Tora Gani, Mengkreasikan Menu Jepang Bercitarasa Indonesia

Bagi masyarakat Indonesia, kuliner Jepang dikenal sebagai kuliner yang sehat dan rasa yang netral. Namun, kuliner Jepang banyak menggunakan bahan-bahan makanan dari laut (seafood) yang sering dimakan dengan kondisi mentah atau setengah matang, membuat sebagian orang Indonesia yang telah terbiasa dengan kuliner-kuliner yang memiliki rasa yang tajam dengan bumbu-bumbu yang ‘berani’ dan diolah dengan proses masak yang komplek, membuat kuliner Jepang dirasakan kurang ‘pas’ bagi sebagian orang Indonesia.

Melihat kenyataan ini, Tora Gani bersama kekasihnya berniat membangun bisnis kuliner yang menyajikan masakan Jepang yang relatif bisa diterima oleh lidah orang Indonesia. Tora yang merupakan lulusan dari perguruan tinggi terkemuka di Jakarta memiliki kegemaran akan masakan Jepang. Hal ini menurun dari almarhumah ibunya yang merupakan orang Jepang. Ditambah dengan bisnis kuliner Jepang merupakan hal yang tidak asing bagi keluarganya, ayahnya pernah membangun resto masakan Jepang yang populer di Jakarta pada tahun 1990-an (baca juga : Ingin Makan Masakan Jepang Anti-Mainstream? Di Toraya Tempatnya dan Tahukah Anda, Bubur Adalah Menu Sehat Untuk Makan Malam?).

toraya_info_bintaro_1

Berbekal pengalamannya magang di satu jaringan gerai kopi kelas dunia dan pengetahuan serta pengalaman yang diperolehnya dari bisnis yang pernah dibangun ayahnya, Tora memberanikan membuka gerai kuliner yang menyajikan menu masakan Jepang. Pada awalnya, gerainya berlokasi di Sektor 7, di area Bintaro People Market (BPM) yang saat itu berlokasi di samping Bank Niaga. Kepindahan Bintaro People Market ke Ruko Multiguna Sektor 3A pada awal 2016, juga membuat Tora memboyong gerainya ke lokasi BPM yang baru.

Semula Tora berkolaborasi dengan kekasihnya menggarap Toraya Kitchen. Tora bertanggung jawab mengurus operasional gerainya, sementara kekasihnya bertanggung jawab dengan urusan marketing. Namun, tidak berlanjutnya hubungan ini membuat Tora mengambil alih semua urusan di gerainya.

Dalam menjalankan bisnisnya, Tora melakukan hampir semua urusan, mulai dari berbelanja, mengatur pekerjaan karyawan-karyawannya, sampai dengan promosi-promosi bagi gerainya. Kemampuan Tora dalam memasak ditunjukkan dengan seringnya ia turun tangan langsung. Walaupun ia memiliki karyawan-karyawan yang bertugas memasak, namun Tora merasa ia perlu membimbing karyawannya dan memberikan contoh secara langsung bahkan dalam memasak. Hal ini terlihat saat Info Bintaro mengunjungi gerainya beberapa waktu yang lalu. Dari pengalaman Info Bintaro, tidak semua pemilik gerai dapat memasak sendiri. Tora menunjukkan bahwa walaupun sebagai pemilik ia pun dapat memasak, bukan sekedar memberikan instruksi kepada karyawannya. Dengan turun tangan secara langsung, Tora dapat memastikan kualitas masakan yang dihasilkan gerainya sesuai dengan yang diharapkannya.

tora_toraya_info_bintaro

Untuk menjaga kualitas masakan dari gerainya, Tora berbelanja sendiri bahan-bahan masakannya. Terkadang ia harus berbelanja di 4 tempat yang berbeda, untuk mendapatkan bahan-bahan masakan yang terbaik dengan harga yang kompetitif. Sebagai contoh, Tora hanya membeli beras dari sebuah supermarket yang dikenal memiliki harga barang yang premium. Pertimbangan Tora untuk membeli beras di supermarket itu, ia bisa mendapatkan beras dengan kualitas terbaik namun dengan harga yang bisa dikatakan murah. Contoh lainnya, masakan-masakan di gerainya tidak menggunakan micin (MSG). Saus yang digunakan untuk menu-menunya juga merupakan saus racikan sendiri yang tetap dijaga kesegarannya. “Saya tidak akan menggunakan saus yang tidak habis pada hari sebelumnya untuk disajikan pada keesokan harinya. Jika saus yang dibuat untuk satu hari tidak habis, kami akan membuang saus itu dan keesokan harinya kami akan membuat saus yang baru.” Jelas Tora kepada Info Bintaro.

Walau pun menggunakan bahan-bahan masakan yang terbaik, Tora tetap menjaga harga jual dari menu-menunya cukup murah, bahkan bagi kantong mahasiswa dan pelajar sekali pun. Di daftar menu, kami melihat rata-rata harga makanan cuma Rp. 25.000 dengan harga termahal Rp. 40.000. Bagi Tora, kepuasan pelanggan-pelanggannya merupakan fokus utamanya, walau pun keuntungan yang diperolehnya tidak besar. Tidak heran, ia memiliki pelanggan-pelanggan setia bukan hanya di Bintaro, melainkan berbagai wilayah di Jakarta.

Berbekal kemampuannya dalam memasak, Tora mengkreasikan menu-menu yang disajikan sesuai dengan lidah orang Indonesia kebanyakan. Menu-menu Jepang yang bagi sebagian orang dirasakan asing, di tangan Tora disulapnya menjadi menu-menu Jepang yang tidak kehilangan nuansa Jepangnya, namun bercita rasa Indonesia.

Tora merupakan gambaran anak-anak muda modern yang memiliki semangat tinggi mengembangkan usaha secara mandiri. Anak-anak muda seperti ini yang dalam beberapa tahun ke depan akan menjadi pengusaha-pengusaha sukses yang membangun usahanya dari nol, bukan menggunakan fasilitas dan pengaruh dari orang tuanya.

 

(ES)

Leave a Comment