Siaga Bencana di Perkantoran dan Fasilitas Publik : Sudah Siapkah Kita?

Indonesia merupakan negara kepulauan tropis yang terletak di antara empat lempeng tektonik dengan kondisi topografi permukaan dan batuan yang relatif beragam. Hal ini menyebabkan Indonesia rentan untuk mengalamai berbagai bencana alam, seperti gempa bumi, tsunami, longsor, gunung meletus, banjir, maupun tsunami.

Selain bencana alam, pada beberapa tahun terakhir juga terjadi berbagai bencana non alam yang disebabkan kurang tepatnya penerapan teknologi, misalnya kecelakaan jatuhnya lift, bangunan ambruk, kebakaran, kecelakaan industri, kecelakaan transportasi, maupun berbagai bencana sosial seperti serangan teroris dan bom. BNPB mencatat terdapat 1.999 kejadian bencana di Indonesia selama tahun 2018.

Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara dan merupakan pusat segala aspek kehidupan nasional juga tidak terhindar dari bencana. Data Bappenas menyatakan sekitar 513 bencana alam terjadi di DKI Jakarta, diantaranya gempa bumi, banjir, angin topan, gelombang pasang, dan kebakaran. Dengan adanya potensi bencana di DKI Jakarta saat ini, pemahaman terkait apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi tentunya menjadi hal yang harus diperhatikan bagi kita semua.

Sebagian besar warga ibu kota bekerja di gedung perkantoran, dimana menurut data The Skycrapper Center, jumlah gedung pencakar langit yang ada di Jakarta mencapai 382 gedung. Penanganan kondisi bencana di gedung pencakar langit khususnya gedung perkantoran harus dilakukan secara komprehensif, dimulai dari perencanaan pembangunan gedung yang mempertimbangkan kemungkinkan bencana; pengelola gedung yang harus mengimplementasikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di area perkantor sebagai upaya dalam persiapan menanggulangi potensi bencana; serta penghuni gedung yang juga harus memiliki awareness mengenai penanggulangan bencana di gedung perkantoran.

Seminar “Siaga Bencana Perkantoran dan Fasilitas Publik : Sudah Siapkah Kita?” diadakan sebagai upaya sharing knowledge untuk meningkatkan kesadaran kita semua akan pentingnya implementasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di area perkantoran dalam menanggulangi bencana alam atau situasi darurat lainnya.

Tanpa persiapan yang baik dalam menanggulangi keadaan darurat, kepanikan akan terjadi dan kemungkinan kerugian yang lebih besar akan dialami oleh perusahaan pemilik gedung maupun penghuni gedung. Kesadaran setiap elemen karyawan dalam perusahaan tentang kemungkinan kerugian dan apa yang harus dilakukan pada saat terjadi bencana tentunya juga akan meningkatkan kewaspadaan perusahaan.

Seminar “Siaga Bencana Perkantoran dan Fasilitas Publik : Sudah Siapkah Kita?” direncanakan dalam format talkshow dan simulasi, untuk memberikan pengetahuan kepada peserta dan juga pemahaman langsung terkait apa yang mereka harus lakukan dalam situasi bencana atau keadaan darurat lainnya, untuk mewujudkan perkantoran yang siaga bencana.

Seminar ini akan diadakan di Balai Kartini pada tanggal 28 Maret 2019 dari jam 9.00-16.00. Didukung dan dihadiri oleh pembicara yang berpengalaman di bidangnya salah satunya Bapak Soehatman Ramli dari World Safety Organization Indonesia. Untuk info lebih lengkap silahkan kunjungi bit.ly/safexk3

(BON)