Rab. Nov 13th, 2019

Siapa Bilang Anak PKN STAN Cuma Paham Perpajakan?

Kesan mahasiswa PKN STAN yang cuma paham perpajakan langsung menghilang ketika menyaksikan pementasan para mahasiswa jurusan pajak pada hari Minggu, 24 September 2017 ini merupakan rangkaian kegiatan tahunan dari mahasiswa jurusan Pajak di mana kampus melepas calon wisudawan dan menyambut para mahasiswa baru. Rangkaian kegiatan ini dinamakan OLYMPUS 2017: REVOLUTION BEYOND LIMIT!. Yang menjadi panitia penyelenggara adalah Keluarga Mahasiswa Pajak (KMP) Politeknik Keuangan Negara STAN yang merupakan himpunan mahasiswa di kampus tersebut.

Acara Olympus merupakan sebuah rangkaian acara tahunan mahasiswa/i pajak dan penilai yang terdiri dari tiga event utama yaitu, MONSTER (Marvelous Night of Supermassive Taxer), PHOENIX (Phase of Entering Into the Tax Family) dan GSP (Gelar Seni Pajak). Event MONSTER telah berlangsung tanggal 13 September 2017 lalu.
Baca juga artikel MONSTER 2017 Marvelous Night of Super-Massive Taxer di kampus PKN STAN

Dalam kesempatan ini Info Bintaro meliput acara terakhir yakni Gelar Seni Pajak (GSP) pada hari Minggu, 24 September 2017. Event gelar seni ini diadakan pertama kali tahun lalu, tahun ini merupakan penyelenggaraan yang kedua kalinya, ujar Dewa, Ketua Panitia Gelar Seni Pajak.

Pagelaran kali ini merupakan sendra tari yang berjudul BAUREKSA HARTAKARA. Kisahnya mengenai enam pemuda pemudi yang mencari harta karun. Dalam pertunjukan selama 2 jam non stop tersebut diisi dengan beragam tarian modern dan nusantara seperti tari Toraja, tari gantar belian, tor-rot sigale-gale, tari ronggeng, topeng ireng, jatolan, reog dan bujangganong.

Menurut Tiara Yunan Pramudya, sang sutradara ada 24 orang panitia GSP dan 125 orang penampil (pengisi acara) yang terdiri dari angkatan 2016 dan 2015. Dengan persiapan kurang lebih 3 bulan sebelum pementasan. Ini pun masih dipotong libur semester pada bulan Agustus lalu hingga praktisnya mereka hanya punya waktu 3 minggu berlatih.

Merupakan hal yang tidak mudah mencari waktu berlatih di sela-sela kegiatan kampus yang padat. Bila dulu kuliah hanya sampai jam 5 sore, sekarang ada beberapa mata kuliah yang berlangsung sampai jam 21.30 sehingga para pengisi acara harus pintar mencari slot berlatih. Kampus pun tidak membolehkan ada kegiatan di kampus di atas pukul 22.00.

BACA JUGA  IM3 Ooredoo Hadirkan Unlimited Experience di We The Fest 2019

Info Bintaro selanjutnya mewawancarai Rofiah Ardiliani (Rofi) sebagai Pimpinan Produksi. Rofi menuturkan bahwa tantangan terbesar adalah pada saat mencari penulis naskah di kalangan internal PKN STAN. Ia mencari para penulis naskah terbaik di UKM teater yang ada di kampus. Lalu didapatlah nama Rizka dan Dian.

UKM yang ada di PKN STAN ini sangat banyak, di antaranya UKM Kesenian Sabda Nusa yang memiliki beberapa pilihan seperti tari modern, tari tradisional, live painting, make up artist, perkusi, sulap dan paduan suara. UKM ini memiliki akun instagram @sanggarsenipajak.

Seusai acara GSP, Info Bintaro sempat mewawancarai para dosen yang hadir sore itu yakni Bapak Anwar Sardjo, SE, MM dan Bapak Soebardjo yang merupakan dosen pengajar mata kuliah budaya nusantara yang memperkenalkan budaya tiap suku yang ada di bumi Indonesia. Mereka sebagai dosen pengajar merasa sangat puas dengan penampilan para mahasiswa jurusan pajak PKN STAN. Sampai jumpa di liputan PKN STAN berikutnya.

 

(EGS)

 

Baca Juga