Tim Kementerian Puji Keberhasilan Upaya KLA Tangsel

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tengah melakukan verifikasi lapangan terkait dengan status Kabupaten/ Kota Layak Anak (KLA) Kota Tangsel yang tengah diupayakan meningkat pada tahun 2018 ini.

“Tentunya yang kami berharap adanya peningkatan yang mutlak. Dimana Kota Tangsel harus menjadi tempat yang aman bagi anak-anak. Dengan cara memenuhi fasilitas yang mereka butuhkan,”  kata Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany dalam sambutannya dihadapan tim verivikasi KLA.

Dia mengatakan jika pada saat ini berbagai upaya sudah dilakukan. Dengan cara mendukung Organisasi Perangkat Daera (OPD) terkait pengembangan pelayanan kepada anak-anak di Kota Tangsel.

Terutama OPD yang memang bersentuhan langsung dengan kepentingan anak-anak. Misalnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan anak dan Keluarga Berencana dengan berbagai program perlindungan anak.

Selain itu Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah dengan perpustakaan keliling lalu ada juga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan program Kartu Identitas Anak. Dan yang kerap menjadi tolak ukur keberhasilan KLA, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan program sekolah ramah anak.

Dalam verivikasi itu, Airin menjelaskan ada banyak sekali program yang sudah dicanangkan oleh pemkot. Tak hanya itu, Pemkot juga kerap kali bekerjasama dengan stakeholder yang juga peduli dengan anak-anak. Sebut saja Forum Anak, Kampung Dongeng serta lainnya.

Mendengar semua penjelasan program yang dipaparkan oleh Pemkot, Ketua Tim Verifikasi Kementeriap PPPA Sri Prihantini Lestari Wijayanti mengatakan bahwa Tangsel memang memiliki skor tinggi untuk predikat KLA. Verifikasi sekaligue Evaluasi ini menjadi salah satu faktor nilai apakah Tangsel bisa meraih predikat KLA seperti tahun sebelumnya.

“Melihat program yang dicanangkan. Saya dapat menilai bahwa Tangsel memang cukup baik dalam melaksanakan dan membuat kebijakan program khusu untuk anak,” kata dia.

Dari 24 Indikator, yang sama seperti sebelumnya, memang ada perubahan. Namun ke arah yang lebih baik. Namun, meskipun begitu, dia berharap penghargaan KLA tidak menjadi tolak ukur semangat pemerintah untuk menjadikan kotanya sebagak KLA.

(Sumber : banten.antaranews.com)