Sab. Okt 19th, 2019

Tradisi Cap Go Meh dan Lontong Cap Go Meh

Cap Go Meh (Hokkien: 十五暝) melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama (Cap = Sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam). Ini berarti, masa perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama lima belas hari.

Perayaan ini dirayakan dengan jamuan besar dan berbagai kegiatan. Di Taiwan ia dirayakan sebagai Festival Lampion. Di Asia Tenggara ia dikenal sebagai hari Valentine Tionghoa, masa ketika wanita-wanita yang belum menikah berkumpul bersama dan melemparkan jeruk ke dalam laut – suatu adat yang berasal dari Penang, Malaysia.

Cap go meh 2018 jatuh pada tanggal 2 Maret 2018 yaitu terhitung 15 hari setelah tahun baru imlek yang jatuh pada tanggal 16 Februari 2018 atau tanggalan kalender Cina yaitu tahun 2569. Berbagai event dan agenda kegiatan yang berupa pegelaran festival barongsai diadakan di tiap kota di indonesia dan kota-kota yang mayoritas Tionghoa akan bertambah semarak setiap malamnya dengan hiasan lampu lampion yang ada di tiap bangunan yang tentunya menambah indahnya suasana malam tahun baru imlek.

Salah satu contohnya adalah Solo. Sebanyak 5.000 lampion mulai menghiasi Kota Solo, Jawa Tengah jelang perayaan Tahun Baru Imlek. Tak hanya itu, berbagai ornamen khas lainnya pun siap sambut wisatawan yang merayakan Imlek di Solo.

Baca Juga: http://travel.tribunnews.com/2018/02/11/perayaan-tahun-baru-imlek-2018-sebanyak-5000-lampion-kembali-warnai-kota-solo

Festival Lampion 2018 di Solo

Selanjutnya kita akan membahas tradisi Tionghoa dari “Sin Cia” sampai “Cap Go Meh”

Hari pertama tahun baru dilewatkan di kalangan keluarga sang suami. Pada pagi hari mereka saling ketemu sesudah para anak-anak memperoleh angpao mereka pada malam tahun baru sebelumnya, anggota keluarga yang belum menikah, dihadiahi angpao terkadang juga tamu yang belum menikah.
Pada mulanya hanya uang receh yang dibagikan, akan tetapi seiring dengan kesejahteraan yang meningkat jumlah angpao tersebut juga semakin besar. Terutama pada keluarga yang mampu, yang di daratan Tiongkok pada umumnya berada/hidup di daerah pesisir pantai timur, bisa saja sejumlah besar uang diselipkan di dalam amplop angpao.

Pada hari ke dua dilakukan kunjungan kepada keluarga sang istri. Kebanyakan pada kesempatan tersebut diadakan jamuan makan lengkap. Terutama pada keluarga yang menjunjung tinggi tradisi, yang biasanya telah menerima pewarisan altar sembahyang kepada para leluhur dan para dewata.

Untuk itu mereka biasanya sangat ramah kepada anjing peliharaan dan memperbolehkan mereka hadir di perjamuan. Sesuai kepercayaan tradisi, hari ke dua (Imlek) ialah hari ulang tahun semua anjing. Tahun yang baru seharusnya diawali dengan tindakan yang baik, dengan keramah-tamahan dan respek antar sesama maupun kepada semua mahluk Tuhan. Untuk itu anjing sebagai hewan peliharaan memperoleh perhatian khusus.
Pada banyak keluarga pengertian untuk hidup selaras dengan alam telah luntur. Maka dari itu dewasa ini perayaan tahun baru Tiongkok nyaris hanyalah sebagai pesta untuk pertemuan kekeluargaan dan kekerabatan saja.

Pada hari ke tiga dan ke empat diadakan kunjungan kepada famili jauh. Sering kali ini dikaitkan dengan acara mini-piknik dari keluarga besar. Hari tersebut juga dinamakan “Chikou” (mulut bebas). Oleh karena pada pesta keluarga mudah terjadi perbedaan pendapat. Keluarga besar menerapkan rambu-rambu pengaman bagi pertikaian yang bisa saja berlangsung dengan sangat keras dan bising. Karena di luar keluarga/klan, di dalam kehidupan bermasyarakat, orang Tionghoa tidak boleh menempuh risiko kehilangan muka.

BACA JUGA  9 Kesalahan Saat Packing dan Cara Mengatasinya

Hari ke lima di Tiongkok utara dimulai dengan sarapan hidangan Jiaozi. Pada hari tersebut orang-orang menyembahyangi dewa rejeki orang Tionghoa (Chaishen). Asul usul historikalnya tertuju pada Zhao Gongming atau Bi Gan. Cai Shen pada mulanya hanyalah seorang pahlawan rakyat Tiongkok, yang konon hidup pada masa awal dinasti Qin (baca: Chin, 2.200 tahun yang silam). Ia di kemudian hari diangkat ke tingkat dewa. Ia seringkali dilukiskan sedang menunggangi seekor macan hitam, dan memegang sebatang tongkat keemasan.

Hari ke enam dan ke delapan dijadwalkan sebagai hari-hari istirahat di antara pelbagai aktifitas.

Pada hari ke tujuh, juga disebut “Renri”,secara tradisinya diperingati sebagai “Hari ulang tahun setiap orang”. Itu adalah hari dimana orang secara otomatis satu tahun lebih tua, karena di Tiongkok kuno hari ulang tahun pribadi hampir dianggap tidak penting. Tiongkok sebagai negara agraris mempersilakan para petaninya pada kesempatan tersebut merayakan hari-hari pesta tahun barunya, karena mereka pada saat-saat tersebut di musim dingin tidak menggarap ladang mereka. Dewasa ini kebiasaan tentang perayaan hari ulang tahun juga telah berubah seiring dengan perubahan kehidupan modern. Di Tiongkok secara lambat laun hari ulang tahun bagi individu telah menjadi perhatian utama.

Hari ke sembilan kaum Taois menggunakannya sebagai pemujaan terhadap Tian Gong “Raja Giok Langit” terutama di sejumlah kuil. Untuk itu mereka memohon dari-Nya terutama kebahagiaan dan belakangan ini juga uang yang banyak. Dupa/Hio di kuil-kuil pada kesempatan seperti ini harus dibayar dengan lebih mahal.

Sejak hari ke 10 s/d hari ke 12 hari-hari perayaan perlahan-lahan sudah mendekati usai. Para sahabat dan kerabat diundang makan malam di rumah atau di restoran. Rasa kebersamaan dapat dijumpai dalam permainan judi uang menguntungkan seperti Mah-jiang/Mahyong tetapi juga pada permainan catur Tiongkok.

Hari ke 13 dan 14 diperuntukkan bagi persiapan pesta lampion yang dilangsungkan pada malam ke 15. Pesta lampion (Deng Jie) atau pesta Yuan Xiao (yuanxiaojie) menutup serangkaian acara pesta tahun baru tersebut. Penggarapan rame-rame atas lampion merupakan puncak acara sebelum para pekerja keliling tersebut pergi berpencaran selama satu tahun penuh.

Hari ke-15lampion dan lentera akan dinyalakan. Warga Tionghoa akan memakan bola-bola dari tepung ketan mirip wedang ronde. Peranakan Tionghoa di Pulau Jawa akan menyantap lontong cap go meh. Sajian kuliner ini memperlihatkan asimilasi budaya China dan Nusantara. Simak kelezatannya di video berikut https://www.youtube.com/watch?v=Os0AWKdl6Y4

Penasaran mau membuat sendiri lontong cap go meh? Ini resepnya:

Bahan: Lontong secukupnya

Bahan Opor Ayam:

  • 1 ekor ayam, potong sesuai selera
  • 500 cc santan encer
  • 250 cc santan kental
  • Minyak goreng untuk menumis
  • 6 buah bawang merah
  • 5 butir kemiri
  • 3 siung bawang putih
  • 1 ruas jari kencur
  • Merica sesuai selera
  • Ketumbar secukupnya
  • 5 daun jeruk purut
  • 2 batang serai
  • Gula secukupnya
  • Garam secukupnya
  • Bahan Telur Petis
  • 5 butir telur, rebus dan kupas kulitnya
  • 400 cc santan
  • 10 buah cabe rawit
  • 2 batang serai
  • 1 sendok makan petis
  • Gula secukupnya
  • Garam Secukupnya
  • Minyak Goreng untuk menumis
  • 6 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • Bahan Bubuk Kedelai
  • 250 gram kedelai
  • Gula secukupnya
  • Garam secukupnya
BACA JUGA  Glow Your Skin, Glow Your Financial

Cara Membuat Opor Ayam:

  1. Haluskan bawang merah, putih dan kemiri. Tumis lalu masukkan kencur, merica, ketumbar. Tumis hingga harum.
  2. Tuangkan santan secara perlahan. Aduk hingga mendidih.
  3. Masukkan ayam, daun jeruk, serai, gula dan garam. Aduk hingga merata dan biarkan sampai ayam matang sempurna.
  4. Bila ayam sudah empuk dan kuah sudah mengental, angkat dan sisihkan.

Telur Petis

  1. Tumis bawang merah dan bawang putih, sampai harum.
  2. Tuangkan santan dan biarkan mendidih.
  3. Masukkan telur ayam yang sudah dikupas, petis, cabe, serai, gula dan garam. Aduk agar tidak mengental.
  4. Aduk sesekali dan biarkan semua bahan matang.

Bubuk Kedelai

  1. Rendam kedelai selama 2 jam, tiriskan
  2. Goreng kedelai hingga berubah warna
  3. Haluskan kedelai dalam blender. Tambahkan garam dan gula.

Cara Penyajian:

  1. Potong lontong, sajikan dalam piring.
  2. Potong telur petis menjadi dua bagian, tuangkan opor dan kuahnya.
  3. Taburi dengan bubuk kedelai.
  4. Kamu dapat melengkapi lontong cap go meh dengan sambel goreng ati, acar dan kerupuk.
  5. Lontong Cap Go Meh siap disajikan.

Salah satu resto yang rutin menyajikan menu lontong cap go meh adalah Sate Khas Senayan. Catat alamatnya:

Sate Khas Senayan Bintaro
Bintaro Jaya Sektor VII, dekat Lottemart, (021) 745 9195
Bintaro Jaya Xchange Mall, Lantai LG, (021) 2986-4901

(EGS)

 

Baca Juga