Taktik Meninggalkan Ruang Rapat Lebih Awal

Banyak orang percaya bahwa “komunikasi” memiliki nilai penting untuk tim kerja. Oleh karena itu, mereka merasa perlu mengadakan pertemuan dengan keyakinan bahwa berbicara di dalam rapat sama dengan bekerja. Mereka terus melakukannya meskipun rapat tidak menghasilkan kesimpulan dan mencapai sasaran.

Selain itu, ada orang yang memanfaatkan momen rapat sebagai cara untuk membangun otoritas. Mereka selalu mengatakan “Saya adalah atasan”, kemudian memaksa semua orang untuk duduk di ruangan yang sama selama beberapa jam. Rapat yang demikian itu hanya akan membuang waktu sebagian orang. Jika Anda sering terjebak dalam pertemuan yang tidak relevan, berikut trik yang dikutip dari QERJA untuk meninggalkan ruangan lebih awal.

Memberikan alasan kuat

Kalau mau keluar ruangan lebih dulu, Anda harus punya alasan yang kuat untuk disampaikan pada alasan. Misalnya, ada seorang klien penting yang meminta Anda untuk bertemu di tempat lain di luar kantor. Atasan akan memahami kesulitan Anda. Ia akan mengizinkan Anda pergi karena ia sendiri tidak ingin perusahaan mengecewakan klien utama.

Menghadiri rapat lebih awal

Kalau berniat izin keluar ruangan rapat lebih awal, maka Anda harus datang ke dalam tempat diskusi lebih dulu dari rekan kerja yang lain. Ada beberapa keuntungan yang akan Anda dapatkan jika memaksa diri lebih “rajin”. Pertama, Anda bisa memilih tempat duduk yang lebih dekat dengan pintu keluar. Jadi, saat pergi dari ruangan nanti, Anda tidak perlu sungkan dan mengganggu posisi duduk rekan yang lain. Kedua, Anda bisa bicara dengan pemimpin rapat yang mungkin juga sedang menyiapkan pertemuan. Sampaikan alasan kuat yang membuat Anda “terpaksa” meninggalkan ruang lebih awal. Kemudian, Anda bisa mengungkapkan pendapat tentang masalah yang akan dibahas nanti –hal ini untuk berjaga-jaga jika Anda harus keluar ruangan sebelum sesi tanya jawab dan diskusi-. Dengan begitu, Anda menunjukkan penghargaan terhadap rapat yang diadakan pimpinan.

Memberi informasi kepada pimpinan rapat sebelum dimulai

Ketika undangan “rapat bencana” itu masuk ke kotak surat, Anda mungkin sudah punya rencana kerja lebih penting. Maka, Anda bisa langsung menyampaikan kepada atasan bahwa tidak dapat menghadiri pertemuan kali ini. Pesan tersebut bisa Anda kirimkan melalui surat elektronik atau bicara langsung. Tapi, pastikan alasan Anda absen dari pertemuan benar-benar penting dan mendesak. Misalnya, Anda perlu bertemu klien untuk menyelesaikan proyek yang mendekati masa tenggat.  Jika tidak, atasan akan menguji Anda dengan berbagai pertanyaan sulit tentang prioritas kerja.

(EGS)