Sel. Sep 24th, 2019

Sinar Mas Land Gelar Workshop: Kembali Membuat Bersekolah Menjadi Aktivitas yang Menyenangkan

Membuat bersekolah menjadi aktivitas yang menyenangkan, baik bagi para murid maupun guru yang bersua, melatarbelakangi Sinar Mas Land melalui Rumah Pintar BSD City menggandeng pasangan aktivis pendidikan Muhammad Nur Rizal dan T Novi Poespita Candra memperkenalkan inisiatif Gerakan Sekolah Menyenangkan.

“Kami berharap inisiatif ini dapat menghapus labelisasi bahwasanya bersekolah adalah aktivitas yang membebani, tak membahagiakan, hanya dipenuhi hafalan yang membosankan para peserta didik, sekaligus meniadakan anggapan di kalangan pendidik jika mengajar anak-anak saat ini, semakin sukar,” kata Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin selepas membuka Workshop Gerakan Sekolah Menyenangkan di BSD City.

Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) berupaya membangun ruang bagi setiap potensi peserta didik yang berbeda dan unik guna bertumbuh sesuai aspek keterampilan dasar yang dibutuhkan manusia di era digital, yakni keterbukaan melalui pemikiran yang kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif dalam mencari solusi, serta moral dan etos kerja yang baik.

Dalam kegiatan yang berlangsung pada 27 – 30 Agustus 2019, bergabung sekitar 100 orang guru sekolah dasar serta sekolah menengah pertama yang berasal dari Sekolah Kebun yang dikelola Eka Tjipta Foundation di Riau, Jambi, dan Kalimantan Tengah, SD dan SMP binaan PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Indonesia, Jambi, SD dan SMP binaan PT Berau Coal, Kalimantan Timur serta SD dan SMP dan madrasah ibtidaiyah dan madrasah tsanawiyah binaan PT. BSD Tbk.

Apa yang telah dilakukan Sinar Mas Land menurut Saleh tengah direplikasi ke berbagai fasilitas pendidikan yang dikelola langsung maupun berada di kawasan sekitar fasilitas produksi milik pilar bisnis Sinar Mas lainnya. “GSM mengajak siswa, orang tua, pendidik dan lingkungan sekolah menghilangkan praktik pengkotakan yang selama ini terjadi tanpa disadari antara mereka yang lebih cerdas, berbakat, berkecukupan dengan rekannya yang kurang. Hilangnya sekat tadi, menjadikan transfer ilmu pengetahuan, wawasan, pola pikir, pengalaman serta pembentukan karakter di sekolah berlangsung lebih efektif, setara, kreatif dan tentu saja menyenangkan. Di mana karakter yang baik, turut mendorong prestasi akademik siswa,” ujarnya.

BACA JUGA  Foto : Berbagai Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah KB/TK Pembangunan Jaya

Sementara Syukur Lawigena, Direktur PT. Bumi Serpong Damai, Tbk mengatakan, “PT. BSD Tbk berupaya menaungi warga yang ada di sana dan di sekitarnya, selaku masyarakat yang mandiri, toleran, juga setara. Kami ingin tumbuh kembang bersama untuk masa depan yang lebih baik. Satu diantaranya memanfaatkan ranah pendidikan, seperti yang berlangsung melalui GSM saat ini.” Sejak 2017 silam, GSM di sekitar BSD City bergerak membangun ekosistem belajar mengajar yang hangat, partisipatif, dan eksploratif menjangkau 200 sekolah di Kabupaten Tangerang, maupun Kota Tangerang Selatan, melibatkan tak kurang dari 1.000 tenaga pendidik.

(BON)

 

Baca Juga

Tinggalkan Balasan