Ming. Sep 22nd, 2019

T-Week Latte Art Competition Unika Atma Jaya Serpong, Ajang Melatih Kemampuan Para Barista Profesional

Pekerjaan seorang barista (peracik kopi) sebagian merupakan seni. Betapa tidak, selain dituntut memiliki pengetahuan yang mumpuni mengenai berbagai macam kopi dan karakternya, seorang barista juga harus bisa menggunakan berbagai teknik dan peralatan dengan menggabungkan pengetahuan dan skill-nya untuk menghasilkan kopi yang nikmat.

Namun, kenikmatan dari kopi saja belum cukup, pada waktu belakangan ini berkembang tren untuk menyajikan kopi dengan tampilan yang indah yang dinamakan Latte Art. Latte art merupakan metode untuk menyiapkan kopi dengan menuangkan susu panas pada secangkir kopi espresso untuk menghasilkan sebuah pola atau desain pada permukaan kopi. Untuk menghasilkan gambar yang indah, seorang barista seolah melukis di atas permukaan kopi dengan menggunakan lapisan busa dari susu. Proses menggambar ini tidaklah mudah, diperlukan berbagai pengetahuan dan rasa seni dari sang barista, dan tentunya jam terbang.

​Untuk memberikan kesempatan pada para barista mengasah kemampuannya dalam membuat latte art yang indah, Program Studi Hospitality Unika Atma Jaya BSD, Serpong menggelar T-Week Latte Art Competition. Acara ini berlangsung di Le Cafe Kampus 3 BSD pada Sabtu, 16 September 2017.

Dewan juri pada ajang T-Week ini merupakan juri-juri yang tidak perlu diragukan kemampuannya dalam bidang perkopian. Dipimpin oleh Angeline Evelyne Yamin (Head Bar Common Grounds, sebuah jaringan kedai kopi di berbagai kota), sedangkan anggota dewan juri terdiri dari Titis Puspitarini (Kepala Lab Hospitality and Torism Management Unika Atma Jaya BSD), dan Johni D’roadrunner yang merupakan juara 1 kejuaraan Indonesia Latte Art Championship (ILAC) selama 3 tahun berturut-turut (2014-2016), Sebagai informasi, ILAC merupakan sebuah kejuaraan bertaraf nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para barista Indonesia agar bertaraf internasional.

Sementara Tuang Coffee menjadi salah satu dari sponsor acara ini. Tuang Coffee adalah sebuah perusahaan kopi yang berlokasi di Jakarta. Perusahaan ini mendedikasikan usahanya dengan membantu para petani kopi di Manggarai, Nusa Tenggara Timur untuk memproduksi, mengolah dan memasarkan kopi asal Manggarai agar dikenal di Indonesia dan dunia.

BACA JUGA  Memperkenalkan Batu Alam Kepada Masyarakat, Fagetti Mengadakan Pameran Eksklusif "Stone Forest"

Ada 21 peserta yang berpartisipasi pada kompetisi ini yang bertarung dengan sistem gugur. Mereka berasal dari latar belakang barista profesional. Para peserta bertarung memperebutkan total hadiah senilai Rp. 4,5 juta beserta trophy. Selain itu semua peserta juga memperoleh sertifikat keikutsertaan di ajang T-Week Latte Art Competition ini

Tepat pada pukul 10.00 acara pun resmi dimulai, 2 orang peserta menunjukkan kemampuannya membuat latte art pada mesin kopi yang tersedia. Masing-masing peserta diberikan waktu 3 menit, sebelum menunjukkan latte art kreasinya di hadapan dewan juri 1 orang pemenang yang langsung ditentukan para juri kemudian bertarung di babak berikutnya dengan pemenang lainnya di babak berikutnya.

Setelah bertarung mengadu kemampuannya, akhirnya diperoleh 3 orang sebagai juara dari kompetisi T-Week Latte Art ini sebagai berikut:

  • Juara 1 : Dwiki Wahyu Pramuditha, mendapatkan uang tunai Rp. 2 juta, biji kopi yang disponsori oleh Tuang Coffee sebanyak 2 kg, plakat, dan sertifikat.
  • Juara 2 : Santanu Jamiluddin Anshor, mendapatkan uang tunai Rp. 1,5 juta, biji kopi yang disponsori oleh Tuang Coffee sebanyak 1,5 kg, plakat, dan sertifikat.
  • Juara 3 : Andrew Pranata, mendapatkan uang tunai Rp. 1 juta, biji kopi yang disponsori oleh Tuang Coffee sebanyak 1 kg, plakat, dan sertifikat.

Selamat kepada para juara!

 

(ES)

 

Baca Juga