Tips Sukses Jadi Penyiar Radio ala Gofar Hilman

Untuk generasi 80-an bila ditanya tentang penyiar radio favorit? Jawabannya barangkali Indy Barends, penyiar radio HardRock FM Jakarta. Namun bagi generasi now, penyiar radio favorit, salah satunya adalah Gofar Hilman. Lihat gaya doi siaran di Hard Rock FM di video berikut.

Dalam seminar radio yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Komunikasi UPJ (Universitas Pembangunan Jaya) Gofar Hilman berbagi kisah suksesnya menjadi penyiar radio.

Pertama-tama Gofar mengungkapkan kebanggaannya menjadi penyiar radio dari Senin sampai Jumat jam 6-10 pagi tanpa taping (direkam terlebih dahulu). Sejak duduk di bangku SMP, dia menjadi seorang SK-wan yakni sebutan bagi penggemar Radio Suara Kejayaan. Bahkan jaman tersebut dia rela membayar Rp. 500,- agar dapat menonton penyiar kesayangannya siaran live.

Gofar berpesan kepada para generasi muda untuk berani menerima tantangan. Sebagai contoh Indy Barends dulunya adalah sales iklan radio Hardrock FM namun dia berani menerima tantangan bosnya untuk menjadi seorang penyiar. Bahkan gaji Indy Barends bisa mencapai Rp. 85 juta sebagai penyiar radio.

“Kenapa gue cinta radio?” Gofar menjawab bahwa salah satu alasannya karena tidak usah mandi sebelum siaran hehehe. Setelah siaran jam 6-10 Gofar bebas melakukan apa saja yang dia suka.

Gofar mengungkapkan bahwa sebagai penyiar radio dia selalu mengangkat isu lokal dan menghindari berita-berita luar negeri kecuali bila topik tersebut dibicarakan di mana mana. Menurut Gofar dari topik lokal yang menarik tersebut, penyiar harus bisa membuat pendengarnya menyimak (mendengarkan dengan seksama) dan mengikuti topik tersebut.

Tips lain yang disampaikan gofar adalah penyiar harus mempunyai karakter suara. Contohnya adalah Rizna Nyctagina yang beken dipanggil Nyctagina. Karakter suaranya yang kuat membedakan dia dengan penyiar wanita yang lain. Mau tau cara membangun karakter? Simak video berikut.

Latihan Tiger Face

Dalam seminar radio di UPJ, Gofar mengajarkan latihan tiger face. Yakni dengan membelalakan mata dan membuka mulut lebar-lebar. Latihan ini berguna agar kita mempunyai pita suara yang bulat, yang bagus untuk penyiar radio.

Latihan yang bagus juga untuk dijalani adalah humming atau bergumam. Tujuannya untuk melatih nafas kita agar panjang. Ini berguna saat penyiar membacakan adlips/iklan radio. Idealnya penyiar harus dapat membacakan 1 paragraf iklan tanpa jeda nafas.

Jangan Pernah Berhenti Belajar

Gofar berpesan agar generasi muda tidak pernah berhenti belajar. Ia pun terus belajar dengan para penyiar senior. Dan belajar dengan generasi yang lebih muda untuk berani mencoba segala sesuatu yang baru. Berani punya cita-cita yang tidak dimiliki oleh generasi tua.

Jaman yang Berubah

Gofar mengamati bahwa saat ini terjadi perubahan masyarakat di mana orang tidak akan sepenuh hati mendengarkan radio. Ada begitu banyak distraksi/gangguan seperti gadget maupun televisi. Dengan demikian orang jaman now hanya sekilas menyimak siaran radio. Tantangan orang radio masa kini adalah bagaimana membuat konten yang berisi. Tidak menguras durasi siaran dan kalau memang bisa direkam terlebih dahulu itu dilakukan agar pembicaraan dengan narasumber tertentu dapat disensor dan tidak kena teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia.

Nah, bila kamu berminat mendalami ilmu komunikasi khususnya dunia peradioan, bisa mendaftarkan diri ke jurusan komunikasi yang ada di Universitas Pembangunan Jaya.

Info lebih lanjut:
Universitas Pembangunan Jaya
Jalan Cendrawasih Blok B7/P, Sawah Baru, Ciputat
Tangerang Selatan, Banten 15413
Phone: (021) 745-5555

 

(EGS)