Sel. Okt 15th, 2019

Sering Lembur Di Saat Akhir Pekan?

Sabtu dan Minggu biasanya dipakai untuk bersantai setelah lelah bekerja dari hari Senin hingga Jumat. Tapi ada punya di antara kita yang masih membawa pekerjaan ke rumah di saat akhir pekan. Apakah Anda merasa terlalu sibuk untuk liburan? Simak tips dari Qerja untuk menyeimbangkan kehidupan pribadi dan pekerjaan.

Pekerjaan bisa membuat kita sangat sibuk. Ada kalanya kita merasa sangat lelah, kewalahan dan berharap bisa berlibur. Namun, kita takut kalau mengambil cuti, maka pekerjaan akan terbengkalai dan akhirnya kacau. Keseimbangan kehidupan pribadi dan pekerjaan merupakan tantangan bagi seseornag yang sangat mencintai pekerjaannya. Namun, kita tidak boleh terlalu keras pada diri sendiri. Tubuh dan pikiran kita perlu istirahat.

Menjadwalkan waktu libur

Tumpukan pekerjaan bisa menyandera Anda. Meskipun perusahaan sudah memberikan waktu libur akhir pekan, namun Anda tidak bisa melepaskan diri dari laptop dan berkas-berkas di ujung minggu. Anda bisa menjadi penat, pikiran buntu, sehingga tidak menemukan solusi atas masalah pekerjaan. Pada akhirnya, tugas Anda tidak selesai-selesai.

Padahal, hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk menyelesaikan pekerjaan justru dengan menjauh dari meja kerja selama beberapa waktu. Jadwalkan waktu libur untuk diri Anda sendiri dan melakukan kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan sama sekali. Tubuh dan pikiran Anda akan berterima kasih akan hal ini.

Berkomunikasi dengan keluarga

Pada hari-hari yang sibuk, pastikan Anda tetap melakukan komunikasi terbuka dengan pasangan dan anak-anak. Mereka perlu diberi pengertian mengenai jadwal kerja Anda yang padat. Jadi, mereka tidak merasa dikesampingkan karena Anda tampak begitu mengutamakan pekerjaan.

Hal ini akan membantu Anda mengatasi masalah psikologis yang terjadi saat bekerja. Jika Anda terus merasa bersalah pada pasangan dan keluarga, maka tidak dapat fokus pada pekerjaan yang sedang dilakukan. Sementara kalau Anda memaksakan diri meluangkan waktu untuk keluarga di tengah  hari yang sibuk, mungkin pikiran malah melayang pada pekerjaan. Anda juga akan mengangkat topik tentang tugas-tugas itu saat mengobrol dengan pasangan. Itu sangat menyebalkan. Tapi, berjanjilah jika pekerjaan sudah selesai nanti, Anda bisa memaksimalkan waktu berkualitas bersama keluarga.

BACA JUGA  Menitipkan Hewan Kesayangan Selama Mudik

Menjaga batasan

Ketika Anda sudah menetapkan jadwal kerja dan istirahat di kalender, jangan melanggarnya. Terkadang Anda terlalu “lemah” di hadapan atasan dan klien dan mengiyakan semua permintaan mereka. Anda berusaha menyenangkan mitra kerja sehingga mengorbankan waktu pribadi.

Ya, tentu saja Anda ingin menunjukan kinerja terbaik di hadapan atasan. Anda juga mau memberikan pelayanan terbaik pada klien. Tapi, jika berlebihan, maka Anda akan membenci pekerjaan yang dilakukan. Anda mungkin akan bekerja sambil mengutuk bos yang terus memberi tugas dan klien yang banyak permintaan. Untuk itu, Anda harus mengetahui batas diri sendiri dan mengomunikasikan dengan atasan dan mitra kerja. Hal ini akan membuat kehidupan kerja Anda lebih menyenangkan.

Kunci untuk keseimbangan kehidupan pribadi dan pekerjaan adalah kemampuan Anda untuk manajemen waktu. Jangan biarkan pekerjaan mengambil alih hidup Anda. Anda selalu bertanggung jawab atas waktu yang dimiliki dan bagaimana cara menghabiskannya untuk hal-hal yang berkualitas.

(EGS)

 

 

Baca Juga