Shinkenjuku, Karena Mengerti itu Menyenangkan

“Pendidikan akan lebih efektif jika tujuannya adalah meyakinkan bahwa menjelang mereka lulus sekolah, setiap siswa harus tahu seberapa banyak mereka tidak tahu, dan mereka harus diilhami dengan keinginan abadi untuk mengetahuinya” Banyak orang tua yang mengeluh buah hatinya mengalami kesulitan mengikuti pelajaran di sekolah, orang tua yang lain mengeluhkan buah hatinya cepat sekali lupa dengan apa yang sudah dipelajari. Contoh-contoh ini adalah hal-hal yang sering kita dengar pada kehidupan sehari-hari.

Memang suka tidak suka, kita harus mengakui pendidikan kita banyak menekankan pada hasil akhir. Akibatnya anak pun terbiasa menggunakan cara yang paling mudah dilakukan: menghapal. Anak tidak terbiasa untuk menganalisa dan memahami suatu persoalan, asalkan bisa mengerjakan soal-soal dan mendapatkan nilai yang baik, cukuplah itu. Pada sekolah-sekolah internasional yang menerapkan kurikulum yang menekankan pada pemahaman, akan terlihat seorang anak akan mengalami kesulitan belajar. Sebagai contoh, untuk mengerjakan sebuah  soal cerita matematika yang cukup panjang dalam bahasa Inggris, diperlukan tidak saja kemampuan menghitung namun juga mencerna persoalannya. Penggunaan bahasa Inggris makin menambah sulit memecahkan soal tersebut.

Melihat kenyataan seperti ini di dunia pendidikan, Shinkenjuku, sebuah bimbingan belajar matematika SD (kelas 2 – kelas 6) asal Jepang mengembangkan metode belajar yang menekankan pada logika berpikir dengan cara yang menyenangkan. Icat, seorang staf dari Shinkenjuku Bintaro Sektor 9 menjelaskan kepada Info Bintaro, “Prinsip dasar metode belajar di Shinkenjuku agar siswa bisa menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari, hal ini dilakukan dengan cara pengulangan dengan menggunakan metode-metode yang menyenangkan, misalnya game.

Icat memberikan contoh, misalkan dalam perhitungan 14 + 17 + 6, siswa diajarkan logika untuk menghitung dulu 14 + 6, kemudian hasilnya ditambahkan 17 supaya penghitungannya lebih mudah. Bagi orang dewasa perhitungan seperti ini tentulah tidak sulit, namun bagi anak-anak usia SD yang belum terbiasa menghitung secara logika, hal ini bisa menjadi kendala. Di Shinkenjuku, persoalan-persoalan seperti ini diulang-ulang dalam bentuk yang berbeda-beda, terkadang menggunakan gambar komik atau soal cerita bahkan game.

Lebih lanjut Icat menambahkan, di Shinkenjuku matematika dibagi 4: konsep, berhitung, soal penerapan dan soal tantangan. Setiap siswa akan diajak menerapkan konsep-konsep ini dalam proses belajar di setiap levelnya, tentunya tingkat kesulitannya disesuaikan dengan level masing-masing.

Untuk mengikuti proses belajar di Shinkenjuku, pertama kali siswa mengikuti tes penempatan untuk menentukan kemampuan siswa dan level yang sesuai. Ada 18 level untuk jenjang pendidikan dasar. Di setiap levelnya masih dibagi lagi menjadi beberapa sub level (rata-rata setiap level dibagi menjadi 3 sub level), dimana setiap siswa dengan kemampuan yang berbeda bisa berbeda kecepatannya dalam menempuh setiap sub level dan level, walaupun pada saat masuknya berada pada level yang sama. Di setiap akhir sub level siswa diberikan tes pemahaman dari materi yang telah dipelajari sebelumnya. Jika siswa telah dianggap cukup memahami akan berlanjut pada latihan soal, berlanjut lagi dengan proses belajar di sub level selanjutnya dan proses berulang kembali seperti sub level sebelumnya.

Yang sangat menarik dari metode pembelajaran di Shinkenjuku, para tutor tidak memberikan jawaban benar secara langsung pada setiap soal yang diberikan, namun tutor akan selalu memberikan motivasi serta petunjuk pada anak untuk menyelesaikan soal. Para tutor bisa memberikan perhatian yang cukup kepada para siswa, karena di setiap kelasnya setiap anak akan dibimbing oleh 1 orang tutor sehingga proses belajar lebih fokus dan optimal. Anak pun bisa bertanya langsung kepada tutor jika menemukan kesulitan. Di Shinkenjuku fungsi tutor adalah sebagai fasilitator, tutor Shinkenjuku selalu mengamati cara belajar masing-masing siswa dan menyesuaikan cara mengajar kepada siswa yang berbeda.

Jumlah tutor di Shinkenjuku Bintaro Sektor 9 ada 7 orang, sedangkan waktu belajar di Shinkenjuku dimulai dari pukul 14.00-18.45. Khusus hari Sabtu jam belajar dimulai dari pukul 08.00-14.00. Lamanya 1x pertemuan adalah 60 menit. Setiap bulannya ada 8x pertemuan.

Sedang untuk mengikuti kegiatan belajar di Shinkenjuku, pertama kali siswa membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 200.000, selanjutnya setiap bulan siswa membayar Rp. 330.000. Catatan: biaya ini adalah biaya yang diterapkan pada bulan Agustus 2017.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Shinkenjuku Bintaro Sektor 9
Jl.Maleo I Blok JA 1 No. 1, Bintaro Sektor 9
Telp. : 021 – 745 4542 / 0823 1006 5866
Website : www.shinkenjuku.co.id
Facebook : Shinkenjuku
Twitter : @shinkenjuku

 

(EGA)