Stress Dengan Kemacetan? Ini Alternatif Solusi Jalan Keluarnya

Lebaran sudah usai. Wilayah Jakarta dan daerah-daerah sekitarnya yang sebelumnya ditinggalkan warganya mudik ke kampung halaman kini kembali berdenyut. Wilayah Jabodebatek kembali dipenuhi berbagai kendaraan dari warga masyarakat yang beraktivitas (baca juga : Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran, Jalur Tol di Jakarta Padat).

Kembalinya normalnya aktivitas masyarakat tentunya membawa dampak bagi kemacetan lalu lintas yang sudah menjadi problem sehari-hari setiap orang. Berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah serta berbagai pihak terkait untuk mengatasi kemacetan lalu lintas namun kita merasakan kemacetan semakin menjadi-jadi. Mari kita simak beberapa survey atau analisa yang pernah dilakukan untuk mengidentifikasikan akar permasalahan kemacetan.

Dirlantas Polda Metro Jaya mengungkapkan pertambahan kendaraan bermotor di Jakarta dan sekitarnya naik 12 persen per tahun, dengan jumlah kendaraan bermotor yang bertambah 5500-6000 per hari. Hal ini berhubungan dengan masifnya jumlah kendaraan pribadi yang berlalu lalang di seputaran Jabodetabek, dimana jumlah mobil pribadi dan sepeda motor mencapai lebih 95% dari total jumlah kendaraan motor di Jabodetabek jumlahnya mencapai lebih dari 25 juta unit (tahun 2014). Sementara jumlah penduduk Jabodetabek tercatat pada tahun 2015 mencapai lebih dari 31,6 juta jiwa. Dengan fakta-fakta ini, secara hitung-hitungan sederhana bisa diperkirakan pada suatu saat nanti jumlah kendaraan bermotor di Jabotebakek akan menyalip jumlah penduduk yang ada.

Di sisi lain, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menyatakan jumlah pengguna angkutan umum di DKI Jakarta hingga kini baru 24% dari seluruh pelaku perjalanan setiap hari. Hal ini menunjukkan transportasi umum merupakan solusi yang terbaik untuk mengatasi kemacetan. Namun hal ini ternyata berkaitan dengan problem lainnya, kondisi angkutan umum di Indonesia secara umum belum baik, hal ini juga berlaku dengan transportasi di wilayah Jabodetabek, termasuk Tangerang Selatan.

Salah satu penyebab keengganan masyarakat menggunakan kendaraan umum adalah harus berganti-ganti moda transportasi di tempat yang berbeda untuk mencapai tujuannya. Belum lagi harus menunggu lama sebelum kendaraan umum yang akan digunakannya datang. Hal ini terkait dengan kenyamanan dan keamanan yang dirasakan masyarakat pengguna angkutan umum. Tidak heran, pertambahan pengguna angkutan umum sangat lambat dibandingkan pertambahan jumlah kendaraan bermotor.

Namun belakangan ini ada konsep intermoda yang mengintegrasikan berbagai moda transportasi di satu lokasi. Walau pun konsep ini tidak sepenuhnya bisa mengatasi problem transportasi di Indonesia, namun konsep ini perlu dipertimbangkan saat memilih lokasi tempat tinggal. Konsep intermoda sendiri sebetulnya bukanlah hal yang baru. Konsep ini sudah umum diterapkan pada sistem transportasi di negara-negara maju. Namun konsep ini menjadi relevan diterapkan di Indonesia dengan semakin meningkatnya kemacetan di mana-mana.

Sinarmas Land, tercatat sebagai pengembang yang mempelopori konsep intermoda ini dengan mengembangkan kawasan intermoda pertama di Indonesia yang berlokasi di wilayah Cisauk, Tangerang Selatan. Kawasan intermoda yang sedang memasuki tahap pembangunan ini.

Baca juga : Ingin Berinvestasi Properti? Pilih Saja di Kawasan Cisauk, Serpong. Prospeknya Bagus, Harganya Masih Murah

Nantinya di kawasan ini masyarakat bisa berganti moda transportasi dengan mudah menuju pusat kota Jakarta. Dari tempat tinggalnya ia cukup berjalan kaki, menggunakan kendaraan umum berjarak pendek, atau kendaraan pribadi menuju kawasan intermoda. Jika ia menggunakan kendaraan pribadi, ia bisa memarkirkan kendaraannya di kawasan intermoda yang memiliki area parkir yang cukup luas dengan fasilitas keamanan yang baik. Di sini ia bisa memilih kendaraan umum yang akan digunakan, apakah akan menggunakan taksi, bus (feeder bus way) maupun commuter line.Begitu pun saat ia kembali, ia bisa langsung berjalan kaki, menggunakan kendaraan umum atau kendaraan pribadinya menuju tempat tinggalnya.

Di kawasan intermoda, ia juga bisa memenuhi kebutuhannya misalnya dengan berbelanja kebutuhan sehari-hari atau mengisi perut di tempat-tempat makan yang tersedia di situ.

Salah satu alternatif tempat tinggal yang memiliki aksesyang cukup dekat dengan kawasan intermoda adalah Apartemen Serpong Garden. Apartemen ini sangat dekat dengan kawasan intermoda (bisa diakses dengan berjalan kaki). Apartemen yang menawarkan berbagai fasilitas menarik ini merupakan pilihan yang bisa diambil bagi masyarakat yang ingin memiliki akses transportasi umum ke berbagai pusat aktivitas di Jakarta.

Baca juga : Serpong Garden Apartment, Pilihan Berinvestasi di Daerah ‘Emas’ Dengan Harga Terjangkau

Untuk inforfmasi lebih lanjut, hubungi Agus.S.Sos (0819 1180 9089).

 

(ES)

Leave a Comment