati, sumber kemacetan bersumber dari semakin banyaknya kendaraan bermotor baik mobil mau pun sepeda motor. Di sisi lain, buruknya sarana transportasi umum yang ada menjadi suatu rahasia umum, disamping perilaku pengendara di jalan umum yang kerap menimbulkan kemacetan lalu lintas.

Pemerintah sendiri baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat telah berupaya membenahi sistem transportasi umum yang ada dengan tujuan agar masyarakat mengubah moda transportasi yang digunakannya, dari semula menggunakan kendaraan pribadi menjadi kendaraan umum. Namun upaya ini belum sepenuhnya membuahkan hasil.

Salah satu penyebab keengganan masyarakat menggunakan kendaraan umum adalah sulitnya mengakses berbagai moda transportasi itu, terutama saat akan menuju ke suatu tempat pertama kali. Seringkali kita diperhadapkan dengan pertanyaan, untuk menuju ke sana saya mesti naik kendaraan umum yang mana? Jika kita akan menggunakan angkot/mikrolet atau bus, kode rutenya berapa yang harus saya pilih, dimana menunggunya, dimana turunnya, berapa tarifnya, dll. Ketidaktahuan ini sering menimbulkan keengganan kita menggunakan angkutan umum. Ketimbang dipusingkan dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut yang membuat kita gamang, kita akhirnya lebih memilih kendaraan pribadi yang dimiliki yang akhirnya berkontribusi terhadap kemacetan.

Padahal sebetulnya kita sudah memiliki berbagai moda transportasi dari mulai ojek, angkot, mikrolet, taksi, bus, commuter line, dll sejak lama. Moda-moda transportasi ini digunakan secara rutin bila kita sudah ‘hafal’ dengan rute-rutenya, jika tidak kita cenderung akan memilih kendaraan pribadi atau kendaraan umum ‘single pass’ seperti taksi atau ojek.

Sebagai bagian dari program mengatasi kemacetan yang semakin kompleks di Jakarta, Pemprov DKI melalui 2 lembaganya, Jakarta Smart City dan Transjakarta menginisiasi adanya suatu aplikasi berbasis mobile yang dapat memudahkan pengguna transportasi publik melalui aplikasi yang dinamakan Trafi. Bekerjasama dengan Trafi Indonesia, aplikasi ini diluncurkan pada pertengahan 2016 yang lalu.

Sejatinya aplikasi Trafi ini dikembangkan oleh Trafi, sebuah startup asal Lithuania (negara pecahan Uni Soviet). Aplikasi Trafi ini sudah digunakan di berbagai negara. Dari websitenya, Trafi sudah digunakan di Lithuania, Estonia, Latvia, Russia, Turki, Brazil, India, Taiwan, termasuk Indonesia. Sayangnya gaungnya di Indonesia belum begitu terdengar, padahal dari pengalaman Info Bintaro, aplikasi ini cukup mudah digunakan dan sangat membantu saat kita akan mencari alternatif kendaraan umum.

Trafi bisa diunduh di smartphone dari Google Playstore dan Appstore iOS. Begitu terinstall, kita sudah bisa langsung menggunakannya tanpa harus melakukan registrasi terlebih dahulu. Kita hanya perlu menentukan lokasi asal dan lokasi tujuan. Untuk menentukan lokasi ini ada 2 opsi yang bisa gunakan, dengan langsung mengetikkan alamat dan melakukan tagging pada peta interaktif yang mirip seperti Google Map. Dari situ aplikasi Trafi akan segera memunculkan alternatif-alternatif pilihan kendaraan umum yang bisa digunakan, lengkap dengan jalan-jalan yang yang dilewati.

Menariknya, aplikasi Trafi ini juga langsung memberikan alternatif yang paling direkomendasikan (Recommended), alternatif dengan biaya termurah (Cheaper), alternatif dengan menggunakan transportasi masal (Public Transport) dan alternatif angkutan reguler (Less Walking), lengkap dengan estimasi biaya dan waktunya. Begitu kita memilih 1 alternatif, aplikasi Trafi akan langsung menampilkan rute detilnya dari lokasi asal menuju lokasi tujuan.

 

Aplikasi Trafi ini tidak hanya bisa digunakan di wilayah Jakarta saja, melainkan juga wilayah-wilayah di pinggiran Jakarta seperti Bintaro, Serpong, Ciputat, Pamulang, dll. Wilayah terjauh yang bisa diakses aplikasi Trafi ini adalah Bogor, Tigaraksa/Balaraja dan Cikarang. Bisa dikatakan aplikasi ini bisa diandalkan untuk wilayah Jabodetabek.

Moda transportasi yang ada di Trafi bisa dikatakan cukup memadai, dari mulai angkot/mikrolet, Mikro bus alias bus berukuran sedang seperti Kopaja/Metromini dan ‘elf’, bus besar, Transjakarta, commuter line dan ojek online. Untuk ojek online, Travi telah bekerjasama dengan Uber. Saat kita memilih 1 alternatif yang di situ tercantum alternatif menggunakan ojek online, kita bisa langsung mengorder Uber (bila di hp kita sudah terinstall aplikasi Uber), sehingga saat kita tiba kita bisa langsung melanjutkan perjalanan dengan menggunakan ojek.

Terlepas masih banyak kekurangan yang ada, aplikasi Travi ini lumayan membantu Info Bintaro saat ke berbagai berbagai alamat di Bintaro dan Serpong dengan menggunakan kendaraan umum. Kita patut mengacungi jempol dengan inisiatif yang dilakukan oleh Pemprov DKI. Yuk, kita mulai berpartisipasi mengurangi kemacetan dengan mulai menggunakan kendaraan umum.

 

(EG)

Leave a Comment