Seminar Social Media Influencer Universitas Pembangunan Jaya

Perkembangan social media yang begitu pesat belakangan ini membutuhkan kematangan dalam menyikapinya. Social media bisa digunakan untuk berbagai hal, dari sekedar menunjukkan eksistensi diri, promosi sampai dengan menyebar kebencian. Untuk itu pengguna social media perlu memahami cara menggunakan social media secara tepat, sehingga social media dapat mendatangkan manfaat minimal bagi diri sendiri.

seminar_social_media_influencer_upj_info_bintaro

Hal ini mengemuka pada Seminar yang bertajuk Social Media Influencer yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Komunikasi (Himakom) Universitas Pembangunan Jaya (UPJ). Seminar yang berlangsung pada hari Kamis, 23 Februari 2017 ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan Communication Festival yang bertema Diginesia. Diginesia sendiri berlangsung selama 4 hari, 20-23 Februari 2017 yang diidsi berbagai kegiatan. Selain seminar, juga bazaar, berbagai ajang kompetisi dan live music.

Seminar Social Media Influencer menghadirkan 2 orang narasumber, praktisi social media yang sudah sangat dikenal di Indonesia, yaitu Ayla Dimitri, seorang content creator, fashion stylish dan social media influencer, serta Nukman Luthfie, yang merupakan CEO Jualio.com dan social media expert di Indonesia.

Acara yang mengambil tempat di aula kampus UPJ, Jl. Cendrawasih No.65, Sawah Baru, Bintaro, ini dimulai tepat pada pukul 09.00. Sebelumnya, peserta seminar yang terdiri dari mahasiswa UPJ, praktisi sosmed dan perwakilan berbagai media dan bisnis berbasis online ini mulai berdatangan ke aula tempat berlangsungnya acara.

Dalam paparannya Nukman menjelaskan berbagai fenomena yang terjadi di dunia social media di Indonesia, termasuk berbagai penggunaan social media yang semestinya untuk menyampaikan berbagai informasi positif malah menjadi sarana untuk menjelekkan orang lain bahkan menebar kebencian. Untuk itu Nukman mendorong para peserta seminar untuk menebar kebaikan dan emosi positif melalui social media.

seminar_social_media_influencer_upj_info_bintaro_1

Hal ini senada dengan paparan yang disampaikan Ayla Dimitri, peranan sosial media mestinya lebih diarahkan untuk membentuk identitas diri. Sosial media yang dimiliki tiap orang harus memiliki karakter khas yang membedakan dengan sosial media yang dimiliki orang lain. Karakter ini harus konsisten dipertahankan sehingga akhirnya sosial media seseorang itu akan menarik perhatian orang lain karena keunikannya.

Kedua narasumber ini juga menyinggung fungsi sosial media sebagai sarana promosi, entah itu mempromosikan diri sendiri maupun hal-hal positif lainnya, termasuk dalam bisnis. Dalam penjelasannya kedua narasumber ini juga menyampaikan hal penting lainnya secara senada, bahwa kita harus berorientasi pasar, karena bagaimanapun fungsi lainnya dari sosial media adalah mempromosikan, Untuk itu Nukman memberikan tips, jika pada awalnya sosial media yang dibangun mengikuti kecenderungan pasar, setelah makin berkembang sosial media itu harus mulai menunjukkan identitas sendiri.

Setelah sesi pemaparan oleh narasumber, acara berlanjut dengan sesi tanya jawab. Para peserta dengan antusias berebut mengajukan pertanyaan yang dijawab dengan lugas oleh para narasumber. Acara berakhir pada pukul 10.30  yang ditutup dengan penyerahan cindera mata kepada kedua narasumber dan sesi berfoto bersama.

 

(BON)

Leave a Comment