Steak Kotak Kingdom, Snack Inovatif yang Melanglang Buana ke Mancanegara

Pepatah mengatakan ada hikmah di balik setiap kegagalan, hal itu dibuktikan oleh Andy Setyawan, seorang dosen mata kuliah New Product Development dan Creative Marketing di Sekolah Bisnis Umar Usman, Pejaten. Berniat membangun usaha kuliner yang menawarkan menu steak, usaha ini harus berganti haluan. Andy yang saat itu membuka gerai steak di Pamulang dan Ciputat bersama mahasiswanya dengan nama Steak Kotak Kingdom, merasakan tidak adanya perkembangan dari usaha ini. Disaat itulah ia berpikir alternatif lain untuk usaha kulinernya. Akhirnya ia menemukan ide untuk mengembangkan kuliner praktis berupa snack.

Awalnya Andy mengembangkan Pepedesan yaitu snack dengan rasa pedas yang terbuat dari berbagai bentuk seperti emping, mie, makaroni, pangsit dan telor gabus, Mager (Makaroni Gerah yang rasanya super pedas), Becex (snack dalam botol berupa kombinasi brownis, sale pisang dan milk cream), Bocel (roti bagelen yang diolesi coklat) dan Obong (coklat warna-warni berbentuk bola & sprinkle dalam kemasan toples). Setelah berjalan selama sekitar 6 bulan, produk-produk snack ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, terutama varian Pepedesan.

Namun saat melakukan kunjungan ke Malaysia, Andy melihat ada satu produk snack yang unik dan laku keras di sana. Dari situ timbul ide Andy untuk mengembangkan produk-produk seperti itu di Indonesia dengan menggunakan bahan baku bersumber dari Indonesia sendiri. Sekembalinya ke Indonesia, Andy mulai mencari bahan-bahan dari varian snack yang baru ini, dan lahirlah produk baru yang diberi merek Comel.

steakotakingdom_info_bintaro

Comel memiliki 3 varian, Comel Reguler, Greentea dan Sarang Burung. Sementara Comel Reguler memiliki 4 variasi topping yaitu Marshmallow, Oreo, Potato Chips dan Cha Cha. Bahan dasar dari Comel Reguler dan Green Tea adalah Crispy Rice Chocolate, sementara Comel Greentea berbahan dasar bihun.

Comel Choco Melt, sesuai namanya adalah coklat yang melumer sehingga bercampur dengan bahan dasarnya. Cara menyajikannya sangat praktis, cukup merendam botol pada air panas dengan posisi botol terbalik, panas dari air pun akan meresap melalui dinding botol dan topping akan meleleh melumuri bahan dasarnya. Kemudian tutup botol dibuka dan diaduk dengan sendok sampai merata. Comel pun siap disantap dalam keadaan hangat.

Proses yang sama juga dilakukan untuk Comel Greentea dan Sarang Burung. Khusus untuk kedua produk ini tidak memiliki topping seperti Comel Reguler.

steakotakingdom_info_bintaro_1

Untuk menyasar target marketnya yang berusia 16-30 tahun, wanita, pekerja dan mahasiswa, Andy menggunakan metode pemasaran online dan offline, dengan pemasaran secara online memiliki porsi terbesar. Pemasaran secara online dilakukan dengan cara menggunakan sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram dan Line, disamping pada berbagai toko online besar di tanah air. Sedangkan pemasaran secara offline, dilakukan melalui outletnya yang sekaligus berfungsi sebagai rumah produksi di wilayah Cipadu, Tangerang Selatan dan membuka representatif pada berbagai kota, serta membentuk jaringan keagenan. Andy pun terkadang mengikuti bazaar-bazaar untuk memperkuat branding dari produk-produknya.

Jaringan pemasaran yang dibentuknya merupakan kombinasi sistem distribusi langsung maupun tidak langsung. Distribusi langsung dengan cara membentuk jaringan pemasaran di berbagai kota di Indonesia. Saat ini Steak Kotak Kingdom  telah memiliki representatif di 16 kota, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Aceh, Padang Pariaman, Bengkulu, Lampung, Bangka, Makassar, Menado, Balikpapan, Ternate dan Jayapura. Untuk memperkuat jaringan pemasarannya Andy pun membuka kesempatan kepada agen-agen untuk memasarkan produk-produknya. Agen-agen ini dinamakan PSK (Patih Steakotak Kingdom).

steakotakingdom_info_bintaro_2

Disamping produk-produk Comel, Steak Kotak KIngdom juga memproduksi varian snack langsung makan yang diberi merek Monster dan coklat bar dengan merek Caal. Moonster terbuat dari emping jagung yang dilapisi madu, dilapisi coklat dan ditaburi susu. Bentuk kemasannya adalah botol.

Caal, merek dari coklat bar ditujukan bagi segmen pembeli remaja, sehingga dinamakan Coklat Alay. Satu batang dari Caal terdiri dari 3 potongan coklat yang berisi oreo dan marshmallow sekaligus di dalamnya.

Dengan usia sekitar 2 tahunan, produk-produk Steak Kotak Kingdom telah merambah ke berbagai wilayah di Indonesia. Tidak hanya Indonesia, produk Steak Kotak Kingdom juga telah merambah negeri jiran Singapura dan Malaysia bahkan Eropa, seperti Belanda. Pembelian dari Belanda ini dilakukan setelah melihat website Steak Kotak Kingdom. Saat ini pelangannya dari Belanda rutin melakukan pembelian.

Dalam waktu dekat ini, yang menjadi rencana dari Andy adalah mengurus legalitas dari bisnisnya. Ia menyatakan Steak Kotak Kingdom telah memiliki sertifikasi halal dan ia sedang mengurus perizinan lainnya.

Selamat kepada Steak Kotak Kingdom, semoga semakin banyak produk-produk buatan anak bangsa yang merambah ke berbagai negara di dunia.

STEAKOTAKINGDOM
Jl. Cipadu, Gg Ujan Nain, No.112
Jurang Mangu Timur, Pondok Aren
Tangerang Selatan 15222

Telp/WA : 085697636473
BBM : 5A798066
Line : @ahr0663b

Website : http://steakotakingdom.com
Facebook : Steakotakingdom_id
Twitter : @steakotak
Instagram : @steakotakingdom

 

Steakotakingdom adalah anggota dari Komunitas Juragan Kuliner (JK). Baca juga Komunitas Juragan Kuliner, Mewadahi Pengusaha Kuliner UMKM Dengan Semangat Kebersamaan)

 

(ES)

 

Leave a Comment