Sab. Jan 18th, 2020

Tips Praktis dalam Berbisnis Bersama Keluarga

Masih ingat bisnis keluarga Ayam Goreng Kalasan Borobudur (AGKB) yang sudah berdiri lebih 30 tahun di Jalan Borobudur Jelambar Baru? Ini merupakan bisnis keluarga. Simak beritanya: https://www.infobintaro.com/mau-coba-ayam-goreng-kremes-yang-umurnya-sudah-30-tahun/

Bisnis bersama keluarga? Tentu menjadi ide yang sangat baik. Mengingat jumlah pengusaha di Indonesia kurang dari 5%, yaitu sekitar 3,1% dari jumlah populasi. Yup, sangat sedikit bukan? Padahal kegiatan wirausaha bisa berkontribusi besar bagi perekonomian negara, yaitu memberikan sumbangan terhadap Gross Domestic Product (GDP) dan turut membantu pemerintah membuka lapangan kerja.  Artinya, kegiatan kewirausahaan memiliki dampak yang positif untuk negara. Semakin bertambah jumlah orang yang aktif dalam berwirausaha, akan semakin meningkat pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Fakta lainnya ternyata kebanyakan usaha di Indonesia merupakan bisnis keluarga, yaitu sekitar 88% dari populasi perusahaan. Selain memberikan keuntungan untuk negara, bisnis keluarga juga memberikan keuntungan untuk keluarga. Jika Anda berbisnis dengan keluarga pastinya Anda akan memiliki quality time yang lebih, dibandingkan ketika Anda bekerja kantoran. Berikut beberapa hal yang bisa Anda jadikan acuan ketika Anda memutuskan untuk bisnis bersama keluarga.

  1. Diskusikan Tujuan Anda. Diskusikan tujuan Anda dengan keluarga terlebih dulu.  Apakah mereka mendukung Anda dan ingin terlibat dalam bisnis keluarga? Jika mereka bersedia terlibat, maka hal ini merupakan pertanda positif. One-step closerdengan tujuan Anda untuk berbisnis bersama keluarga.
  2. Tentukan Bidang Bisnis. Libatkan keluarga dalam menentukan bidang bisnis seperti apa yang ingin dijalankan. Usahakan ketika memilih bidang bisnis, passiondan talenta yang dimiliki keluarga bisa menjadi pertimbangannya. Atau Anda bisa menganalisa peluang dengan menggunakan analisis SWOT. Analisis SWOT adalah metode perencanaan dengan mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weakness), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu spekulasi bisnis.
  3. Pastikan Visi dan Misi sesuai dengan Keinginan Bersama. Musyawarahkan visi dan misi dalam membangun bisnis keluarga bersama-sama, agar ketika bisnis sudah berjalan, semua anggota keluarga memiliki satu suara untuk mengembangkan usahannya.
  4. Pembagian Tugas. Sejak awal bagilah dan berikan tugas secara rinci kepada anggota keluarga yang terlibat, agar mereka tahu apa saja yang harus dikerjakan. Pertimbangkan kemampuan dari anggota keluarga juga. Jika suami lebih mahir dalam bidang strategi, maka jadikanlah ia sebagai pemimpin. Jika istri lebih mahir dalam bidang promosi, maka jadikanlah ia sebagai marketing.
  5. Pisahkan Uang Pribadi dan Bisnis. Banyak permasalahan yang terjadi pada bisnis keluarga karena mencampuradukkan uang pribadi dengan uang bisnis. Akhirnya uang bisnis terpakai untuk kebutuhan keluarga, entah untuk makan atau membiayai lifestyle Maka sebaiknya ketika bisnis keluarga sudah berjalan, pisahkan antara uang pribadi dan bisnis. Hal ini dilakukan untuk menghindari habisnya modal atau terpakainya uang bisnis untuk kebutuhan keluarga.
  6. Atur waktu kerja dan sediakan quality time. Jika membangun bisnis bersama keluarga mengartikan kita harus bekerja sepanjang waktu untuk mengurusi bisnis tersebut. Justru Anda memilih bisnis bersama keluarga tentunya karena ingin memiliki quality timeyang lebih bersama keluarga Anda. Maka yang harus dilakukan adalah mengatur waktu bekerja Anda dan sediakanlah quality time bersama keluarga.
  7. Belajarlah dari Bisnis Keluarga lain. Agar bisnis Anda bisa berkembang, Anda bisa belajar dari bisnis keluarga lainnya. Tanyakan hal-hal yang dirasa cukup sulit kepada orang yang ahli dalam bidangnya, atau Anda bisa tanyakan langsung kepada orang yang memilik bisnis keluarga serupa. Jangan malu bertanya serta meminta tips and trickdalam berbisnis keluarga.
  8. Mengatasi Konflik. Dalam kehidupan sehari-hari tentunya kita mengalami konflik dengan keluarga. Namun, bagaimana jika terjadi konflik pada bisnis keluarga? Hal yang perlu Anda lakukan adalah menganalisa konflik terlebih dahulu. Kemudian diskusikanlah konflik tersebut dengan anggota keluarga. Jika ternyata ada anggota keluarga yang menyebabkan konflik tersebut maka musyawarahkan dengan keluarga, sanksi apa yang pantas diberikan.
BACA JUGA  Memasak Bersama Anak: Mengolah Cinta dan Logika, Mengaduk Keterampilan dan Komunikasi dan Mematangkan Keceriaan dan Kepercayaan Diri

Itulah tips-tips dalam membangun bisnis keluarga, selamat mencoba!

Tim Penulis:

Fhany Aprilia Noor, Supriyanto, S.Psi., M.Si. dan Adriatik Ivanti, M.Psi., Psi.
Program Studi Psikologi Universitas Pembangunan Jaya

Daftar Pustaka

  • Carree, M. A. and R. Thurik. (2003). The Impact of Entrepreneurship on Economic Growth.Boston/Dordrecht: Kluwer-Academic Publishers.
  • Susanto. (2007). The Jakarta Consulting Group on Family Business. Indonesia: The Jakarta Consulting Group

 

Baca Juga