Sab. Agu 24th, 2019

Tips Memilih Homeschooling Untuk Anak

Homeschooling adalah kegiatan sekolah mandiri di rumah atau home education, yang bisa diselenggarakan di dalam komunitas keluarga, dengan bantuan orang tua, guru private sekolah, homeschooling merupakan kegiatan sekolah non formal yang pembelajarannya lebih fleksibel, dapat di rumah, di cafe, di museum, di lapangan dan di mana pun.

Ada beberapa faktor yang patut Anda pertimbangkan yang kami kutip dari Wikihow:

Pertama, sebelum memilih dan memutuskan, tinjau kembali bagaimana pemerintah menerapkan peraturan mengenai homeschooling ini. Apa saja pelajaran yang akan didapat anak dan bagaimana regulasinya. Anda bisa mendapatkan info ini dengan menjelajah internet.

Kedua, pikirkan kembali mengenai tujuan memutuskan untuk memilih homeschooling. Apa tujuan utama Anda untuk pendidikannya? Bagaimana tingkatan kelas untuk anak Anda nantinya.

Ketiga, pikirkan tentang bagaimana proses belajar dan mengajar untuk anak. Bagaimana anak mencerna ilmu dan apa gaya belajar anak Anda?

Keempat, carilah program yang sesuai dengan metode yang Anda pilih. Anda juga bisa berpartisipasi dalam forum online, untuk berbicara dengan mentor atau guru homeschoolers secara pribadi dan lebih meyakinkan keputusan Anda.

Siapa yang memerlukan homeschooling?

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan seorang anak menempuh sistem pendidikan homeschooling. Pertama, karena ia seorang yang cerdas dan berbakat. Apabila ia masuk dalam lingkungan pendidikan formal dengan tingkat kecerdasan rata – rata, ia dapat menjadi bosan dan menjadi pengacau dalam kelas karena ia sudah lebih dulu paham dengan materi pelajaran yang diberikan di kelas.

Seorang artis atau atlit harus mempunyai waktu belajar fleksibel, karena harus menyesuaikan dengan jadwal latihan & pertandingan untuk atlit dan jadwal siaran atau shooting,

Anak-anak Indonesia yang hidup dalam keluarga yang mempunyai orang tua yang sering berpindah – pindah tempat tinggal, baik di dalam negeri ataupun di luar negeri. Anak-anak tersebut akan sering mengalami transisi dari satu sekolah ke sekolah lain. Jika mereka berpindah – pindah sekolah, ini akan memerlukan waktu adaptasi.

Ada pula anak yang tidak dapat meninggalkan rumah karena alasan tertentu seperti cacat fisik, bekerja membantu orang tua di rumah, menjaga keluarga yang sedang sakit dll.

Di antara sekian banyak homeschooling di Indonesia, Anak Panah Cyberschool Homeschooling (APCH) dapat menjadi pilihan Anda. APCH memiliki beberapa cabang seperti di Serpong, Pamulang, Matraman, Duri Kosambi dan Green Ville – Jakarta Barat serta Bogor. Info Bintaro berkesempatan mengunjungi salah satu cabang yang  berlokasi di kampus Universitas Multimedia Nusantara Serpong.

BACA JUGA  KB & TK Islam Bintang Pagi Mengembangkan Kecerdasan Multi Dimensi Anak Melalui Metode Sentra

Kelebihan dari sistem belajar APCH ini adalah jam belajar yang fleksibel dengan menggunakan kurikulum KTPS (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) atau Kurikulum 2006 yang juga digunakan sekolah formal.

Kelebihan dari sistem yang ada di APCH adalah setiap saat calon siswa dapat bergabung di sini, tidak perlu menunggu momen kenaikan kelas. Sistem pembelajarannya berbasis digital dan multimedia (sistem ini dikenal dengan istilah Cyber School) di mana siswa dapat belajar kapan pun dan di manapun, tanpa batas jarak, ruang dan waktu. Keistimewaan lainnya siswa di rumahnya masing-masing juga dapat ditemani oleh guru privat.

Saat ini APCH memiliki murid dari 10 negara yakni anak-anak Indonesia yang tersebar di seluruh belahan dunia. Di antaranya adalah 30 siswa di cabang APCH yang ada di Serpong dengan rentang usia SD-SMA. Kebanyakan dari mereka berasal dari daerah sekitar Serpong, Tangerang dan Depok. Para siswa di cabang Serpong diajar oleh 10 guru yang memiliki latar belakang Sarjana S1 Jurusan Pendidikan. (Foto bawah: para staf pengajar APCH Serpong dan Bambang Prakoso/paling kanan)

APCH ini dipimpin oleh Bambang Prakoso yang merupakan lulusan master Manajemen Persekolahan dari UKRIDA angkatan 1 tahun 2005. Sebelum memimpin APCH beliau memiliki pengalaman luas di bidang IT networking & data center.

Metode pengajaran

Siswa APCH yang akan masuk, dites melalui tes online. Contohnya dapat dilihat di https://www.youtube.com/watch?v=peiaGXSQFbA

Setelah bergabung dengan APCH, siswa dapat mengikuti sistem belajar jarah jauh (Distance Learning) via offline dan online, di mana anak belajar secara mandiri di rumah, biasanya didampingi oleh orang tua secara pribadi atau guru privat yang ditunjuk orang tua. APCH menyediakan komunitas sekolah online dengan Google Classroom untuk siswa Distance Learning. Di samping itu diselenggarakan komunitas belajar setiap hari Rabu dan Jumat jam 10.00 – 13.00 bertempat di  kampus Universitas Multimedia Nusantara, Serpong.

Nilai raport diambil dari ulangan bulanan yang dilakukan secara online, dalam waktu tertentu berdasarkan kesiapan dan kemampuan siswa. Nantinya ijasah SD & SMP siswa dapat digunakan untuk masuk ke sekolah formal. Sedangkan ijasah SMA dapat digunakan untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, karena ijasah tersebut dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Setempat. Untuk cabang Serpong, siswa mengikuti ujian nasional yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Wilayah Rayon Tangerang Selatan

BACA JUGA  Pendaftaran 25.000 Beasiswa Digital Talent Scholarship 2019 Dibuka

Info lebih lanjut:
Anak Panah Cyberschool Homeschooling (APCH)
Kampus Universitas Multimedia Nusantara, New Media Tower Lantai 12
Telp: 0811 134 530
E-mail: info@anakpanah.sch.id

Website: http://anakpanah.sch.id

 

(EGS)

 

 

Baca Juga